
"Ini kita udah gak ada kuliah lagi kan?" Tanya Resty.
"Belum tau Res, soalnya kan kabarnya mau ada kuliah lagi tapi belum jelas. Daripada daripada mending kita nunggu aja dulu deh..." Jawab Sera.
"Iya juga sih yaa...." Jawab Resty.
"Resty pasti mau cepet - cepet pulang deh." Sahut Fily.
"Hehehe iya nih..." Jawab Resty sambil terkekeh.
Dari kami ber 10 memang Resty paling malas jika diajak jalan atau sekedar nongkrong di kampus. Dia lebih memilih langsung pulang jika kegiatan dari kampus sudah selesai. Di rumah dia asik dengan dunianya sendiri dengan menonton drama korea ataupun drama china.
"Gue pengen gorengan deh, ada yang mau?" Timpalku karena aku tiba - tiba lapar.
"Emang udah jualan jam segini Ri?" Tanya Fily.
"Udah sih biasanya, jam 4 udah di depan abangnya." Jawabku.
"Duh gorengan terus bisa bengkak nih gue...." Sahut Mily.
"Hahaha emang dari kemarin kita makan gorengan Mil?" Tanyaku.
"Gueeee yang makan gorengan terus, kalo di rumah juga suka beli hahahaha...." Jawab Mily sambil tertawa terbahak - bahak.
"Lo dari kemarin jajan gorengan Mil? Kok gue gak tau??" Tanya Fily.
"Yaa gue diem - diem lah hahahaha..." Jawab Mily tertawa.
"Ih di marahin Mama sama Papa loh kalo ketauan." Kata Fily kesal.
"Jangan bilang - bilang lahhh lu mah gak bisa diajak kerjasama Fil.." Jawab Mily.
"Ya lo kalo tiap hari gue bilangin lah. Lo juga kan yang tiap malam makan mie instan?" Kata Fily dengan wajah menyindir.
"Hahahaha kok lo tau sih? Tapi adik - adik lo yang lain juga pada makan mie instan yaaa Fil. Bukan gue doang, mereka minta bikinin." Jawab Mily menjelaskan.
"Duhh ribut lagi deh ah..." Sahut Sera.
"Udah ah gue mau beli gorengan. Siapa yang mau nitip?" Aku langsung membuka pintu mobil.
"Udah beli aja 20 ribu Ri.. Campur. Nanti kita makan bareng - bareng." Jawab Mily.
"Yaudah, campur yaa..." Jawabku lalu turun dari mobil.
"Ikuut Ri..." Sahut Sera.
Sera ikut menemaniku membeli gorengan, saat aku jalan ke depan kita berpapasan dengan salah satu teman Gaga dia adalah Adam cowok yang sedang dekat dengan Fily.
__ADS_1
"Ri... Gue boleh ngobrol sebentar gak sama lo?" Tanya Adam.
"Mau ngapain lo?" Tanya Sera ketus.
"Yaelah Ser, kok lo yang jawab sih? Galak amat..." Kata Adam.
"Yaa lo lagian mau ngomong apa sama Riri?" Tanya Sera lagi.
"Mau bahas Gaga?" Tanyaku to the point.
"Hmm..." Jawab Adam bergumam.
"Yaudah mau ngomong apa?" Tanyaku lagi.
"Sorry yaa Ri, Gaga udah jahat sama lo. Karena Gaga lo jadi patah hati." Kata Adam seperti wajah menyesal.
"Lo ngomong apaansih Dam? Siapa yang patah hati?" Tanyaku sambil mengerutkan dahi.
"Tuhkan.. Lo jangan terlalu nutupin gitu laah Ri.. Makanya gue minta maaf ini sebagai sohibnya dia." Jawab Adam.
"Eh... Kalo ngomong tuh jangan sembarangan yaa Dam... Riri tuh gak patah hati gara - gara temen lo. Temen lo aja tuh kepedean. Lagian lo denger berita itu dari siapa sih? Ngarang banget." Sahut Sera kesal.
"Eh gue gak ngarang yaa Ser, gue denger sendiri dari orangnya." Jawab Adam.
"Dari Gaga?" Tanyaku ketus.
"Tapi lo jangan marah yaa Ri..." Kata Adam.
"Serr.. Udah ah." Aku berusaha menenangkan Sera.
"Eh tunggu - tunggu. Serius lo gak galau Ri? Tapi Gaga bilang lo tuh sedih banget karena kalian gak sampai jadian. Karena si Gaga ngilang tiba - tiba. Jadi lo ngerasa dia PHP-in Lo." Jawab Adam.
"Yaampunnnnn itu cowok yaa... Cukup tau sih gue dia sebarin kabar gak bener gitu. Kasih tau sama sohib lo itu yaa Dam... Gue gak merasa di PHP-in dia dan gue gak patah hati karena dia! Gue malah seneng kalo gak jadi sama dia tau gak! Hahahaha...." Jawabku kesal.
"Udah ah Ri, pergi aja yuk. Kesel gue lama - lama disini." Kata Sera langsung menarik tanganku.
Aku dan Sera segera pergi meninggalkan Adam sendirian dengan penuh kesal karena kata - katanya.
"Sebel banget gue sama Gaga.." Aku menggerutu saat berjalan ke arah tukang gorengan.
"Udah lah Ri, udah jelas dia sebarin berita gak bener. Ternyata Kabar itu dari Gaga langsung ke temen - temennya." Jawab Sera.
"Iyaa sekarang ketauan deh. Sebel banget gue." Jawabku kesal.
"Ih masih baru pada di goreng abangnya tuh kayaknya." Tatapan Sera langsung tertuju ke gorengan yang akan kita beli.
"Enak ubi goreng nih kayaknya.." Sahutku.
__ADS_1
"Udah, daripada bahas Gaga mending kita pilih gorengan. Lebih enak." Jawab Sera.
"Iyaa emang.."
***
"Lo berdua beli gorengan dimana sih? Lama banget..." Kata Fily saat aku dan Sea masuk ke dalam mobil.
"Tadi ada cowok lo ngajak ngobrol dulu. Makanya lama...." Jawab Sera.
"Hah? Cowok gue? Gue kan belum punya cowok disini Ser." Kata Fily bingung.
"Ah pura - pura bego lo. Itu maksudnya Sera si Adam dodolll!" Sahut Mily sambil menoyor kepala Fily.
"Oh Hahahahahaha ngapain dia? Nanyain gue?" Kata Fily sambil tertawa keras.
"Dih pede amat lo..." Jawab Mily.
"Ih sensi banget sih lo Mil." Jawab Fily kesal.
"Duhhh berantem mulu nih." Sahut Sera.
"Eh mending makan gorengan deh, daripada berantem." Jawabku sembari mengunyah ubi goreng.
"Si Adam ngapain Ri? Kasih tau dulu." Kata Fily penasaran.
"Ihhhh itu dia bahas Gaga. Dia minta maaf sama gue gara - gara Gaga gue jadi galau." Jawabku.
"Hah? Ihhhh gila apa.... Adam ngomong gitu?" Tanya Mily sambil berteriak.
"Iyaaa... Dan lebih parahnya lagi katanya dia tau dari Gaga lansung kalo Riri galau gara - gara dia." Sahut Sera.
"Kurang ajar banget tuh cowok." Sahut Fily.
"Siapa? Adam?" Tanya Mily.
"Ya Gaga lah. Enak aja Adam. Bagus Adam kasih tau ke Riri, udah lah Ri. Gak usah bales lagi chat Gaga." Jawab Fily kesal.
"Iyaa gue makin males sih setelah tau guys. Eh ini gorengannya, udah di beli juga. Mumpung masih anget." Kata Ku sembari menawarkan gorengan.
"Iyaa mending makan gorengan aja, daripada bahas Gaga. Bikin kesel." Sahut Sera.
"Mau dong ubinya..." Minta Resty.
"Hahaha si Resty paling anteng nih dari tadi." Ledek Tami.
"Elu jugaaa Tam. Anteng balesin chat terus." Sahut Sera.
__ADS_1
"Hahahaha... Manaa gue minta juga gorengannya dong." Kata Tami langsung mengambil gorengan di dalam bungkusan.
Hari itu akhirnya aku tau bahwa yang menyebarkan kabar tidak benar itu adalah Gaga sendiri. Yang tadinya aku ragu akan hal itu ternyata sekarang terjawab.