
Haiii.. Aku Riri Saputri seorang Mahasiswi kedokteran semester 2 saat berpacaran dengannya. Tapi kami sudah saling mengenal sejak SMA dari temannya sahabatku dan dia juga senior di SMAnya sepupuku. Dhito adalah orang yang penyabar dan baik, bahkan dia sangat penyayang, apalagi dengan orang tua dan adik - adiknya. Setelah lulus SMA dia memilih untuk bekerja terlebih dahulu dibandingkan dia harus kuliah. Dia adalah anak pertama dari 5 bersaudara, jadi dia merasa bertanggung jawab atas keluarganya. Aku salut dengan sikap tanggung jawabnya sebagai kakak tertua untuk adik - adiknya. Apalagi dia saat itu masih punya adik bayi yang baru saja lahir. Jadi dia merasa punya tanggung jawab yang lebih besar lagi karena orang tuanya saat itu sudah tidak muda lagi.
__ADS_1
Sebelumnya aku ingin berterima kasih untuk Dhito, dia mengajarkan aku untuk menjadi seorang wanita yang tidak egois hanya mementingkan perasaan diri sendiri. Dan sebelumnya aku juga mau minta maaf dengan Dhito, karena saat berpacaran dengannya dulu aku terpaksa menerima cintanya. Aku mengakui salah karena membuat dia menjadi mencintai sendiri tanpa adanya ketulusan hati dari saya. Walaupun kami berpacaran kurang lebih hampir setahun, tapi kami putus nyambung karena kelabilan Ku, bahkan aku sempat dekat dengan Gaga saat sedang break dengan Dhito. Tapi Dhito selalu sabar dengan sikap ku. Sampai akhirnya kami selesai dan benar - benar selesai karena aku saat itu merasa tidak mau bertahan lagi karena kasihan, jujur waktu itu aku tidak bisa menerima dia karena dia seorang perokok aktif dan dia jauh dari kriteria tipe cowokku. Tapi aku memaksa diri untuk menerima cintanya saat itu, sampai akhirnya kita benar - benar putus itu membuat ku merasa menyesal telah menyianyiakan orang sebaik Dhito. Beberapa hari setelah putus aku sempat menangis terus memikirkan keadaan dan perasaannya. Sampai di ulang tahunku yang ke-20 dia memberikan kejutan yang tidak aku sangka. Dia memberikan kue ulang tahun dan kado. Dia datang ke rumah bersama sahabatku Mytha. Mytha bercerita bahwa saat itu sebenarnya dia ingin berusaha menembakku lagi dan itu pertama kalinya Dhito ke rumahku dan bertemu Mama. Tapi aku sudah tidak ingin lagi membuka hati dan memberikan kesempatan untuknya. Sampai akhirnya disitu aku baru jujur dengan Mama bahwa aku pernah berpacaran dengan Dhito. Tapi karena dia perokok aktif dan aku setengah hati dengannya sampai akhirnya memutuskan hubungan dengan Dhito. Dan benar saja, respon Mama biasa saja dan memintaku menganggap Dhito sebagai teman saja, tidak lebih. Karena aku tau Mama pasti melarang ku untuk lebih jauh lagi.
__ADS_1
Tapi sekarang kami sudah saling baik - baik saja. Setelah putus, selang waktu satu tahun dia punya pacar baru. Yang ku tau pacarnya adalah teman di kompleks rumahnya dan syukur hubungan mereka langgeng sampai sekarang dan aku berharap Dhito dan pacarnya bisa ke jenjang yang lebih serius. Sekali lagi terima kasih Dhito Resmana (pastinya bukan nama asli) yang sudah pernah hadir di hidupku dan memberikan pengalaman hidup yang bermakna untukku. Untuk ceritaku dan Dhito akhirnya kandas akan aku ceritakan di novel ke -4 ku yaa. Karena saat putus dengan Dhito aku sudah bertemu dan mengenal Adi. Sekali terima kasih para pembaca setiaku... love you all <3
__ADS_1