Terpaksa Cinta

Terpaksa Cinta
Bab 10. Break


__ADS_3

Jum'at, 15 Februari 2013. Hatiku mulai gelisah saat aku sering menghiraukan pesan Dhito. Aku selalu beralasan tidak memegang HP atau HP sedang low batt. Maaf Dhito, kali ini aku jahat padamu. 


"Ri.. Kamu kenapa sih akhir - akhir ini sering banget lama bales chat dari aku? Aku ada salah apa sama kamu?"  Dhito mengirimkan pesan untukku.


"Kamu gak ada salah apa - apa kok Dhit. Akunya aja yang bingung sekarang." Aku menjawab dengan cepat.


"Bingung kenapa Ri?"


"Bingung sama perasaan aku Dhit. Aku kayak aneh aja feelnya ke kamu Dhit." 


"Aneh gimana sih Ri? Aku jadi bingung sekarang. Kamu sayang gak sih sama aku sebenarnya?" 


"Sayang.. Tapi ya gitu Dhit..." 


"Gitu gimana?"


"Dhit, kita udahan aja yaa..." 


"Hah? Gimana sih? Kok kamu tiba - tiba minta putus sih Ri? Kamu kenapa?"


"Daripada kayak gini perasaan aku, malah nyakitin kami Dhit."

__ADS_1


"Aku gak mau Ri... Please. Aku bingung harus gimana.." 


"Oke kalo kamu gak mau. Kita break aja dulu ya.... Aku butuh waktu."


"Kamu kenapa sih?" 


"Aku butuh waktu Dhit. Please. Perasaan aku ke kamu nih lagi setengah hati banget." 


"Oke Ri... Aku gak bisa maksa kamu. Aku kasih waktu kamu, tapi emang harus break?"


"Iyaa.. Makasih yaa Dhit. Iyaa harus break Dhit, kalo kita masih status kita pasti masih keep komunikasi."


"Jadi kamu mau kita lost contact?"


"YaAllah kenapa jadi gini sih Ri, aku sayang sama kamu Ri. Sejujurnya aku gak mau break, apalagi kita belum sampai sebulan pacaran."


"Dhit, please yaa udah jangan bahas terus. Kita stop dulu sekarang yaa... Maaf." 


"Sampe kapan kita gak komunikasi Ri?"


"Sebulan yah..."

__ADS_1


"Lama banget Ri. Seminggu aja ya... please.."


"Dhit, itu terlalu cepet. Aku mau sebulan kita break dulu yaa... Aku gak bisa dulu komunikasi sama kamu. Kasih aku waktu. Kalo kamu gak mau yaa mending udahin beneran aja gak usah break."


"Loh kok kamu malah gitu sih Ri, Oke oke oke aku ngalah. Oke aku kasih kamu waktu sebulan.." 


"Oke makasih Dhit."


"Sebenarnya aku gak mau, tapi aku harus mau ngalah karna aku sayang sama kamu Ri."


"Kenapa kamu masih tetep baik sih sama aku Dhit? Padahal aku kayak gini loh. Padahal masih banyak perempuan lain diluar sana yang lebih baik dari aku."


"Karna aku sayang sama kamu Ri. makanya aku kayak gini sama kamu. Gak Ri, aku tetep mau sama kamu. Bahkan aku udah niat serius sama kamu Ri."


"Kalo kamu mau serius sama aku, kamu harus berhenti merokok. Kamu tau kan aku gak suka cowok perokok, bahkan mama papaku juga gak suka."


"Iyaa Ri, aku bakal berusaha kok. Maaf yaa Ri, kamu harus sabar sama aku. Aku pasti berusaha kok."


"Yaudah makanya kasih aku waktu dulu yaa buat gak komunikasi sama kamu, supaya gak emosi kalo tau kamu masih ngerokok Dhit. Gapapa yaa.."


"Iyaa Ri... Aku berusaha mengerti kok."

__ADS_1


Setelah itu aku dan Dhito tidak berkomunikasi beberapa minggu. Aku berharap Dhito akan lupa dan tidak mengajakku kembali lagi. Rasaku ini seperti masih terpaksa dengan Dhito, jadi aku bingung sekarang harus bagaimana. 


__ADS_2