Terpaksa Cinta

Terpaksa Cinta
Bab 42. Diantara Pilihan


__ADS_3

Gaga masuk ke dalam rumah eyang putri, berjalan dengan gagahnya. Aku mengikuti berjalan di sampingnya. 


"Ayo silahkan masuk..." Ajak Mama kepada Gaga. 


Gaga melepaskan sepatunya, lalu masuk dan duduk di kursi tamu. Aku pun ikut duduk berhadapan dengannya. Wina yang saat itu duduk di depan TV melihatku dan Gaga sambil tersenyum seperti meledek. 


"Gaga tinggal dimana?" Mama membuka pembicaraan awal.


"Rumah saya di Cipinang Indah tante..." Jawab Gaga singkat.


"Ohhh di deket mananya Ga? Banjir gak disitu? Soalnya kan terkenal daerah banjir yaa kalo hujan.." 


"Alhamdulillah gak tante, yang kearah BKT tante." 


"Eh Riri bikinin minum dong..." Sahut Eyang Putri saat ikut duduk di ruang tamu. 


"Oh iyaaa mau minum apa Ga?" Tanyaku basa - basi. 


"Apa aja Ri..." Jawabnya seperti sungkan. 


"Oke..." Jawabku lalu pergi ke dapur, diikuti Wina. 


"Eh.. Emang lo udah putus sama Dhito?" Bisik Wina saat aku sedang menyeduh teh ke cangkir. 


"Masih break Win..." Jawabku singkat.


"Terus kenapa lo udah deket sama cowok baru? Lo kok gak cerita - cerita sama gue soal si Gaga? Lo masih komunikasi sama Ka Dhito?" Wina seperti mengintimidasiku.


"Yaampun Win, bisa gak satu - satu gitu nanyanya? Gue pusing deh." Jawabku sembari mengaduk gula.


"Ih udah ini lo sama dia baru apa gimana?" Desak Wina. 


"Baru Win baruuuu.... Dia tuh baru aja deketin gue. Belum ada seminggu.... Gue sama Dhito ini masih break, udah mau 2 minggu. Ya gue udah jarang - jarang komunikasi sama Dhito, karna kan gue juga lagi sibuk. Dia juga lagi sibuk kerjaannya.."


"Terus kenapa lo respon? Emang lo gak mikirin perasaannya Ka Dhito yaa kalo dia tau?  Apalagi ini temen kampus lo, satu angkatan, satu jurusan. Lo maunya gimana deh Ri.." 

__ADS_1


"Yaa gue masih berhak dong eket sama siapa aja Win, kan Gue sama Dhito juga masih break. Udah ah gue mau ke depan bawain minuman." Aku langsung jalan keluar dari dapur menuju ruang tamu.


"Ih Ri... Tunggu..." Wina pun mengikutiku dari belakang. 


"Nah ini sepupunya Riri, Mamanya itu kakaknya tante... Namanya Wina. Udah keterima di Psikologi." Kata Mama saat aku dan Wina keluar dari dapur.


Gaga hanya tersenyum.


"Ini Ga minumnya, terus ini. kuenya. Makanlah." Sahutku saat meletakkan secangkir teh di meja tamu dan membuka toples kue.


"Ih Riri galak nih." Sahut Mama.


"Aku hanya tersenyum sinis."


"Yaudah silahkan di minum yaaa Ga, sama di cicipi kuenya." Sahut eyang putri lalu masuk ke kamar. 


"Terimakasih... Saya minum ya.." Kata Gaga lalu menyeruput tehnya.


Aku hanya menatap Gaga dan Wina memandangku dari jauh seperti eye contact dan ingin mengatakan sesuatu. 


"Nanti selesai dokter umum, ada rencana ambil spesialis Ga?" Tanya Mama/.


"Oh ada tantem sayamau ambil spesialis bedah atau spesialis obgyn." Jawab Gaga dengan lantang.


"Wuih mantap tuh, sesuai sama postur badan kamu yang gede." Kata Mama sambil mengacungkan jempol.


"Iyaa tante... Kamu mau ambil spesialis apa Ri?" Tanya Gaga kepadaku.


"Oh... Kalau rejeki ambil spesialis anak..." Jawabku sambil tersenyum.


"Amiiinn.." Jawab Mama. 


"Amiiinn..." Jawab Gaga juga. 


"Mudah - mudahan kalian sekolahnya lancar yaa.." Sahut Mama. 

__ADS_1


"Amiiiinn" Jawabku dan Gaga serentak. 


"Yaudah tante, saya pamit dulu. Sudah malam... Masiha da tugas yang harus dikerjakan." Jawab Gaga lalu berdiri. 


"Oh iyaa... Sukses yaa Ga..." 


"Amiin terimakasih tante." Gaga salim tangan Mama dan berjalan keluar.


Lalu Gaga pun pamit dan masuk ke dalam mobilnya, mobilnya pun berjalan keluar gang rumahku. 


"Ganteng Ri anaknya, pinter juga kamu." Ledek Mama. 


"Ihh masih temen Ma..." Jawabku kesal.


Aku dan Mama pun masuk ke dalam rumah eyang putri lagi. 


"Win, lo nginep?" Tanyaku saat masuk ke dalam.


"Iyaa soalnya nyokap bokap gue pergi pulangnya besok, jadi gue disuruh nginep disini Ri.." Jelas Wina.


"Oh pantesan.. Gue juga nginep sini deh nanti nemenin lo." Jawabku.


"Awas nanti bukannya tidur malah ngobrol. Besok kamu kan pagi masuk kuliahnya.." Sahut Mama saat sedang membereskan meja tamu.


"Gak kok, tidur." Jawabku singkat.


"Eh.. Lo harus siap milih yaa kalo tiba - tiba si Gaga itu nembak lo dalam keadaan status lo masih gantung sama Ka Dhito." Bisik Wina.


"Ihh udah jauh aja mikirnya deh, gue juga belum tentu jadian sama si Gaga Win. Kurang masuk kriteria gue.." Jawabku agak berbisik supaya Mama tidak mendengarnya. 


"Temen mu udah pulang ya?" Eyang Putri tiba - tiba keluar dari kamar karna tadi sempat tertidur.


"Iya udah kok Eyang..." Jawabku singkat.


"Ganteng Ri anaknya.." Jawab Eyang Putri sambil menyeringai.

__ADS_1


"Hahaha iyaa yaa Eyang? Hmm yaudah deh aku bersih - bersih dulu yaa. Terus mau ngerjain tugas disini sekalian nemenin Wina..." Aku langsung pergi dan tidak mau membahas Gaga. 


__ADS_2