Teror Pocong Di Desa Pakis Rejo

Teror Pocong Di Desa Pakis Rejo
Tersangka


__ADS_3

Siapa sangka, anak laki-laki yang selalu dibanggakannya kini sudah terbujur kaku menjadi jenazah. Bahkan kematiannya pun tak wajar. Selama ini Pak Lurah selalu beranggapan kalau Udin, anaknya masih berada di kota untuk bekerja. Namun kenyataannya kini Udin sudah terbujur kaku dan berada di desa sendiri. Hanya saja, dimana Udin selama ini tinggal. Mengapa tak pulang saja kerumah kalau memang sudah tak bekerja.


Ayu yang dihubungi oleh polisi dan keluarga Udin mengatakan kalau mereka sudah lama tak menjalin hubungan. Semenjak Udin diberhentikan dari pekerjaannya karena ketahuan menarik upah pada suplier-suplier perusahaannya.


"Tega banget ya, Si Ayu."


"Iya, habis manis sepah dibuang." bisik-bisik tetangga mulai terdengar ditelinga. Tanpa memikirkan perasaan Bu Lurah yang kehilangan putra semata wayangnya dan tak berhenti menangisi jasad kaku putranya. Sedangkan beberapa polisi melakukan penggeledahan kamar milik Udin. Tentu saja hasilnya nihil. Udin tak pernah pulang kerumah selama ini. Yang kedua orang tuanya tahu, Udin masih bekerja di kota besar dan menjadi kebanggaan mereka.

__ADS_1


Polisi kembali datang kerumah Pak Lurah setelah proses pemakaman putranya. Kali ini Polisi turut membawa Pak Lurah dan istrinya untuk ikut ke kantor polisi. Ternyata polisi sudah menemukan barang bukti yang di duga kuat milik putra mereka, Udin.


"Tidak mungkin anak saya melakukan itu. Jangan asal nuduh, ya." Bu Lurah menolak bukti-bukti yang ada.


"Tapi semua ini milik Udin, Bu. Anak Ibu. Bagaimanapun anak Ibu dinyatakan bersalah. Hanya saja kini dia sudah meninggal. Kami hanya akan mengusut kejahatan apa yang sudah dia perbuat."


"Tiidddaaakkk ... Tidak mungkin Udin berbuat sekejam itu." Bu Lurah berteriak histeris. Suasana menjadi mencekam.

__ADS_1


Sedangkan Pak Dayat hanya bisa menangis meraung-raung saat bukti-bukti di kumpulkan. Banyak warga yang menonton proses pengumpulan barang bukti. Dugaan sementara, Mas Samsul sengaja di buat linglung terlebih dahulu hingga dengan tanpa sadar melakukan bunuh diri. Dan Mas Udin yang sudah gelap mata tega memotong-motong anggota tubuh Mas Samsul untuk dijadikan jimat.


"Kaya ada yang janggal,ya, Nah." Atun menyikut lenganku saat kami ikut melihat bukti-bukti yang di kumpulkan.


Aku mengangguk-angguk setuju dengan ucapan Atun. Memang sepertinya bukan seperti itu jalan ceritanya. Lagi pula, sedendam apa Mas Udin pada Mas Samsul. Dan juga, karena masalah apa mereka berdua sampai terlibat masalah seperti ini. Apa mungkin karena Mba Ayu?


Tiba-tiba pikiran kami tertuju pada Mba Ayu. Selama ini kan Mba Ayu yang jadi rebutan antara Mas Samsul dan Mas Udin. Bahkan Mas Udin yang tadinya sudah memiliki kekasih bisa langsung kecantol dengan Mba Ayu, dan merebut Mba Ayu dari Mas Samsul. Dan Mba Ayu dengan sukarela meninggalkan Mas Samul demi bisa bersama Mas Udin.

__ADS_1


"Kisah orang dewasa rumit, ya, Tun." ucapku saat kami duduk berdua di bawah pohon tempat biasa kami bermain.


Polisi belum menutup perkara. Sepertinya mereka juga menemukan kejanggalan sehingga membuat mereka akan menyelidiki lebih jauh.


__ADS_2