
Dua hari setelah aku kembali lagi dengan Dhito, aku dan dia mulai menjaga komunikasi dengan baik. Dan Dhito mengajakku bertemu, dan dia ingin bertemu di rumah. Aku langsung menolak halus karna aku belum siap mengenalkan Dhito dengan Mama dan Bapak karna dia perokok dan tidak kuliah. Jadi aku memutuskan untuk backstreet dengan Dhito.
"Aku boleh main ke rumah kamu?" Tanya Dhito lewat chat BBM.
"Aku lagi gak di rumah. Lagi di rumah Wina nih.. Kesini aja.." Aku membalas pesannya setelah 1 jam kemudian.
"Oh.. Kamu lagi di rumah Wina yaa... Boleh aku main kesana?"
"Boleh Dhit, main aja kesini. Di rumah Wina sendirian, makanya aku main kesini."
"Yaudah aku siap - siap dulu yaa... Aku lagi kosong hari ini. Makanya kepikiran pengen main ke rumah kamu... Eh taunya kamu di rumah Wina."
"Iyaa kesini aja yaa Dhit, aku tunggu. Aku disini sampe malem kok, soalnya di rumah juag gak ada orang."
"Okee sayang..."
Sebenarnya aku berbohong jika sudah di rumah Wina, karna sebenarnya aku masih di rumah. Tapi aku memang mau ke rumah Wina, bermain ke rumahnya untuk sekedar curhat. Tapi ternyata sekalian ada Dhito.
"Win, lo di rumah kan?" Tanyaku ke Wina melalui Chat BBM.
"Di rumahlahhh... Kan gue bilang nyokap bokap gue pergi. Kenapa Ri?"
"Hehehe.. Berarti lo sendirian dong?"
"Yoi.."
Karna Ka Amel sedang menempuh pendidikan kuliah di daerah Depok, dan Ka Amel ngekost disana jadi sekarang Wina hanya sendiri jika Bude Tari dan Pakde Roki pergi.
"Gue main ke rumah lo yaa.... Mau curhat."
"Wahh curhat apa nih? Soal Ka Dhito ya? Hahahaha..." Balas Wina sambil meledek.
"Hahahaha tau aja lo. Yaudah gue on the way kesana yaa.."
"Boleh sama nyokap lo emang?"
"Nyokap lagi pergi sama bokap, ntar gue izin telpon dulu."
"Okee... Gue tunggu...."
Lalu aku langsung saja bergegas ke rumah Wina dengan mengendarai motor matic di rumah. Aku mengendarai dengan kecepatan sedang, karna jarak dari rumahku ke rumah Wina tidak sampai 5 menit. Sampai di rumah Wina langsung saja aku buru - buru masuk ke dalam dan siap untuk bercerita.
"Assalamualaikum!!!"
"Walaikumsalam!!!!"
"Ada orangnya nih?"
"Ada gila... Berisik luu..."
Aku dan Wina memang terbiasa bercanda seperti itu,dan Wina adalah sepupu terdekatku dari keluarga Mama, karna usia kami yang hanya beda satu tahun dan zodiak kami sama jadi terkadang kamu sehati. Dengan Ka Amel aku tidak terlalu dekat.
"Gue mau curhat.."
"Yaudah tunggu dulu gue mau ambil cemilan, kita di kamar aja."
__ADS_1
"Oke deh.. Nyokap Bokap lo sampe malem gak?" Tanyaku sambil membuka pintu kamar Wina.
"Kayaknya deh..."Kata Wina sambil membawa cemiland dari dapur.
"Okee... Gue juga sampe malem disini yaa..."
"Bebas..."
Setelah kami sudah masuk ke dalam kamar, barulah aku memulai curhat dengan Wina.
"Gue balikan sama Dhito."
"Nah kan.. Tau gue nih, pasti bakal balikan. Terus?"
"Hari ini Dhito ngajak ketemu. Pertama kalinya nih gue ketemu dia... Ih deg - deggan gue masa.."
"Lah lo mau ketemuan dimana? Ini aja lo di rumah gue.. Pake kaos gini lagi."
"Yaaa di rumah lo HAHAHAHA..." Jawabku sambil tertawa keras.
"Ahelah seriussan lo? Bener - bener lo ya Ri."
"Yaaa nanti Dhito sama Mytha kok kesini. Biar lo gak jadi nyamuk..."
"Hahaha sialan, lo pacaran di rumah gue lagi. Emang ye.."
"Gue gak mau bawa Dhito ke rumah. Belum siap gue... Pastinya kan orang tua gue nanya - nanya Win. Apalagi kan Dhito masih belum kuliah, yaa walaupun udah kerja tapi kan nanti pasti gue malah disuruh udahan lagi sama dia. Jadi gue backstreet aja dulu deh. Dan dia juga kan ngerokok Win, bokap gue kan gak suka orang ngerokok."
"Iyaa deh si Mytha suruh ikut. Gue nanti jadi nyamuk lagi kalo kalian berdua doang..Yaudah nanti kalo sekiranya bokap nyokap gue pulang gimana?"
"Ya bilang aja temen Win.."
"Temen gue sama temen lo hahahahaha..."
"Emang yaa punya sepupu gak ada akhlaknya banget. Pacaran di rumah gue pas gak ada bokap nyokap gue lagi."
"Eh gue pacaran juga gak aneh - aneh yaa... Gila kali.. Gue mau ngajak dia main kartu UNO nanti."
"Yaudah gue sama Mytha di kamar aja deh.."
"Ya gaklah semua di ruang tamu, kita main ber4. Udah deh ah.."
"Duh gue nih selalu jadi saksi bisu lo dengan pacar - pacar lo yaa... Kecuali sama Fandi sih. Gak jelas....."
"Hahaha iyaa yaa... Gue gaktau nih sama Dhito bakal bertahan sampai kapan."
"Yakin aja dulu Ri... Jodoh gak ada yang tau kan."
"Hm gak tau deh."
"Lah sebenarnya perasaan lo sendiri ke Ka Dhito gimana sih?"
"Kayaknya udah mulai sayang deh, tapi masih rada males. Yaa kayak gue seneng aja di perhatiin sama dia, dia juga baik kan sama gue tapi yaa gue gak bisa banget mikir bakal serius sama dia. Kalo dia berhenti ngerokok mungkin masih oke yaa.."
"Yaudah mikir sekarang aja deh gak usah jauh - jauh. Itu si item mau dateng jam berapa?" Ledek Wina.
__ADS_1
"Eh sembarangan lo kalo ngomong ahahahah... Bentar gue telpon dulu deh." Jawabku sambil mencari kontak Dhito.
"Halo. Assalamualaikum... Kamu dimana?" Tanyaku saat di telpon.
"Walaikumsalam sayang. Kenapa? Aku masih di rumah nih. Sebentar yaa.."
"Ajak Mytha yaa... Biar si Wina gak jadi nyamuk katanya.."
"Hahahaha eh Mytha kan masih di bogor."
"Astaghfirullah aku lupa... Yaudah deh."
"Yaudah gapapa kan kita nanti ngobrol bertiga."
"Iyaa yaudah kabarin kalo udah mau ke rumah Wina yaa.. Nanti aku kasih tau jalannya."
"Oke sayang. Yaudah aku tutup yaa telponnya. Assalamualaikum..."
"Oke. Walaikumsalam."
"Aduhhh udah deh gue jadi nyamuk ini mah Mytha gak ada..." Sahut Wina saat setelah aku sudah menutup telpon Dhito.
"Gak lah lo gak bakal jadi nyamuk kok."
Setelah menunggu 2 jam Dhito datang ke rumah Wina.
"Assalamualaikum..." Sahut Dhito saat masuk ke dalam rumah Wina.
"Walaikumsalam.. Ehh kakak senior. Silahkan masuk yuk..." Jawab Wina sambil tersenyum meledek.
"Eh adik kelas....Makasih yaa.."
"Hai..." Sahutku hanya menyapa singkat dan tersenyum.
"Duhh masa pertama kali ketemu responnya cuma HAI sih Ri..."Ledek Wina sambil menyenggolku.
"Hai apa kabar?" Tanya Dhito sambil tersenyum kepadaku.
"Duh ini lagi nanya kabar. Udah lama lo gak komunikasi?? Masa perlu gue ajarin sih ah..." Sahut Wina sambil terus meledekku dan Dhito.
"Udah masuk duduk dulu deh, gue ambilin minum yaa Ka..."
"Makasih ya Win." Jawab Dhito sambil kebingungan.
"Duduk Dhit." Sahutku.
"Iyaa.. Hmmm Kamu udah lama disini?"
"Udah lumayan sih. Tadi bingung gak nyari rumah Wina?"
"Gak kok Alhamdulillah..."
"Ini minumnya yaa Ka..." Sahut Wina yang tiba - tiba datang dari dapur dan meletakkan minum di meja.
"Kalian ngobrol deh, gue pura - pura gak denger..."
__ADS_1
"Yaah masa gitu sih Win. Kita ngobrol bareng ajasih..." Jawab Dhito.
Setelah itu kita ngobrol bersama dan mengajak Dhito bermain kartu UNO. Kami bertiga bermain kartu UNO sampai malam, sampai ketika Bude dan Pakde pulang aku dan Dhito juga bersiap - siap pulang. Hari itu sangat menyenangkan saat bisa saling menatap dan tertawa bersama tanpa melalui chat ataupun telpon. Aku tidak tau apa rasaku ini terhadap Dhito, cinta, sayang atau hanya sekedar nyaman?