
Waktu terus berjalan, hubungan kami semakin intens setiap hari walau hanya berkomunikasi via chat. Aku dan Dhito saling mencurahkan keluh kesah kegiatan kami, Dhito yang stress dengan pekerjaannya dan aku yang muak dengan banyak tugas setiap hari. Dan ini sudah hampir sebulan kami pendekatan.
"Gak berasa yaa Ri... Kita udah mau sebulan deket." Dhito mengirimkan pesan BBM untukku.
"Iyaa gak berasa yaa..." Jawabku singkat dan bingung harus merespon apa lagi.
"Hmm lagi apa Ri?"
"Ini gue mau siap - siap tidur Dhit, udah ngantuk. Besok gue harus bangun pagi karna kuliah pagi besok. Lo gak tidur Dhit? Begadang lagi?"
"Oh gitu yaah yaudah deh.. Hmm iya nih gue gak bisa tidur cepet Ri. Padahal juga besok gue kerja pagi. Kenapa ya.."
"Ada yang lagi lo pikirin mungkin."
"Kalo itu mah pasti dan banyak Ri... Hehehhe..."
"Emang apa yang lagi lo pikirin banget Dhit?"
"Yaa termasuk lo Ri."
"Kenapa lo mikirin gue Dhit? Karna hubungan kita yang masih kayak gini?"
"Hmmm mungkin yaa...Tapi gimana sekarang perasaan lo sama gue Ri?"
"Maaf yaa Dhit kayaknya gue malah mikin nyakitin hati lo ya.. Padahal lo udah berusaha terus buat deketin gue. Rasa gue masih sama Dhit, belum berubah."
"Mau sampai kapan Ri?"
"Gue gak tau Dhit, lo udah gak bisa ya?"
"Bukan gak bisa Ri, tapi sampai kapan mau kayak gini? Mau perhatian lebih ke lo juga gak bisa jadinya. Jadi gue kayak takut - takut gitu Ri kalo mau khawatir sama lo."
"Kalo lo merasa kayaknya udah gak sanggup buat deketin gue karna gue yang kayak gini gue gak akan maksa lo kok Dhit, lo boleh mundur. Gue juga gak mau jadi orang jahat gitu sama lo karna gue tau lo oranh baik."
"Jadi lo suruh gue nyerah nih Ri, setelah sekian lama gue nungguin lo bisa sayang sama gue? Sia - sia dong usaha gue."
"Gue gak suruh lo nyerah tapi kalo dirasa lo gak mau usaha lagi ya gapapa."
"Gue masih mau usaha kok Ri. Tapi gue butuh waktu kali ini."
__ADS_1
"Maksudnya butuh waktu?"
"Iyaa.. gue mau masih usaha lagi deketin lo sampai pertengahan bulan ini. Kalo lo masih belum bisa juga, okee gue akan mundur. Gue gak akan maksa lo Ri."
"Oh maksudnya kalo gue akhirnya tetep gak ada rasa sama lo, lo mundur?"
"Hmmm iyaa...."
"Okee kalo gitu. Gue juga gak mau terus - terussan gini sebenarnya Dhit. Gue kasihan sama lo kalo perasaan gue masih belum ada rasa sama sekali ke lo."
"Pertengahan bulan ini gue tagih yaa Ri, tapi kita tetep komunikasi seperti biasa kan?"
"Ya iyalaah, gimana gue akhirnya bisa sayang sama lo, kalo kita jadi stop komunikasi."
"Okee.. Ri. Yaudah gue mau istirahat dulu yaa Ri, lagi capek banget banyak kerjaan, itu juga pikiran kedua gue."
"Iyaa Dhit, okee... Selamat istirahat yaaa Dhit..."
"Iyaa lo jugaa yaa Ri, jangan tidur malem - malem."
"Okee..."
Lagi - lagi Dhito masih terus berusaha untuk mendapatkan hatiku. Aku benar - benar kagum dengannya karna masih terus berusaha mendekatiku.
"Ri, udah makan?" Dhito mengirimkan pesan BBM untukku.
"Belum, nanti aja deh.. Gue belum laper. Ini lagi istirahat." Balasku dengan cepat.
"Hmm gue boleh telpon lo gak?"
"Emang lo lagi kosong ini Dhit?"
"Iyaa nih gue lagi istirahat Ri, makanya gue mau telpon lo. Boleh?"
"Oh yaudah boleh kok."
Tidak butuh waktu lama, telponku berdering.
"Halo... Assalamualaikum."
__ADS_1
"Halo... Walaikumsalam."
"Ehemmm... lo lagi di kelas atau di luar kelas Ri?"
"Ini lagi di kelas, kenapa?"
"Ada temen - temen lo ya di situ?"
"Hmm yaa ada dong.. Kenapa emangnya?"
"Malu gue kalo ada temen - temen lo telpon kayak gini Ri."
"Ih malu kenapa sih? Temen - temen deket gue udah pada tau lo kok Dhit."
"Hah serius lo? Lo cerita apa aja sama mereka emangnya?"
"Yaa cerita kita lagi pendekatan lah. Mau apa lagi coba hahaha."
"Hahaha serius? Jadi lo ceritanya curhat yaa sama mereka... Kalo sama Wina lo cerita gak kita deket?"
"Hmm sama Wina gue juga cerita kok."
"Kalo sama Mytha?"
"Sama Dhit, gue cerita sama Mytha terus sama Pran gue juga cerita. Apalagi mereka kan semua sahabat gue, yaaa pasti gue ceritain lah."
"Terkenal yaa gue hahaha.."
"Dihhh. Situ artiss??"
"Hahahaha artis di kalangan lo kan??"
"Iyaaa aja dehhh ah, eh Dhit boleh gak di sambung lagi nanti telponnya. Ini dosen gue udah dateng." Jawabku sambil agak berbisik.
"Oh oke oke Assalamualaikum."
"Iyaa Walaikumsalam."
Walaupun aku masih belum ada rasa sayang dengan Dhito, tapi aku sudah merasakan nyaman saat aku ngobrol berdua dengan dia. Semoga pertengahan bulan ini aku bisa jatuh cinta kepadanya.
__ADS_1