Terpaksa Cinta

Terpaksa Cinta
Bab 33. Hambar


__ADS_3

Dhito dan Aku sudah mulai berkomunikasi seperti biasa lagi, aku masih seperti biasa menanyakan kabar dan sedang apa begitupun sebaliknya. Tapi aku merasa sudah tidak pernah lagi emosi denganya. Entah mengapa rasanya aku sudah tidak bisa lagi emosi dengannya, tapi lebih ke biasa saja. Yaa datar. Hambar. 


"Aku kok gak bisa yaa marah sama kamu Ri..." Kata Dhito di chat BBM.


"Kenapa bisa gitu Dhit?" Tanyaku heran.


"Gak ngerti. Malah aku takut kalo kamu marah sama aku.." 


"Hahaha aku galak banget emang ya?" 


"Yaa gak sih kamu gak galak. Cuma kan kamu suka sensitif aja sama aku Ri..."


"Hmmm yaa awal - awal emang kan aku suka ngomelin kamu karna kamu ngerokok terus."


"Iyaa itu yang aku takutin, apalagi pas ulang tahun aku kemarin yaa Ri. Kan Wina liat aku bawa rokok, terus aku takut banget kalo kamu liat. Aku udah deg - deggan banget tuh, padahal disitu aku lagi usaha nembak kamu lagi." 


"Hahaha aku udah tau kok itu kamu pegang rokok, cuma yaa aku gak mau ngomel - ngomel Dhit. Aku diemin aja.. Percuma kalo aku ngomelin kamu kalo kamunya juga belum mau stop ngerokok." 


"Aku bukannya gak mau Ri. Aku mau tapi sabar yaa.."


"Iyaa iyaa Dhit. Udah ah gak usah di bahas." 


"Iyaa.. Kamu lagi apa?" 


"Lagi BBMan sama kamu nih.."


"Lah iya juga ya hahaha maksud aku selain itu...."


"Lagi tiduran, kamu?"


"Aku masih nongkrong sama anak - anak nih di lapangan." 


"Mau nongkrong sampe jam berapa disitu?"


"Gak tau deh, sebentar lagi kayaknya sih."


"Oh yaudah, aku kayaknya mau tidur duluan deh. Udah ngantuk banget..."

__ADS_1


"Yaudah gapapa... Selamat istirahat yaa sayang..." 


"Iyaa.. Kamu jugaa tuh jangan pagi - pagi pulangnya. Mentang - mentang besok kamu libur yaa."


"Hehehe iya sayang... Good night yaa.."


"Inget rokoknya jangan banyak - banyak."


"Iyaa 2 batang aja lagi ya.."


"Iyaa yang penting inget jangan sebungkus."


"Iyaaa sayang gak kok."


***


Setiap hari komunikasi ku dan Dhito yaa begitu saja, kamu lagi apa? Udah makan belum? Aku tidur duluan ya... Jangan lupa istirahat... Jangan lupa makan... Inget rokoknya di kurangin... yaa begitu terus setiap hari tanpa ada cerita atau keseruan idi hubunganku dan Dhito. 


"Kayaknya udah adem nih hubungan lo sama Dhito.." Sahut Mily saat aku sedang duduk asik di dalam mobilnya sembari bermain game. 


"Hmm? Yaa aman - aman aja kok. Gue sama dia kayak yaa udah biasa aja pacaran kayak gini." Jawabku santai. 


"Amiiinnn... Doain aja yaa Mil."


"Iyaa gue pasti doain yang baik - baik kok buat temen - temen gue." 


"Eh bentar yaa Dhito telpon." Aku langsung keluar dari mobil Mily.


Mily hanya memberikan jempol dan mengangguk.


"Halo Assalamualaikum..." Jawabku di telpon.


"Walaikumsalam... Kamu masih di kampus?" Tanya Dhito dari telpon.


"Masih.. Kenapa?"


"Aku nanti sore mau futsal nih, kamu mau gak nemenin aku?" 

__ADS_1


"Hmm dimana?"


"Di tifosi. Nanti aku jemput kamu ke kampus."


"Aku kesana naik angkot aja deh, nanti kamu bolak - balik kalo jemput aku dulu ke kampus."


"Oh gitu... Yaudah. Aku tunggu yaa sayang.."


"Iyaa... Okee..."


"Yaudah kamu kabarin aku yaa, biar aku kasih tau aku main di lapangan yang mana dan jam berapa."


"Iyaa Dhit... Nanti aku kabarin kamu." 


"Okee... Assalamualaikum sayang.."


"Walaikumsalam..." Aku pun menutup telpon dari Dhito.


Lalu aku masuk lagi ke dalam mobil Mily.


"Kenapa Ri?" Tanya Sera yang sejak tadi hanya diam duduk di belakang mobil Mily.


"Nanti Dhito mau futsal. Gue disuruh nemenin dia..." Jawabku sambil tersenyum.


"Ciee.. Asek deh ah. Udah mulai nih kayaknya.." Ledek Sera. 


"Hahaha apasih Ser.... Jadi yaa nanti habis kuliah satu lagi gue langsung cabut yaa guys." 


"Iyaaa deh temenin yaa si Dhito." Jawab Mily sambil tersenyum. 


"Iyaaa.." Jawabku singkat dan langsung merebahkan kepala di kursi mobil Mily.


Aku merasa Mily memperhatikanku saat aku sedang melihat HP.


"Kalo ada apa - apa cerita yaa Ri.." Kata Mily sambil tersenyum kecil.


"Iyaaaa siap Bosss.." Jawabku sambil tersenyum lebar.

__ADS_1


Aku mengiyakan untuk menonton dan menemani Dhito futsal karna aku merasa terlalu sering menolak ajakkannya. Mungkin kali ini aku harus mengiyakan. 


__ADS_2