
"Kamu seneng gak kemarin bisa ketemu aku?" Tanyaku di chat BBM.
"Seneng banget laah Sayang... Kamu?" Balas Dhito dengan cepat.
"Seneng kok Dhit." Jawabku singkat.
"Kamu lagi apa sayang?" Tanya Dhito.
"Lagi istirahat ini Dhit. Nanti jam 1 ada kuliah lagi, Kamu?"
"Sama dong...Terus kamu istirahatnya ngapain?"
"Ngobrol aja sama temen - temen aku Dhit."
"Oh gitu. Yaudah kamu mau lanjutin ngobrol sama temen - temen kamu dulu?"
"Sambil kok. Dhit, maaf yaa aku susah banget ketemu kamu, jadi kita cuma seringnya chat BBM gini aja. Gapapa kan kalo kita jarang ketemu?"
"Yaudah.. Gapapa kok Ri... Yang penting kita jaga komunikasi aja aku udah seneng kok."
"Makasih yaa Dhit, kamu udah mau ngertiin."
"Iyaa sama - sama Sayang. Namanya pasangan kan harus saling mengerti Sayang, nanti kalo ada waktunya juga kita ketemu. Kayak kemarin kan di rumah Wina kita ketemu dan ngobrol lama. Aku seneng loh...."
__ADS_1
"Iyaa Dhit. Makasih yaa sekali lagi."
Hari - hari ku berkomunikasi dengan Dhito yaa hanya dengan via chat BBM dan yahoo messenger saja. Dan sejujurnya aku sendiri yang selalu menghindar jika Dhito mengajak ketemuan berdua. Aku masih terpaksa menjalani hubungan dengannya. Sayangku hanya sebatas kasihan dan baik saja. Maaf Dhito.
***
"Tiap hari gue liat lo sibuk banget deh pegang HP. Lagi asik pacaran banget ya?" Tanya Fily sambil meledek.
"Hahahaha iya yaa gue sibuk banget pegang HP? Yaa mau gimana Fil, soalnya gue pacaran emang cuma chat doang. Jarang ketemu." Jawabku terkekeh.
"Ya ketemuan lah, masa pacaran chattingan doang."
"Jujur, gue gak mau Fil."
"Kasihan. Gue kasihan sama dia Fil dan juga dia baik, makanya gue mau jadi pacarnya."
"Wah asli gila sih lo Ri. Kasian anak orang coy.. Kalo kayak gitu mending gak usah pacaran dodol! Ih kacau lo.."
"Eh ada apaansih?" Tanya Sera yang tiba - tiba mengejutkanku dan Fily.
"Ahelah lo Ser, ngagetin gue aja." Jawab Fily sambil menepuk - nempuk dadanya.
"Tau nih ih." Sahutku yang sambil menjambak rambut Sera dengan pelan.
__ADS_1
"Aww sakit Ri. Lagian lo berdua serius bangetsih, gue kan kepo." Jawab Sera yang langsung duduk di sebelahku.
"Tanya nih sama temen lo Ser. Gak ngerti gue sama jalan pikirannya." Sahut Fily lalu dia sibuk memainkan HPnya.
"Eh kenapa sih Ri?" Tanya Sera berbisik.
"Fily kayaknya marah deh sama gue..." Bisikku ke Sera.
"Kenapa?" Tanya Sera lagi sambil berbisik dan menatapku.
"Udah Ri, pokoknya lo jangan bertahan hanya karna lo kasihan. Lo nyakitin diri sendiri, nyakitin dia juga." Sahut Fily lalu dia berdiri dari tempat duduknya dan pergi meninggalkanku dan Sera.
"Hmmmm Dhito?" Tanya Sera langsung paham.
Aku hanya mengangguk dan menunduk.
"Yaudah, mending lo pikirin tuh kata Fily baik - baik. Ada benernya juga sih. Daripada lo kayak kasih dia harapan terus gak jelas mending udahan." Jelas Sera.
"Lo pasti habis di omelin sama Fily? Hahahaha makanya batu sih Lo Ri gue bilangin." Sahut Mily yang menghampiriku.
Aku menoleh. "Gue salah yaa Mil?"
"Ya Lo pikirin aja deh. Kita sebagai sahabat - sahabat Lo cuma mengingatkan aja yaaa Ri. Kalo Lo gak mau dengerin yaa kembali lagi ke Lo apa alasannya, tapi kalo Lo nurutin yaa Alhamdulillah ya. Karna menurut kita nih Lo tuh udah salah giniin Dhito. Kasian Ri." Jawab Mily yang lagi - lagi menasehati ku.
__ADS_1
Lagi - lagi aku ragu untuk melepaskannya atau tidak. Hari - hari ku berpacaran dengan Dhito seakan tidak bermakna karna hatiku yang sulit mencintainya dengan tulus.