Terpaksa Cinta

Terpaksa Cinta
Bab 16. Break Lagi


__ADS_3

Hari Selasa, 9 april 2013. 


Kali ini aku menangis tersedu - sedu saat jam istirahat berlangsung. Langsung saja teman - teman dekatku semua menghampiriku. 


"Ri...Lo kenapa?" Tanya Sera yang langsung duduk di sebelahku.


"Gue jahat banget sama Dhito." Jawabku sambil terisak.


"Jahat kenapa?" Tanya Tami sambil mengusap - usap punggungku.


"Gue udah nyakitin dia..." Lalu aku menutup wajahku dengan kedua tanganku. 


"Ri. Lo tenang dulu deh..." Sahut Fily sambil memelukku. 


"Gak ada masalah yang gak bisa lo selesaiin. Pasti bisa Ri. Lo harus tenang dulu, jangan nangis gini ya." Timpal Sissy. 


"Udah mending lo tenang dulu yaa Ri, kita semua habis ini ke mobil gue. Biar ngobrol.." Kata Mily dengan bijak. 


Aku pun mengatur nafasku dan menahan tangisku semakin lagi, aku berusaha diam sejenak sampai akhirnya aku akan menangis di dalam mobil Mily dan Fily. 


"Ayo kita turun semua, lagian habis ini gak jadi ada kuliah kok." Kata Viana. 


Aku dan semua teman - teman dekatku yang kita sebut dengan nama FAMTOM, turun. Kami semua ber10. Diantaranya ada aku, Mily, Fily, Sera, Resty, Tami, Sissy, Viana, Aira dan Yanti. Kami mulai dekat setelah hari ulang tahun kedokteran kampus kami. Semua sudah aku ceritakan di novel sebelumnya. 


"Ayo semua masuk mobil gue, biar kita dengerin curhatan Riri." Kata Mily yang langsung membuka pintu mobil. 


Aku memposisikan tempat dudukku dan semua terdiam saat kami semua sudah masuk ke mobil Mily. Dan mereka semua menatapku, aku seperti terpojok.

__ADS_1


"Kalian kenapa ngeliatin gue gitu sih?" Tanyaku bingung.


"Yaudah sekarang lo ceritaaaa Ririi.." Jawab Sissy sambil menepuk pundakku.


"Aduhh sakit dodol. Iya iyaa sabar...Jadi gini ceritanya. Gue tuh tiba - tiba random gitu lagi chatan sama si Dhito tadi pagi. Yaa kayak biasa kita chat normal nanyain udah sarapan dan lain - lainlah. Terus tiba- tiba yaa gue minta break aja sama dia karna kayak masih bingung sama perasaan gue. Terus gue nangis deh.." Aku menjelaskan masih sambil meneteskan air mata.


"Ah lag lo lucu sih Ri, udah tau lo gak ada rasa sama si Dhito. Terus ngapain lo tetep pertahanin? Tujuan lo apa? Belajar mencintai dia?" Tanya Fily ketus. 


"Berharapnya gitu Fil." Jawabku pelan. 


"Gak bisa kalo dari diri lo aja gak mau Ri. Gue tau lo tuh gak mau sama dia..." 


Aku tertunduk dan diam. 


"Gue liat kok lo tuh setengah hati ngejalanin pacaran sama Dhito Dhito ini. 


"Ri..." Panggil Mily.


"Yaa gak bisa gitulah Ri, pacaran itu gak cuma dari satu pihak. Yaa dari dua - duanya... Kalo dia doang yang sayang sama lo dan lo gak yaaa gak bisa, nyiksa namanya." Sahut Mily dengan nada tinggi.


"Iyaa tadi pas gue ajak break juga dia gak mau sebenarnya, dia bingung kenapa gue sering ngajak dia udahan beberapa kali." 


"Ya lo tinggal to the point aja sih Ri." Sahut Yanti sambil terkekeh.


"Gue gak bisa Yan, sebelum jadi pacar gue tuh dia temennya temen gue dan dia baik banget orangnya. Gimana gue mau langsung to the point gitu. Nyakitin dia.."


"Lebih nyakitin lo pacaran sama dia tapi hatinya gak buat dia Ri." Jawab Fily ketus.

__ADS_1


Aku terdiam lagi.


"Udah deh gini. Sekarang Riri maunya gimana?" Tanya Tami.


"Nah ini kan lo udh terlanjur ngajak break Dhito. Terus habis ini mau lo langsung lepasin atau mau lo lanjutin lagi percintaan lo yang aneh ini Ri?" Tanya Fily. 


"Gue belum tau, gue masih butuh waktu banget. Yang terpenting sekarang gue gak mau dulu komunikasi sama dia karna guenya yang mau menjauh dari dia, gue berharapnya dengan berkali - kali break ini buat dia jenuh dan dia duluan yang mutusin gue."


"Jadi intinya lo maunya di putusin?" Tanya Mily.


"Iyaa... Kalo gue yang mutusin gue makin jahat sama dia kesannya." 


"Okee... Kalo dia gak mau putus - putus? Mau tetep jalan terus?" 


"Pasti dia jera kok lama kelamaan." Jawabku yakin.


"Belum tentu Ri, makanya lo harus pikirin segala kemungkinan." Jawab Mily.


Resty, Sera, Viana dan Aira hanya diam dan menyimak pembicaraan ini semua tanoa memberi saran. Karna mereka adalah sahabat - sahabatku yang sulit memberikan saran. 


"Yaudah mau gak mau harus gue putusin." Jawabku singkat.


"Yaiyalaahhh.. Mau sampe kapan jugaa lo maunya yang di putusin kalo nyatanya ini cowok lo cinta banget sama lo. Ya susah Ri." Jawab Mily.


"Udah? Lo jangan nangis lagi, mending sekarang kita makan yukkkk. Kan udah selesai kuliah hari ini. Kita makan yuk keluar..." Sahut Mily.


"Yeeeeaaay makan - makan di traktir Mily..." Sahut Sera.

__ADS_1


"Yeee enak aja lo! Bayar sendiri - sendiri! Udah kita makan nasi padang aja yuk yang deket. Enak lagi." Jawab Mily lagi. 


Aku terus membaca isi chat BBM Dhito, rasanya jahat sekali aku mengatakan "Dhit, aku kayaknya lagi males deh sama kamu. Kita udahan dulu ya. Capek. Masing - masing dulu ya.." Dia hanya membalas "Lagi? Kamu kenapa?" Lalu aku menghilang dan tidak mengabari dia lagi sampai lama sekali. Terkadang aku bingung saat bersamanya hatiku mau di bawa kemana. Bahkan aku sudah berusaha mencintainya pun tidak bisa juga. Sekuat tenaga aku belajar jatuh cinta dengan Dhito, tapi selalu gagal. 


__ADS_2