
Hari semakin sore dan gelap, aku masih di dalam ruangan kelas karna kuliah masih belum selesai. Dhito sudah berisik mengabariku bahwa dia sudah di tempat futsal.
"Aku belum selesai kuliah. Sabar dulu yaa.. Kamu main disana berapa jam?" Aku langsung membalas chat BBMnya.
"Iyaa yaudah gapapa gak bisa di paksa juga kan masih ada kuliah kamunya.. Yaa aku paling 2 jam sih mainnya..."
"Yaudah sabar dulu yaa Dhit... Ini aku masih kuliah. Mudah - mudahan sebentar lagi selesai."
Ternyata sejam lebih aku baru selesai kuliah, akhirnya setelah selesai kuliah aku langsung bergegas pulang duluan dan berharap sampai tempat futsal Dhito masih disana.
Tepat sampai disana, aku langsung mengabari Dhito.
"Dhit, aku udah sampai.. Kamu dimana?"
Sembari menunggu kabar Dhito, aku langsung masuk ke dalam. Aku terus mencari - cari dimana Dhito dan ternyata dia di lapangan belakang.
"Ri.." Teriak Dhito dari lapangan.
Aku pun segera menghampirinya.
"Maaf yaa aku baru bisa dateng jam segini.. Udah selesai ya?" Aku berbicara dengan wajah penyesalan.
"Gapapa sayang.... Belum kok, nambah sejam lagi nih jadinya...." Jawab Dhito sambil tersenyum.
"Alhamdulillah yaa kalo gitu..."
"Yaudah yuk sini masuk ke pinggir lapangan...." Kata Dhito sambil menggandeng tanganku.
Aku pun agak malu saat dia menggandeng tanganku dan disitu banyak teman - temannya yang melihatku dan Dhito.
__ADS_1
"Kenalin... Ini Riri cewek gue.." Kata Dhito sambil mengenalkanku kepada teman - temannya yang sedang beristirahat.
"Haiii Ririiii.." Sahut teman - temannya sambil tersenyum.
"Haiii..." Sapaku sambil tersenyum malu.
"Duduk sini Ri.." Kata salah satu teman Dhito.
"Terima kasih yaa.." Jawabku sambil tersenyum.
Mereka pun hanya membalas perkataanku dengan senyuman.
"Yuklah main lagi kita, ada waktu sejam lagi kan?" Sahut Dhito mengajak teman - temannya.
Dhito pun bermain lagi ke tengah lapangan bersama teman - temannya, tapi jangan salah yaa... Dia adalah seorang kiper bukan pemainnya. Dulu aku sempat memanggil dia dengan sebutan Kapten Futsal karna dia jago sekali menjaga gawang hehehe... Bahkan dia tampak keren saat di lapangan, setiap teman - temannya berusaha memasukkan bola ke gawang dia jago sekali menangkap dan menangkisnya.
"Eh si Dhito tuh jago tau mainnya.." Kata salah satu teman Dhito yang duduk di sebelahku.
"Iyaaa..." Jawab temannya lagi.
Aku lupa saat itu siapa nama teman Dhito, tidak teringat jelas namanya siapa. Karna saat itu aku fokus melihat Dhito bermain.
Setelah satu jam, Dhito dan teman - temannya pun selesai bermain futsal.
"Oh iyaa Dhit, tadi aku sempet bawain kamu minum. Ini..." Kata ku sembari mengeluarkan air minum di dalam tasku.
"Ihhh masa Dhito doang yang di bawain." Sahut salah satu teman Dhito.
"Maaf yaa tadi cuma beliiin satu ajaa..." Jawabku.
__ADS_1
"Hahaha iyaa gapapa kok Ri.. Bercanda kok kitaa.."
"Makasih yaa sayang..." Jawab Dhito.
"Iyaa sama - sama sayang.." Jawabku sambil tersenyum.
"Kamu nanti pulangnya gimana? Aku gak bisa nganterin kamu nih.. Soalnya aku nebeng temen aku." Jelas Dhito dengan wajah sedih.
"Gapapa gampang itu mah... Kan deket ini.. Aku bisa naik angkot kok.. Atau jalan kaki ke depan sana juga deket."
"Ih masa jalan kaki sihh.. Gak ah aku temenin kamu naik angkot dulu ya baru aku jalan pulang."
"Sayang.. Udah deh santai aja... Kamu pulang duluan aja sana... Kamu pasti capek. "Aku biasa pulang malem gini kok. Kalo naik angkot tuh nanggung..."
"Gak deh, aku khawatir sama kamu Ri. Jangan yaaa please..." Dhito memohon.
"Sayang... Kamu gak usah khawatir gitu ah...Aku tuh udah biasa kok... Kamu tenang aja yaa..."
Dhito pun menghela nafas dan sepertinya dia menyerah karna aku ngotot jalan kaki sampai depan jalan raya kalimalang ke arah rumahku.
"Udah yaa kamu gak usah takut gitu, nanti aku kabarin kamu kok kalo udah sampai rumah."
"Yaudah yaudah.. Aku udah gak bisa lagi deh debat sama kamu. Ini aku udah di tungguin temen aku. Aku duluan gapapa ya?"
"Iyaa gapapa... Udah sana... Nanti kabar - kabarin aja yaa sayang."
"Iyaa.. Kamu hati - hati pokoknya.."
"Siap Kapten.." Jawabku sambil tersenyum.
__ADS_1
Dhito pun tesenyum, lalu dia berlalu meninggalkanku bersama temannya. Aku pun berjalan sendiri ke depan, aku sangat senang berjalan kaki. Kalaupun naik angkot pun nanggung karna dekat. Di depan jalan raya aku terkadang meminta jemput Mama, Bapak ataupun Pakde Dimas.