
Sudah lebih dari sebulan aku dekat dengan Dhito, kalau ditanya gimana perasaanku? Apakah masih sama? Atau sudah ada rasa sayang? Jujur untuk saat ini rasaku masih sekedar nyaman, tidak ada perubahan. Tapi kali ini aku harus terpaksa berbohong dengan Dhito. Aku tidak mungkin terus - terussan membuat dia menunggu, aku mau memberikan dia kesempatan untuk berpacaran denganku. Mungkin dengan kita mengganti status kita menjadi berpacaran aku bisa mulai menyukai Dhito lalu berubah sayang.
"Dhit, lagi dimana?" Aku mengirimkan chat di BBM.
"Masih di kantor nih Ri, lagi lembur. Kenapa?" Dhito dengan cepat membalas pesanku.
"Udah mau akhir bulan jadi lembur yaa Dhit.."
"Hahaha iya nih kayaknya tiap akhir bulan lembur. Lo dimana Ri?"
"Gue udah di rumah kok.."
"Tumben banget chat duluan nih."
"Gapapa lagi pengen chat lo aja.."
"Oh iyaa Ri, gak berasa bulan ini udah mau selesai loh. Kayaknya hari ini gue mau menyatakan perasaan gue lagi deh sama lo. Gue malah makin sayang nih sama lo, perasaan lo sekarang gimana Ri ke gue?"
"Hahaha ini langsung aja yaa nembak ke gue lagi... Gak ada basa - basi dulu apa??"
"Karna kan gue udah ngomong sebelumnya sama lo Ri, jadi untuk kali ini gue harus langsung to the point sama lo. Jadi gimana?"
"Hmmm... Sebelumnya makasih banyak yaa Dhit lo masih terus mau berusaha buat deketin gue dan semakin sayang sama gue... Gue beruntung banget kenal cowok kayak lo yang baik, cuma yang buat gue ngeganjal adalah gue gak suka lo perokok berat. Mungkin itu yang buat gue susah buat ada rasa sama lo, tapi gue udah mulai suka sama lo kok karna sikap lo. Gue mau pacaran sama lo tapi lo harus bisa mulai kurangi rokok lo. Kalo lo sayang sama gue, minimal lo sayangi diri lo sendiri dengan kurangi merokok Dhit. Ya gue gak akan maksa lo langsung berhenti kok, minimal seminggu sekali kurangi satu batang rokok. Bisa?"
__ADS_1
"Makasih sebelumnya yaa Ri lo udah kasih gue kesempatan untuk jadi pacar lo. Jujur gue seneng banget bacanya dan untuk rokok gue bakal berusaha kok untuk mengurangi rokok gue juga pengen berhenti kok Ri... Bantu gue buat ingetin gue yaa Ri."
"Iyaa sama - sama Dhit, dan inget.. Kalo jalan sama gue jangan pernah lo ngerokok di depan gue ya.."
"Iyaa sayang aku... hehehe udah boleh kan manggil sayang?"
"Hahaha gercep banget emang si kapten nih..."
"Kok Kapten?"
"Iyaa Kamu kan suka main futsal, terus kamu kan kiper yaudah aku panggil kamu kapten yaa.."
"Hahaha bisa aja kamu... Kapten kamu doang kan?"
"Iyaa Kapten aku.."
"Iyaa kamu semangat yaa lemburnya, jangan kebanyakan rokoknyaa inget... Iyaa ini aku mau makan kok."
Tepat tanggal 26 Januari 2013 aku dan Dhito resmi berpacaran.
***
"Selamat pagi sayang..." Pagi ini Dhito mengirimkan chat BBM.
__ADS_1
"Pagi sayang... Tumben udah bangun hari libur."
"Iyaa aku tadi habis nganterin mama ke salon, soalnya gak ada yang anterin mama tadi ke salon."
"Oh pantesan, tapi kan semalem kamu habis lembur. Gak ngantuk?"
"Masih ngantuk sih ini, ini aku lagi rebahan hehehe... Kamu lagi apa sayang?"
"Yaudah tidur lah sayang. Aku lagi mau beres - beres rumah."
Dhito tidak langsung membalas pesanku karna ternyata dia tertidur. Dia baru membalas pesanku lagi setelah dia bangun.
"Sayang... maafin aku yaa, aku ketiduran tadi..."
"Iyaa gapapa sayang, tau kok aku."
"Iyaa ngantuk banget... Kamu masih beres - beres?"
"Udah mau selesai sih, kamu makan dulu gih. Pasti belum makan kan tadi?"
"Iyaa ini mau makan kok, aku mau beli makan ke depan. Mau beli sekalian makan siang nih hahaha.."
"Iyalaah udah jam segini.. Yaudah sana."
__ADS_1
"Yaudah aku cari makan dulu yaa sayang. Sebentar ya..."
Kalau ditanya bagaimana perasaanku... datar. Tidak menggebu - gebu saat pertama kali seperti dulu pertama kali aku berpacaran dengan Yori. Aku membalas yaa apa yang semestinya saja seperti pasangan kebanyakan, aku jahat iya... jahat sekali dengan Dhito. Walaupun dia sudah baik tapi aku masih tetap tidak bisa menumbuhkan rasa sayang kepadanya. Aku tidak tau akankah aku bertahan dengan perasaan seperti ini.