
Hari ini, tepat tanggal 29 Juni 2013. Kali ini aku senang sekali bisa memberikan surprise untuk Dhito. Setelah potong kue, Dhito langsung mengajakku ke rumahnya.
"Aku gak nyangka loh kamu bisa kasih surprise sama aku kayak gini. Bener - bener kaget.. Makasih ya Ri..." Kata Dhito sambil tersenyum malu.
"Makasihnya sama Riri doang nih? Gue sama Mytha juga kalii bantuin Riri.. Terus ini temen - temen lo yang lainnya juga ngebantuin kalii.." Ledek Wina.
"Iyaa makasih juga yaa buat kalian semua..." Kata Dhito sambil menaikkan nada suara.
"Eh ini kuenya kamu bawa aja ke rumah yaa.. Kan ada adik - adik kamu." Jawabku sambil menutup dus kuenya lagi.
"Iyaa kita udah pada kenyang Ka, lo bawa pulang aja." Sahut Wina.
"Hmm oh iya, kalo gitu aku anterin kue dulu ke rumah ya.. Takut leleh ini diluar terus, harus simpen di kulkas kan?"
"Yaudah sana pulang.. Kita balik juga ya Ri..." Kata Wina sambil menarik tanganku.
"Hmmm Win, boleh gak gue bawa Riri ke rumah sebentar. Please.." Kata Dhito seperti memohon.
"Duuuhh... Yaudah deh gue kasih kesempatan nih, tapi jangan lama - lama. Nanti gue di cariin mak bapak gue nih. Bapak gue galak.." Jawan Wina.
"Iyaaa, janji sebentar aja. Rumah gue deket juga dari sini, lo tunggu di rumah Mytha deh ya..."
Aku pun ikut dengan Dhito ke rumahnya dan bertemu dengan Mama, Papa dan beberapa adik - adiknya.
"Assalamualaikum.." Sapa Dhito melewati seorang bapak - bapak yang duduk di depan gang.
"Walaikumsalam." Jawab Bapak itu.
"Pa.. kenalin ini namanya Riri.." Kata Dhito yang langsung mengenalkanku.
"Selamat Malam Om.." Sapaku sambil tersenyum dan salim dengan Papanya.
"Malam... Iyaa Ri... Saya Papanya Dhito."
"Oh iyaa om hehehehe.." Jawabku sambil tersenyum kecil.
"Mama di dalem rumah kan Pa?" Tanya Dhito.
"Iyaa lagi nyusuin si Celia tadi." Jawab Papanya Dhito yang sambil menghisap rokok.
"Yaudah aku masuk ya Pa..." Kata Dhito.
"Permisi yaa Om.."
Papa Dhito hanya mengangguk dan tersenyum, aku dan Dhito pun masuk ke dalam rumahnya.
"Assalamualaikum Ma.." Sapa Dhito.
__ADS_1
"Assalamualaikum Tante.." Sapaku yang sambil tersenyum.
"Walaikumsalam.. Eh Dhito udah pulang?" Jawab Mama Dhito yang langsung bangun dari kasur karna sedang menyusui adiknya yang paling kecil.
"Ini siapa Dhit?" Tanya Mamanya sambil melihat terus kearahku.
"Saya Riri tante.." Jawabku sembari salim dengan Mamanya Dhito.
"Oh ini yang namanya Riri... Dhito sering cerita sama tante... Kamu anak kedokteran ya?"
"Iya tante hehehe.."
"Kapan mau main ke salon tante?"
"Iyaa tante, masih belum sempet ini waktunya..." Jawabku sambil menggaruk kepala.
"Iyaa kapan kosongnya aja Ri..." Jawab Mama Dhito sambil tersenyum.
"Ini si Riri bawain kue Ma, tadi kasih surprise ulang tahun aku.." Kata Dhito.
"Yaampun kok repot - repot banget sih.. terimakasih yaa..."
"Iyaa tante sama - sama.. Gak repot kok.."
"Eh Riri mau minum apa? Dhit, ambilin minum kek atau beli sana di warung.."
"Iya Ma... Ini udah malem, Riri gak boleh pulang malem - malem soalnya..." Sahut Dhito.
"Oh yaudah... Terimakasih sekali lagi yaa Ri..."
"Iyaa tante sama - sama... Mari saya pulang dulu yaa. Assalamualaikum tante.."
"Iyaa Walaikumsalam... Hati - hati yaa..."
Aku dan Dhito berjalan dengan motor maticnya kearah rumah Mytha, si Wina sudah melipat tangannya saat menunggu kami datang.
"Hmm sebentar yaa katanya..."Sahut Wina.
"Sori deh, namanya juga diajak ngobrol dulu sama nyokap gue Win..." Kata Dhito sambil menggaruk kepalanya.
"Yaudah yuk Win. Sebentar gue keluarin motor gue dulu yaa..." Aku langsung bergegas mengeluarkan motor.
"Eh katanya ada yang mau menyampaikan sesuatu nih.." Sahut Wina.
"Siapa?" Tanyaku sambil mengeluarkan motor dari garasi rumah Mytha.
"Ngomong dong lo Ka.. Masa gue yang ngomong sama Riri..." Kata Wina sambil mencolek tangan Dhito.
__ADS_1
"Mungkin dia malu kali Win ada kita soalnya..." Sahut Mytha.
"Oh iya kali yaa.. Gue pulang duluan aja kali yaa... Mana baju bisa samaan gini sih tulisannya jogja.. Janjian lo berdua ya?" Ledek Wina.
"Iyaa gue juga kaget sih ini bisa samaan gini.. Ih ya mana ada gue janjian sama Dhito... Hahahaha." Jawab ku sambil terkekeh.
"Ka.. Buruan.. Gue mau balik nih..." Sahut Wina lagi.
"Tau nih, udah malem Dhit.. Kasihan nanti mereka di marahin sama Mama Papanya.." Sahut Mytha seperti menekan.
"Yaudah yaudah... Hmmm Ri, sebelum kamu pulang. Aku mau bilang makasih sama kamu karna udah kasih surprise ini ke aku ya.. Aku gak nyangka kamu bisa ada niat mau kasih surprise ini ke aku...." Kata Dhito sambil menarik nafas.
"Udah Ka... Basa - basi mulu deh.." Sahut Wina.
"Iyaa sama - sama Dhit." Jawabku singkat.
"Jadi gini Ri, kalo boleh aku mau ngomong hmmm... gini.... kamu mau gak... kita mulai lagi?" Dhito terlihat gugup dan sibuk memainkan kunci motornya.
"Maksudnya apasih?" Tanyaku bingung.
"To the point aja sih Kaa.... Ih gue geregetan sih... Udah intinya dia mau ngajak lo balikan Ri..." Sahut Wina sambil mencubit tangan Dhito.
"Aw. Sakit Win.." Teriak Dhito.
Mytha tertawa terbahak - bahak melihat kelucuan malam itu, waktu sudah menunjukkan pukul 11 malam tapi kita masih terus berbincang - bincang di depan rumah Mytha.
"Ohh.. Yang jelas dong ngomongnya dari tadi Dhit. Yaudah... Kita mulai lagi yaa.." Jawabku santai.
"Dih... Cepet banget jawabnya..." Sahut Wina.
"Ih udah malem... Yaa gue mau kasih dia kesempatan yaudah apa lagi?" Kata ku sambil menyalakan mesin motorku.
"Jadi? Kita balikan nih?" Tanya Dhito sambil tersenyum lebar.
"Iyaaa Dhito sayangggg..." Jawabku sambil tersenyum dan memegang pipinya.
"Aduuuh Myth, kita jadi nyamuuuuukkkk.." Jawab Mytha.
"Hahaha udah yaa clear.. Gak kepikiran lagi kan Dhit?" Sahut Mytha.
"Yaudah ah balik, udah selesai urusan." Jawab Wina.
"Yaudah aku pulang yaa Dhit, makasih yaa Myth udah numpangin motor gue disini.." Jawabku.
"Iyaa nanti kalo udah sampai rumah kabarin aku yaa..." Kata Dhito sambil tersenyum.
"Yaudah... iyaa dahh..."
__ADS_1
Aku dan Wina pun segera pulang karna sudah terlalu larut malam. Ya hari itu aku kembali bersama lagi dengan Dhito.