
Pak Dayat akhirnya dihukum selama bertahun-tahun Aku tak tahu pastinya berapa lama beliau akan ditahan. Beliau dinyatakan bersalah karena membunuh istrinya yang alasannya belum diketahui mengapa. Namun polisi menduga beliau sengaja melakukannya karena tak tahan melihat istrinya yang depresi dan selalu menyalahkan Pak Dayat atas kematian putranya.
Sedangkan Pak Lurah akhirnya mengundurkan diri dari jabatannya. Dan kabar beritanya beliau memilih untuk pindah ke luar daerah bersama keluarganya guna menjauhi warga dikarenakan malu dengan kelakuan anaknya yang tega memutilasi jenazah Mas Samsul yang merupakan teman main dimasa kecilnya.
"Sudah dari tadi, Pak?"
Aku mendekati Bapak yang baru pulang dari rumah Kang Tejo. Budhe Tarni meminta bantuan untuk membongkar rumah yang selama ini dihuni oleh Kang Tejo.
"Luweh apik di bongkar wae tinimbang dadi sarang demit."
__ADS_1
Budhe Tarni berharap rumah peninggalan orang tuanya dahulu di bongkar saja dikarenakan tak akan ada yang kembali ke rumah itu. Beliau sudah punya keluarga dan rumah sendiri. Sudah tidak memungkinkan untuk kembali ke desa ini lagi dikarenakan tak ada keluarga lain lagi yang bisa beliau temui. Dulu Bapak dari Budhe Tarni dan Kang Tejo merupakan seorang pendatang. Awalnya rumah yang di huni Kang Tejo tersebut sebenarnya milik almarhum kakeknya dari Ibu yang berasal dari desa ini. Bahkan Ibu dari Tejo dan Budhe Tarni masih saudara jauh ayah.
"Tolong bawakan air putih, Bu." pintaku pada Ibu yang kulihat sedang berdiri di depan kompor untuk memasak.
"Ambil sendiri, toh, Nduk. Ibumu disana kok di minta ambil air." jawab Bapak sambil menunjuk ke arah Ibu yang berjalan dari rumah Yu Siti. Sedangkan aku hanya melotot melihatnya. Bagaimana mungkin ada dua ibu lagi.
Aku menelan saliva saat melihat Ibu yang di dalam rumah tiba-tiba berbalik dan tersenyum kepadaku. Sedangkan di luar sana, ada Ibu yang berjalan tergesa-gesa karena sudah hampir malam.
Ku lihat sosok Ibu yang di dapur tiba-tiba saja menghilang sesaat setelah aku berteriak memanggil Bapak
__ADS_1
"Ada apa, Ndhuk."
Aku hanya beristighfar melihat sosok yang menyerupai Ibu sudah menghilang. Rupanya saat hari masih sore pun teror setan itu sudah berani muncul di rumah ini.
Malam itu, Ibu mengabarkan bahwa Yu Siti akan pindah. Beliau akan tinggal di kampung halaman milik suaminya di karenakan rumah yang di kampung hanya di tinggali oleh Ibu mertuanya seorang diri. Awalnya Ibu mertua Yu Siti tinggal bersama seorang adik ipar perempuan namun kini dikarenakan sudah menikah, maka adik dari suami Yu Siti tinggal bersama suaminya di luar kota. Sehingga kini Ibu mertua Yu Siti hanya tinggal sendirian di rumah peninggalan almarhum suaminya.
"Tetangga kita makin berkurang, ya, Pak." ucapku pada Bapak. Jujur aku merasa sedih kehilangan orang-orang terdekat. Mungkin Yu Siti akan meninggalkan desa ini dikarenakan takut dengan teror yang tak kunjung usai.
__________
__ADS_1
Sepi, begitulah gambaran setiap harinya suasana desa semenjak ditinggal oleh beberapa keluarganya.Yu Siti yang biasanya duduk di bale-bale saat sore begini, kini sudah tak pernah tampak lagi. Rumah Yu Siti dibiarkan untuk tetap berdiri. Yu Siti berharap kalau beliau ingin berkunjung lagi kemari masih ada rumah yang bisa dijadikan tempat singgah.
"Hati-hati dijalan, ya, Yu. Sering-sering kemari." pesanku saat Yu Siti berpamitan membuat semua yang ada tertawa mendengar pesanku.