Terpaksa Cinta

Terpaksa Cinta
Bab 17. Sebulan Tidak Bersama


__ADS_3

Hari ini, bulan Mei 2013. Aku sedang menatap pelangi yang datang setelah turun hujan. Aku sedang merenung sendirian di tempat duduk belakang mobil Mily, sambil membuka isi ponselku dan membaca chat - chat dari Dhito yang tidak pernah aku hapus walaupun hubungan kami tidak baik - baik saja. Saat itu di mobil Mily terdengar lagu Glenn Fredly Sekali Ini Saja.


"Tuhan bila masih ku di beri kesempatan, izinkan aku untuk mencintainyaaaa...Namun bila waktu ku telah habis dengannya, biar cinta hidup skali ini saja..." Aku menyanyi sambil meneteskan air mata tanpa Mily, Sera dan Resty tau.


"Aduhhh emang yaa habis hujan gini lagunya galau..." Sahut Mily yang sambil menoleh kearahku. 


Aku langsung mengusap air mataku yang menetes di pipi. 


"Ri.. Sehat?" Tanya Mily sambil menatapku. 


"Sehat Alhamdulillah.. Enak habis hujan gini makan gorengan atau indomie sih." Jawabku yang langsung menutup kesedihanku. 


"Indomie double gak sih?" Tanya Sera. 


"Indomie goreng double pake telur setengah mateng, sawi sama cabai rawit. Ihhh sedap." Jawabku semangat.


"Astaghfirullah gue mau diet ah." Sahut Mily.


"Ih tumben?" Tanya Resty seperti meledek.


"Heh...bocil.. Udah bisa ngeledek gue lu yaa hahahaha.." Jawab Mily sambil melotot dan tertawa.


"Yaudah yukk kita makan indomie ke kantin, atau cari gorengan di depan?" Tanya Sera sambil menyeringai.


"Emang yaa kalo udah kumpul sama kalian makan mulu." Jawab Mily bergumam.


"Let's Go Mami Mily." Teriakku dari belakang Mily.


"Emang anak kurang ajar. Yaudah makan indomie aja ke kantin." Mily langsung mematikan mobilnya.


Lalu kami semua bersiap - siap dan turun dari mobil Mily. Kami berjalan menuju kantin kampus dan langsung mencari tempat duduk. 


"Disitu aja yuk yang adem." Kata Mily sambil menunjuk ke arah kursi dan meja yang kosong.

__ADS_1


Aku, Sera, Mily dan Resty duduk di tempat itu.


"Siapa yang pesen nih?" Tanya Sera yang sambil membersihkan meja yang masih sedikit kotor dari bekasi orang makan.


"Gue aja deh sama Mily." Jawabku.


"Resty sama Sera mau pesen apa?" Tanyaku.


"Gue indomie goreng double, pake telur setengah mateng, pake sawi sama cabai rawit ya.." Jawab Sera.


"Gue indomie rebus rasa ayam bawang aja deh, pake telur sama sawi. Telurnya mateng yaaa.. Jangan pakai cabai." Jawab Resty. 


"Okee.. Minumnya?" Tanya Mily.


"Aku mau susu dancow dong. Kayak biasa." Jawab Sera.


"Aku air mineral gak dingin yaa Mi." Jawab Resty.


"Okeee..." Jawab Mily lalu pergi jalan menuju tempat pesanan bersamaku. 


"Ini si Resty tumben loh gak langsung pulang." Sahutku.


"Iyaaa gue nunggu nyokap balik. Katanya mau di jemput, yaudah sekalian aja nunggu." Jawab Resty sambil tersenyum.


"Iyaa yaa.. ini tumben yang lain udah pada balik. Si fily lagi jalan sama temen - temen SMAnya. Sissy sama Viana lagi latihan basket, Yanti, Aira sama Tami pada balik. Kita aja nih terjebak di dalam hujan." Jawab Mily.


"Sebentar lagi si Sera nih di jemput ayangnya...." Sahutku. 


"Lah si Rayn lagi di Jakarta Ser?" Tanya Mily.


"Iyaaa lagi main ke Jakarta, lagi libur dia sampe minggu. Minggu sore balik lagi ke Semarang." Jawab Sera.


Rayn adalah pacar Sera yang menempuh kuliah di Semarang. Mereka sudah berpacaran sejak SMP kelas 3, hubungan mereka sangat awet . Tapi sayang mereka berbeda agama, jadi belum jelas kemana ujung hubungan mereka. 

__ADS_1


"Enak yaa punya pacar." Jawabku dengan wajah sedih. 


"Yeee... Kangen lo sama Dhito?" Tanya Mily sambil meledek.


Makanan kami datang. 


"Yeayyy.. Udah makan dulu Ri, biar gak galau." Ledek Sera.


Resty hanya tersenyum mendengar ledekkan Mily dan Sera. Aku pun mengaduk - aduk mie lalu mulai memakannya. 


Rasanya seperti berbeda, aku seperti tidak ada yang memperhatikan. Tidak ada yang bisa aku marahi lagi dan... 


"Udah Ri, belajar lupain tuh si Dhito. Lagian kalo lo balikan lagi juga hubungan lo gak jelas kan." Sahut Mily saat sambil mengaduk - aduk mienya. 


Aku hanya diam dan tidak menjawab omongan Mily. 


"Lo udah berapa lama break sama si Dhito?" Tanya Mily sambil mengunyah Mienya. 


"Udah sebulan deh kayaknya Mil." Jawabku singkat.


"Tuhkan berhasil sebulan, kemarin kan tiap bulan lo putus gak lama balikan lagi." Jawab Mily.


"Iyaa jadi gue ngerasa ada yang beda aja ini." Jawabku sedih.


"Yaelah... Udahhh.. Lo emang sekarang udah ada rasa sama dia?" Tanya Sera sambil mengaduk - aduk minumannya. 


"Kayak gini loh, gue gak ada rasa sama dia nih. Tapi feel gue mengatakan gue harus kasih dia satu kesempatan lagi karna gue udah mulai ngerasa kehilangan dia kalo gak komunikasi sama dia." Jawabku sambil mengunyah.


"Berarti tanpa lo sadar yaa lo udah mulai ada rasa sama Dhito Ri.." Jawab Mily.


"Ini lo udah gak komunikasi sama Dhito emangnya?" Tanya Resty.


"Dia chat gue, tapi gak pernah gue bales. Karna gue takut nanti gue kasih harapan palsu sama dia Res." Jawabku.

__ADS_1


"Yaudah gini deh, lo ikutin kata hati lo mau kemana. Kalo lo masih mau kasih kesempatan yaaa kalian balikan lagi tapi kalo lo gak mau kasih dia kesempatan lagi, udah mending stop. Block semua sosmed dia, supaya dia gak bisa hubungin dan cari lo lagi Ri." Jawab Mily.


Lagi - lagi hatiku goyah karna pernyataan Mily, aku masih mau memberikan kesempatan untuk Dhito tapi apakah hubungan kami akan lebih baik setelah itu? 


__ADS_2