Terpaksa Cinta

Terpaksa Cinta
Bab 22. Ulang Tahun Dhito


__ADS_3

Tepat pukul 00.00 WIB tanggal 25 Juni 2013, aku mengucapkan ulang tahun melalui voice notes untuk Dhito. Aku senang Dhito langsung cepat menjawabnya.


"Terimakasih banyak yaa Ri, aku seneng banget kamu tengah malem gini masih bangun buat ngucapin aku ulang tahun. Suara kamu bagus yaa Ri." 


"Sama - sama Dhit. Kamu kan juga kemarin ngucapin aku pas tengah malem. Jadi biar impas."


"Hahaha gitu ya? Kamu tidur gih, udah malem loh." 


"Iyaa aku jadi kebiasaan nih tidur malem karna libur." 


"Jangan sering begadang dong, nanti kamu sakit. Yaudah sana istirahat."


"Iyaa Dhit, ini aku paksa tidur. Duluan yaa..."


"Iyaa aku juga mau tidur kok." 


***


Hari ini Sabtu, 29 Juni 2013. Aku, Wina dan Mytha sudah janji untuk menonton film Reza di bioskop. Jangan tanya kenapa sepupuku Wina dan sahabatku Mytha menjadi akrab. Karna urusanku dengan Dhito mereka akhirnya menjadi kenal dekat juga.


"Gila gue deg deggan banget siih nonton Reza.." Jawabku sambil melompat - lompat kegirangan.


"Rii.. Jangan gitu ah nanti lo jatuh. Heboh banget ini anak." Sahut Mytha. 


"Emang ini anak, kayaknya hari ini senengnya double deh. Soalnya mau ketemu Dhito jugaa..." Ledek Wina. 


"Ih apasih kaliann.." Sahutku dengan senyum malu.


Wina dan Mytha hanya tertawa lepas saat melihatku seperti itu tingkahnya. 


Sepanjang film Reza, aku hanya terus tersenyum melihatnya. Selalu berkhayal kalau bisa bertemu dengannya suatu saat nanti. 


"Ahelah filmnya sedih banget, bikin nangis." Jawab Wina saat keluar dari bioskop.

__ADS_1


"Iyaa... Si Reza mainnya lucu yaa.." Sahut Mytha.


"Eh cowok gue itu, udah deh kalian nih. Keren kan mainnya dia, gak nyesel sih gue nonton filmnya. Mana cocok banget sama ceweknya itu duhh.." Sahutku sambil tersenyum.


"Udah lo mah cowoknya Dhito aja kali." Ledek Wina.


"Hahaha... Eh ini kita mau beli kue dimana?" Tanya Mytha.


"Beli kue di lantai paling bawah aja, kan ada tuh yang jualan. Lo mau ikut patungan juga atau gak Win?" Sahutku.


"Ih gak ah, urusan lo aja Dhito. Ngapain gue patungan beli kue dia hahaha..."


"Yaudah gue aja sama Mytha berarti. Dhito sukanya apa yah..?" 


"Elu lah Ri." Ledek Mytha dan Wina bersamaan.


"Yee serius gue ah, lo pada mah malah ngeledekkin gue aja. Maksudnya dia suka kue cokelat atau keju gitu loh."


"Ohhhh... Ngomong yang jelas dong Ri..." Sahut Wina.


"Udah.. udah yaa...Ini masih mau ngeledekkin gue atau mau cari nih kuenya serius. Keburu malem, gue gak mungkin pulangin Wina sampe malem Myth."


"Iyaa iyaa yaudah, Dhito mah apa aja suka dia.. Atau yang buah - buahan aja kuenya." Jawab Mytha.


"Okee, enak sih kalo ada buahnya fresh yaa.." Jawabku.


Aku pun memilih kue yang banyak buahnya, dan ukurannya yang sedang. Karna saat itu waktu sudah mulai malam. Setelah kami membeli kuenya lalu kami pun pulang ke arah rumah Mytha. Mytha pun mulai menghubungi teman - temannya yang ada di komplek. Ternyata Mytha meminta teman - temannya membawa Dhito ke lapangan depan mereka suka nongkrong di kompleknya. Kami pun segera menyusun rencana.


"Nanti Mytha, ke lapangan duluan yaa.." Kata Ku saat di dalam angkot.


Sesampainya di depan komplek rumah Mytha dan Dhito, aku, Mytha dan Wina naik ojek untuk masuk ke dalam rumah Mytha. Dan aku berharap tidak bertemu atau papasan dengan Dhito. 


"Aku ke lapangan duluan yaa.." Jawab Mytha.

__ADS_1


"Berarti nanti gue sama Riri keluar bareng yaa, kasih aba - aba Myth." Kata WIna sambil sibuk membuka lilin kue untuk Dhito. 


"Oh iyaa Myth, ada korek api gak?" Tanyaku yang sedang sibuk membuka kotak kuenya. 


"Oh ada kok, sebentar aku ambil dulu di dalem rumah yaa.." Jawab Mytha yang langsung masuk ke dalam rumahnya.


"Duh gue yang deg - deggan deh Ri." Sahut Wina.


"Kenapa jadi lo yang deg - deggan Win?" Tanyaku sambil tersenyum.


"Kayaknya ada yang bakal balikan gitu gak sih hari ini?" Ledek Wina.


"Ini Ri.." Tiba - tiba Mytha datang membawakan korek apinya. 


"Makasih yaa Myth." Jawabku sambil tersenyum.


"Yaudah aku ke depan duluan yaa.. Kalian nanti jalan pas gue udah di lapangan yaa.. Nanti gue kasih aba - aba chat ke Wina aja yaa..." Kata Mytha.


"Okee siap." Jawabku dan Wina serempak.


Mytha pun pergi ke arah lapangan meninggalkanku dan Wina, disana sudah ada Dhito dan beberapa teman - temannya. Semua teman - teman Mytha dan Dhito baik karna sudah mau membantu ku untuk memberikan surprise ulang tahun untuk Dhito. 


Tak lama Mytha mengirimkan pesan kepada Wina, "Sekarang Ri. Ini Mytha udah ngechat gue." 


Aku dan Wina pun segera berjalan mengendap - ngendap supaya tidak terlihat Dhito. Tampak semua teman - temannya seperti mengalihkan agar dia tidak melihat kearahku dan Wina. Saat sudah mulai dekat dengan Dhito, aku menyalakan lilinnya. 


Serempak saja saat kakiku melangkah hanya 10 langkah lagi semua menyanyikan lagu Happy Birthday.


"HAPPY BIRTHDAY TO YOU....HAPPY BIRTHDAY TO YOU....HAPPY BIRTHDAY....HAPPY BIRTHDAY....HAPPY BIRTHDAY TO YOU..." Semua bersorak bernyanyi bersama.


Tampak wajah Dhito bingung, senang dan malu. Semua pun heboh menggo Dhito karna di datangi oleh ku dan memberikan surprise ulang tahun.


"Selamat Ulang tahun yaa Dhit..." Jawabku yang langsung memberikan kuenya untuk segera di tiup lilinnya.

__ADS_1


Dhito pun meniup lilinnya, "Terima kasih yaa Ri..." Kata Dhito sambil tersipu malu.


Aku ikut senang saat melihat Dhito begitu bahagianya diberikan surprise dariku. 


__ADS_2