Terpaksa Cinta

Terpaksa Cinta
Bab 44. Tentang Gaga


__ADS_3

Sebenarnya tidak banyak hal yang ingin aku ceritakan tentang Gaga. Karna Gaga hanya selingan diantara hubunganku dengan Dhito. Yah.. Aku tidak selingkuh, karna saat itu hubunganku dan Dhito masih gantung. Lalu Gaga datang di saat hubunganku dan Dhito sedang break. 


Gaga, dia adalah teman satu angkatanku di fakultas kedokteran. Laki - laki berdarah Batak dan Sunda ini bertubuh besar dan tinggi. Dia selalu gagah saat berjalan. 


Berawal dari Gaga yang memperhatikanku dari kejauhan, lalu dia mendekatiku melalui teman - temannya dan teman - temanku. 


Aku tau sedikit cerita tentang Gaga, dia anak pertama dari 2 bersaudara. Adiknya laki - laki masih SD saat itu. Laki - laki berzodiak gemini, yaa setau aku dia lahir di bulan Juni awal. Mamanya Batak, Papanya Sunda. Dia lama tinggal di Jakarta yaa sejak kecil sudah tinggal di Jakarta.


Yang aku lihat, dia anak yang baik tapi sepertinya agak manja untuk ukuran laki - laki. Karna aku lihat dia kemana - mana diantar supirnya. Aku mungkin lebih suka laki - laki yang kemana - mana berkendara motor dibandingkan ada mobil tapi di supiri. Hmmm...


"Ri.. Kamu anak tunggal?" Tanya Gaga.


"Iyaaa Ga.. Kenapa?" Jawabku.


"Enak gak jadi anak tunggal?"


"Yaaa enak gak enak yaa.. Gak enaknya sepi, karena gak ada temen ngobrol."


"Aku dulu juga hampir jadi anak tunggal Ri.."


"Oh iya?"


"Iyaa... Tapi ternyata 10 tahun kemudian Mama hamil lagi, jadi deh aku punya adik.."


"Jauh dong yaa jaraknya?"


"Iyaa lumayan jauh jarak aku sama adik aku..."


"Enak gak punya adik?"


"Hahahahaha enak gak enak Ri... Sama aja lah kayak kamu anak tunggal pasti ada enaknya, ada gaknya."


"Enaknya?"


"Enaknya jadi ada temen bercanda kalo aku lagi butuh temen.."


"Terus gak enaknya?"

__ADS_1


"Yaa gak enaknya karna adik aku masih kecil, dia suka gangguin aku kalo aku lagi belajar. Maunya ngajak main terus." 


"Hahahaha adik kamu cowok atau cewek?"


"Adik aku cowok..." 


"Ohh pantessan ajaa itu mah.."


"Iyaa makanya rese, gangguin aku terus..."


"Hahaha gapapa kan seru..."


"Kalo lagi tepat waktunya main sih seru Ri, tapi kalo gak mah yaa gak lahh. Sebel malahan.." 


"Iya juga yaa..."


"Kamu orang Jawa ya Ri?"


"Iyaa aku Jawa, Mamaku campuran Madura sama Jogja. Papaku Kediri." 


"Ohhh gitu.. Tapi lahir disini?"


"Ya sama aja lah gak jauh dari kampus kita."


"Iyaasih.. Bekasi ku gak ujung kok." 


"Hahaha... Kamu udah makan?"


"Udah kok tadi... Kamu belum emang?"


"Belum nih, kamu mau temenin aku ke kantin gak?"


"Okee.." 


"Kamu beli minum yaaa kalo udah kenyang.." 


"Iyaa Ga..."

__ADS_1


"Terima kasih yaa Ri udah mau nemenin aku makan.."


"Sama - sama Ga... Oh iya.. Kamu dari dulu tinggal di Jakarta?"


"Iyaa aku dari lahir disini kok... Orang tua aku udah lama tinggal disini Ri..."


"Sama yaa berarti kita Ga.."


"Iyaa.. Eh aku pesen makan dulu ya.."


"Iyaa aku duduk disini yaa Ga.."


"Iyaa, eh kamu gak mau beli minum dulu?"


"Oh iyaa yaudah aku pesen minum dulu deh.."


Setelah itu kami pun duduk berdua bersama dan bercerita satu sama lain lagi. Yaah Gaga cukup nyambung saat ngobrol denganku, karna memang anaknya sepertinya dewasa saat diajak diskusi. Tapi kalau untuk urusan mental dia masih manja sebagai laki - laki. 


"Kalau kamu laper lagi, kamu pesen makan aja Ri.."


"Gak deh, ini aku udah pesen jus alpukat yaaa.. Pasti udah kenyang.." 


"Yaudah kalo kamu masih laper pesen aja yaa... Mumpung di kantin kan.."


"Iyaa.."


Tapi entah kenapa, sikapnya tidak bisa membuat aku terpesona. Aku hanya seperti menganggapnya teman. Padahal wataknya sepertinya baik dan perhatian. 


"Udah? Yuk kita balik ke kelas.." Gaga pun berdiri dan menungguku yang masih membereskan isi tas.


"Yuk.." Aku pun berjalan di sampingnya.


Tinggi kami lumayan agak jauh, karna dia 180an sedangkan aku hanya 165cm. 


"Sini Ri, kepanasan ya?" Tanya Gaga sembari menarik tanganku.


"Hmm.. Gak kok.. Makasih yaa Ga..." Aku tersenyum.

__ADS_1


Tidak... Jangan tanya jantungku berdebar atau tidak, tentu saja tidak sama sekali. Aku tidak merasakan apa - apa saat di dekat Gaga. 


Yaa itulah tentang Gaga yang aku ingat. So far dia baik dan gentle man.


__ADS_2