Terpaksa Cinta

Terpaksa Cinta
Bab 52. Dhito Ingin Bertemu


__ADS_3

Keesokan harinya Dhito menghubungiku lagi. Tapi kali ini aku berusaha untuk tidak bersikap dingin lagi. Aku merasa sikapku yang kemarin dan sebelumnya keterlaluan.


"Ri..." 


"Kenapa Dhit?" Balasku cepat.


"Kamu masih marah sama aku karena kemarin?" 


"Gak Dhit"


"Alhamdulillah kalo kayak gitu.... Aku minta maaf yaa Ri..." 


"Minta maaf kenapa Dhit?" 


"Yaa aku mau berubah karena bukan keingnan aku sendiri... Harusnya kan aku mau berubah karena diri sendiri." 


"Hmmmm... Yaudah, mau gimana lagi. Gak bisa di paksa kan kalo kayak gitu..."


"Aku mau ngajak kamu nonton besok.. Kamu mau?" 


"Nonton apa?" 


"Ada film baru di bioskop yang mau aku tonton. Kamu suka horor gak?" 


"Suka kok.. Besok kalo sampai sore gak bisa yaa.. Tapi kalo sampai siang yaa bisa.." 


"Iyaa nanti kamu kabarin aku aja yaa Ri.." 


"Iyaa Dhit."


"Aku jemput ke kampus ya?"


"Di depan halte aja nanti jemputnya Dhit."


"Yaudah... Sampai ketemu besok ya Ri.."


"Hmm Nanti malem di kabarin yaa Dhit bisa atau gaknya."


"Iyaa Ri."


Aku pun langsung menanyakan jadwal besok dengan ketua angkatan dan ternyata besok jadwal hanya satu. Tapi aku tidak langsung mengabari Dhito bahwa besok aku pulang cepat. 


"Ri... Besok kalo kita balik cepet jalan yuk.." Ajak Mily.


"Jalan kemana?" Tanyaku agak sedikit terkejut.


"Dih kenapa lo?" Tanya Mily.


"Lah apasih... Haaha Mau jalan kemana Bu???" 


"Jalan ke taman gitu Ri.. Seru deh kayaknya..." 


"Yaah jangan besok tapi yaa.." 


"Yaaahh kenapa?"


"Gue udah ada janji soalnya hehehehe..." 


"Sama siapa?" 


"Sama Dhito.."


"Lo balikan sama Dhito?" 


"Jalan aja Bu... Kalo balikan yaa belum.. Dan gak tau bakal balikan atau gak..." 


"Yaah yaudah deh... Next time yaaa berarti.." 


"Iyaaa Mil siap..." 


***


Malamnya aku mengabari Dhito bahwa aku besok pulang cepat. 


"Besok bisa yaa Dhit." 


Tapi ternyata Dhito tidak langsung membalas pesanku, aku pun langsung segera tidur tanpa menunggu balasan chat dari Dhito.


Keesokan paginya aku baru membuka ponsel dan ternyata Dhito sudah membalas chatku dari tengah malam.


"Ri... Maaf yaa aku baru bales, karena baru balik futsal. Alhamdulillah... Yaudah besok aku jemput kamu yaa Ri..." 


"Iya gapapa Dhit.. Oke.. Nanti di kabarin kalo udah selesai kuliah yaa Dhit." 


Hari itu rasanya hatiku campur aduk antara takut, senang, sedih semua menjadi satu. 


"Ri.. Lo mau pergi ya sama Dhito?" Tanya Sera.

__ADS_1


"Eh iyaa.. Kenapa?" Tanyaku heran.


"Jadi?"


"Jadi Ser.. Kenapa?" 


"Yahh kirain gak jadi... Ini si Mami Mily kan mau ngajak jalan ke taman. Soalnya yang lain juga pada gak bisa.. Eh lo juga gak bisa hahahah ya sudah.. Gue aja sama Mily berdua."


"Yahhh katanya next time... Kok tetep jalan sih?" 


"Tau tuh si Mily pengen banget ke taman katanya.."


"Yaampun... Ada - ada aja tuh anak..."


"Iyaa katanya dia mau refreshing Ri.."


"Yaudah temenin aja dia Ser. Kasihan juga.." 


"Iyaa tapi berdua doang gak seru ih..." 


"Yaah yaudah mau gimana lagi Ser.. Kenapa gak nanti aja gitu nunggu gue bisa hahahaha..."


"Ah elu gak setia kawan, malah pergi sama Dhito..." 


"Yaampun... Gue cuma sekali loh pergi sama dia ini. Gak enak gue soalnya udah janji sama dia..."


"Yaah lo ganti hari aja gitu sama dia.."


"Ser.. Kalo nanti nanti lagi gue malah takutnya gak bisa... Kalo sama kalian kan pergi kapan aja bisa loh." 


"Hmmm yaudah deh.." 


"Udah sih Ser... Jangan gitu lah.. Riri kan jarang banget pergi sama Dhito. Walaupun sekarang posisinya lagi break." Sahut Tami.


"Iyaaa iyaaa..." Jawab Sera sembari mencubit pipi Tami.


"Ihhh sakit Seraaa..." Jawab Tami sambil mengelus pipinya.


"Hahahaha... Uuuu sayang..." Sera memeluk Tami.


"Hahaha kalian ini lohhh..." Jawabku sembari tertawa lepas.


"Eh lo berdua ngapain sih pelukan gitu?" Tanya Fily yang tiba - tiba datang.


"Lagi pada kangen - kangenan mereka Fil..." Sahutku.


***


Setelah selesai kegiatan kampus, aku langsung menghubungi Dhito dan memintanya segera menjemputku.


"Dhit.. Udah selesai yaa. Dimana?" 


"Ini aku lagi siap - siap.. Tunggu yaa Ri..."


"Iyaa... Jangan lupa bawa helm satu lagi."


"Iyaa udah aku bawain kok." 


Setelah 30 menit, Dhito datang menjemputku. Aku pun jalan ke halte depan kampus. Saat aku berjalan ke depan, tidak sengaja aku berpapasan dengan Gaga. Aku tau dia menatapku dengan tajam, tapi aku berusaha biasa saja bahkan tidak mau menatapnya balik. Aku terus berjalan tanpa menoleh ke arahnya. 


"Ri..." Gaga memanggilku.


Akhirnya aku terpaksa menoleh, "Ya?"


"Mau kemana Ri?" Tanya Gaga seperti basa basi.


"Mau pulang lah. Gue duluan.." Jawabku ketus dan pergi meninggalkan Gaga.


Aku tidak menghiraukan bagaimana perasaannya saat aku merespon pertanyannya. Melihat wajahnya saja sudah membuatku kesal.


Aku terus berjalan sampai ke depan halte kampus, dari kejauhan aku sudah melihat punggung Dhito dari belakang. Mengenakan jaket jersey dan mengendarai motor maticnya.


"Dhit." Aku menepuk pundaknya.


"Hai.." Dhito menoleh ke arah ku sambil tersenyum.


"Udah lama ya?" Tanyaku pelan.


"Gak kok, sekitar 5 menit aja disini. Yaudah yuk.." Dhito langsung memberikan helmnya kepadaku.


Aku langsung memakai helm dan naik ke motornya. 


"Kita ke kokas aja yaa Ri.." Kata Dhito.


"Iyaa terserah.. Ikut aja." Jawabku santai.


Selama di perjalanan Aku dan Dhito hanya diam, kami hanya saling pandang lewat kaca spion motor. Lalu saat sampai di Mall pun kami hanya saling tersenyum.

__ADS_1


"Ri... Mau nonton yang jam berapa?" Tanya Dhito saat kita sedang mengantri membeli tiket.


"Jam 3 aja Dhit. Ini kan masih jam 1, kita bisa jalan - jalan dulu." Jawabku.


"Yaudah...." 


Setelah di meja tiket, Dhito langsung memesan 2 tiket untukku dan dia di kursi tengah. Untungnya belum terlalu penuh untuk film yang ingin kita tonton.


"Kamu yang simpen tiketnya ya Ri.. Kalo sama aku takut hilang..." Dhito memberikan tiket bioskopnya ke aku.


"Oke.." Jawabku singkat.


"Mau kemana dulu kita? Kamu udah makan?" Tanya Dhito.


"Hmm tadi sih makan jam 10 pas istirahat.."


"Yaudah kita cari makan dulu yaa... Aku juga belum makan siang soalnya..." 


"Hmm yaudah.." 


Kita pun mencari tempat makan terdekat dari bioskop, agar tidak terlalu jauh berjalan saat kembali ke dalam bioskop.


"Ri.. Kamu gapapa kan makan disini?" Tanya Dhito.


"Gapapa lah... Emang ada masalah?" 


"Yaa kali aja kamu gak suka... Aku bingung soalnya mau ngajak kamu makan dimana.."


"Bebas Dhit." 


"Yaudah..."


Lalu kami duduk dan Dhito langsung memesan makanan.


"Kamu mau makan apa?" Tanya Dhito.


"Nasi goreng aja deh.." Jawabku singkat.


"Hmmm itu aja?" Tanya Dhito.


"Iyaa... Yang spesial yaa..." 


"Kamu udah spesial kok." 


"Hah?" 


"Hehehe bercanda... Serius banget sih..."


Aku hanya diam dan tersenyum kecil.


"Minumnya?" 


"Jus strawberry aja.."


"Okee... Pesen satu nasi goreng, satu nasi ayam bakar, minumnya satu jus strawberry sama satu es teh manis dan dua air mineral yaa mbak..."


Mbaknya pun sembari menulis lalu mengangguk setelah itu mengulang pesanan kami.


"Eh.. Gak malu tadi gombal gitu?" Bisikku ke Dhito.


"Hahaha kan Mbaknya gak denger Ri.." Jawab Dhito santai.


"Dasar.." Jawabku sambil tersenyum dan menggeleng - gelengkan kepala. 


Setelah 15 menit menunggu, makanan ku dan Dhito pun datang. Kami pun segera menghabiskan makanan. Setelah makanan habis masih ada waktu sekitar 1 jam lagi filmnya di mulai.


"Ri... Makasih yaa.."


"Makasih untuk apa Dhit?" Tanyaku heran.


"Kamu udah mau diajak nonton sama aku." Jawab Dhito sambil tersenyum.


"Hmm yaa sama - sama.. Kalaupun setelah ini hubungan kita jadi membaik yaa Alhamdulillah Dhit. Tapi kalau setelah ini kita selesai, yaa gue gak mau kita jadi musuhan." Jawabku tenang.


"Hm iyaa Ri... Tapi gapapa kan kalau aku masih usaha untuk pertahanin hubungan kita dan rasa aku ke kamu?"


"Gapapa kok Dhit, itu kan hak lo." 


"Terima kasih yaa Ri.." 


"Jangan terima kasih Dhit, gue gak kasih apa - apa sama lo kok."


"Tapi aku bersyukur bisa kenal kamu.. Walaupun nantinya kamu gak bisa lagi nerima aku jadi pacar kamu, kamu masih mau berteman sama aku."


"Kita kan berawal dari teman Dhit. Jadi walaupun udah selesai pun kita harus tetap berteman." Jawabku sambil tersenyum.


"Hmm iyaa Ri..."

__ADS_1


Pembicaraan kali itu sangat damai dan tenang, aku merasa sudah siap jika memang harus bersama tapi aku juga sudah siap jika sudah tidak bisa lagi bersama. 


__ADS_2