Terpaksa Cinta

Terpaksa Cinta
Bab 53. Senang


__ADS_3

"Kamu mau ada yang di beli gak nanti pas nonton?" Tanya Dhito.


"Gak deh kayaknya..." Jawabku singkat.


"Gak mau beli popcorn? Atau minuman?"


"Gak Dhit."


"Nanti kamu bosen loh di dalem gak ngemil. Aku beliin aja yaa nanti.." 


"Ih gak usah..."


"Udah yuk kita ke bioskop sekarang. Aku ke kasir dulu..."


"Iyaa... Gue tunggu di depan ya...." Aku berdiri dan berjalan keluar resto.


"Iyaa..." Jawab Dhito lalu langsung ke kasir.


Aku menunggu Dhito sembari memainkan ponsel dan sesekali menoleh ke arahnya.


"Yuk.." Dhito datang lalu berdiri di sampingku.


Aku mengangguk dan kira jalan berdampingan sampai masuk ke dalam bioskop.


"Kamu mau apa? Popcorn atau cemilan lainnya? Minumnya mau apa?" Tanya Dhito.


"Ih dibilangin gak usah loh."


"Udah, aku juga mau beli."


"Ih Dhito ini. Yaudah guee popcorn aja.. Minumnya es milo aja."


"Yaudah.. Mau yang gede popcornya?"


"Ya terserah, bebas mau yang mana aja..."


"Okee.. Tunggu sebentar yaa..."


"Iyaa.."


"Eh popcornya mau yang asin atau yang manis Ri?"


"Campur aja Dhit."

__ADS_1


"Oke."


Setelah membeli popcorn dan minuman, masih ada waktu 30 menit lagi untuk filmnya di mulai. Aku dan Dhito duduk di depan studio bioskop, Dhito tak ada hentinya menggerak - gerakkan kakinya seperti gelisah.


"Kenapa Dhit?" 


"Gapapa.." Jawabnya singkat.


"Ada yang mau di omongin ya?" Tanyaku to the point.


"Hah? Oh ngg ngg gak kok Ri.. Eh studionya udah buka, Kita masuk yuk.." Ajak Dhito.


Aku pun mengangguk dan berdiri dari tempat duduk.


Lalu kita pun masuk dan menonton filmnya. Selama film berjalan, Dhito dana ku hanya fokus dengan film. Tapi sesekali Dhito menatapku dan merasakannya itu. Sampai akhirnya film selesai, saat keluar dari bioskop Dhito langsung menggenggam tanganku.


"Ri, maaf yaa aku harus gandeng tangan kamu. Soalnya penuh orang keluar dari bioskop."


"Hahahaha terus apa hubungannya?" Tanyaku sambil tertawa.


"Yaa nanti kamu hilang.." Jawab Dhito serius.


"Hahaha eh emangnya aku anak kecil? Ada - ada aja deh..." Aku masih terus tertawa.


"Mau makan lagi?" 


"Iyaaa lah... Kan udah malem. Tadi kan makan siang.."


"Makan di luar Mall aja yang pasti. Makannya searah deket rumah aja deh.. Biar gak kemaleman Dhit."


"Yaudah kalo gitu."


Aku dan Dhito langsung ke arah parkiran motor. Kami pun segera berangkat mencari makan dekat rumah.


"Ada pecel lele enak loh deket rumahku. Kamu mau gak?" Tanya Dhito saat di perjalanan.


"Boleh.." Jawabku singkat.


"Okee.."


Saat sampai tempat makan, Dhito menurunkan ku dulu lalu dia parkir.


"Kamu masuk duluan yaa.." Jawab Dhito.

__ADS_1


"Iya.." Aku langsung masuk dan duduk.


Setelah parkir, Dhito langsung masuk dan duduk di sebelahku. 


"Kamu udah pesen?" Tanya Dhito.


"Belum... Nungguin Lo lah. Baru pesen.."


"Yaudah, kamu mau ayam goreng atau lele goreng? Terus kamu nasinya mau nasi biasa atau nasi uduk?"


"Aku mau Lele aja deh, nasinya uduk."


"Mau pakai tahu sama tempe?"


"Boleh deh.."


"Yaudah kamu tunggu sini sebentar yaa..." Dhito pun pergi memesan makanan.


Aku hanya mengangguk. 


"Kamu gapapa kan yaa makan di pinggir jalan gini?" Tanya Dhito saat kembali duduk di sebelahku.


"Yaa gapapa lah... Aku sering kok makan di pinggir jalan gini." Jawabku sambil tersenyum.


"Okee kalo gitu... Pecel lele disini tuh enak. Aku biasa makan disini sama temen - temen aku." 


"Oh iya? Coba kita buktikan yaa.." 


Tak lama makanan yang Aku dan Dhito pesan datang.


"Cobain yaa.. Enak.."Kata Dhito.


Aku mengangguk saat suapan pertama dan aku asik menikmati makanan sampai habis.


"Iya enak Dhit." 


"Iya kann.. Kalo kamu mau makan disini lagi kamu bilang aja sama aku yaa.." 


"Kok harus bilang sama Lo?"


"Iyaa kalo kamu makannya sama aku biasanya di diskon sama ibunya, karena ibunya udah kenal sama aku."


"Hahahaha oh gitu.. Oke okee.."

__ADS_1


Hari itu memang menyenangkan untukku, aku merasa Dhito dengan santai menghadapiku. Walaupun beberapa kali ku lihat dia sedikit gugup tapi dia selalu berusaha untuk tetap kalem saat ngobrol berdua denganku. Aku cukup senang hari itu, bahkan Dhito tidak merokok sama sekali saat jalan seharian denganku. 


__ADS_2