
"Eh nanti kerjain tutor bareng yuk..." Ajak Mily saat kita sedang duduk mau memulai perkuliahan.
"Iya nih gue juga belum ngerjain lagi nih." Sahut Fily.
Pagi ini semua sudah meributkan tugas tutor yang belum mereka kerjakan. Aku masih duduk manis dan santai saat mereka semua kebingungan.
"Yaudah santai aja dulu lah..." Sahutku kepada mereka.
"Wahh Riri mah udah selesai nih kayaknya.." Jawab Sera.
"Yahhh ada gebetan baru sih, tugasnya ngerjain bareng kayaknya sih." Ledek Viana.
"Enak aja... Gue belum ngerjain kok guys. Tenang aja... Santai dulu. Tapi gue udah pelajarin semalem. Udah dapet juga. Tinggal gue tulis aja di power point." Jelasku yang sibuk memainkan game.
"Yaampun Ri, dari tadi lo main game aja. Udah sih bahas tutor..." Sahut Fily.
"Iyaa iyaaa.." Jawabku langsung menutup ipad.
"Hahahaha emang enak lo diomelin sama Fily..." Ledek Mily dengan sedikit tertawa.
Responku hanya cemberut.
"Ri... Nanti jadi kan?" Tiba - tiba Gaga datang menghampiriku dan dengar oleh teman - temanku.
Mereka semua tersenyum dan seperti ingin mengatakan sesuatu saat melihat tingkahku yang bingung.
"Oh i iya iya Ga..." Jawabku singkat dan mengangguk.
"Yaudah, oke.. Aku duduk disana ya.." Kata Gaga sembari menunjuk kursi di seberang sana.
Aku hanya mengangguk dan tersenyum.
"Ri? Mau kemana lo sama Gaga? Udah progres nih?" Sahut Mily langsung menatapku.
"Wah Riri gerak cepat sekali yaa sepertinya.." Ledek Sissy.
"Ri... Seriussan lo mau kemana sama Gaga?" Tanya Fily langsung menarik tanganku.
Dan yang lainnya hanya menatapu penuh dengan tanda tanya.
"Wowowowow sabar dong semuanya...Gini gini, jadi gue mau dianterin pulang sama dia guys. Gitu loh..." Jawabku.
"Terus lo mengiyakan?" Tanya Sera heboh.
__ADS_1
"Ih yaa gue udah menolak awalnya, cuma dia kayaknya pengen banget nganterin gue."
"Yaiyalah dia kan lagi usaha deketin lo Ri. Pasti awalnya nganterin dulu... Hahaha.." Ledek Tami sambil terkekeh.
"Sssttt udah ahhh, kalian ini berisik sekali yahh... Sudah sudah.... Gue sama Gaga masih berteman kok guys."
Wajah mereka tampak senyum licik dan meledek saat aku mengatakan seperti itu.
"Pokoknya jangan terlalu cepat yaa Ri..." Kata Mily sambil menepuk - nepuk pundakku.
"Siap Bos..." Jawabku dengan tegas.
Setelah selesai kuliah, hari ini aku izin untuk pulang duluan dan mengerjakan tugas tutor di rumah. Karena aku sudah berjanji dengan Gaga untuk pulang bersama jadi aku harus menepati janjiku.
"Guys, gue balik duluan ya.. Tuh si Gaga udah nungguin gue." Aku sembari mengangkat tasku dari kursi.
"Hmm gitu yaa gak mau ngerjain bareng nih tutornya?" Sahut Mily.
"Gue kerjain di rumah deh, soalnya gue udah janji Mil hari ini mau dianterin dia. Kalo belum janji sih gue mau ngerjain tutor bareng kalian."
"Yaudah lah Mil, biarin aja... Kasihan tuh Gaga udah nungguin Riri di depan." Sahut Fily seraya mencubit pelan lengan Mily.
"Yaudah hati - hati lo ya... Jaga diri baik - baik." Wajah Mily seperti tidak ikhlas saat aku pulang dengan Gaga. Entah ada apa.
"Hai.. Udah yuk." Ajak Gaga.
Gaga, tubuhnya besar dan tinggi. Dia sangat gagah saat berjalan. Bukan hanya itu, style juga modis, wangi parfum yang keliatannya mahal. Dan wajahnya yang bersih. Yaa memang cocok di bilang mahasiswa kedokteran yaa. Gayanya oke punya.
Aku pun jalan mengikuti langkahnya dari belakang.
"Hei... Kamu jangan di belakang aku dong. Sini di sebelah aku aja.." Kata Gaga sambil menarik tanganku.
Aku pun terkejut dan mengikuti langkah Gaga. Gaga seraya menggandeng tanganku, aku bahkan tidak menolak gandengannya. Tapi aku hanya diam. Kita bergandengan tangan sampai masuk ke mobilnya.
"Silahkan masuk Ri.." Gaga membukakan pintu mobilnya di pintu belakang.
Aku terperangah saat sikap Gaga seperti itu, dia memperlakukanku seperti Ratu.
"Terima kasih yaa Ga..." Aku tersenyum.
"You're Welcome..." Jawab Gaga tersenyum sembari menutup pintu mobil.
Lalu Gaga masuk ke pintu sebelahnya dan duduk di sampingku.
__ADS_1
"Jalan Pak..." Gaga langsung menyuruh supirnya untuk jalan.
"Baik Mas... Ini kita jalan ke arah mana Mas?" Kata Supir Gaga.
"Ke arah Bekasi yaa Pak..." Sahut Gaga.
"Baik Mas..."
Mobil pun jalan, sepanjang jalan Gaga menatapku dan mengajak ngobrol basa basi seperti, rumahku dimana, sudah berapa lama aku tinggal disana, aku berapa bersaudara dan yaahh dia pun bercerita tentang dirinya. Tak lama kami pun sampai.
Gaga segera turun dari mobil, lalu dia buru - buru membuka pintu di tempatku duduk.
"Eh aku bisa buka sendiri loh Ga..." Jawabku sembari ikut memegang pegangan pintu mobilnya.
"Jangan, udah gapapa." Jawab Gaga.
"Oke deh terima kasih ya.." Jawabku sambil tersenyum.
"Rumah kamu yang mana Ri?" Tanya Gaga sembari celingak celinguk dan dia mnyeritkan dahi.
"Itu paling pojok, ini sebelahnya rumah eyang ku." Jawabku sambil menunjuk ke arah rumahku dan eyang.
"Hmm rumah kamu agak spooky yaa Ri.." Wajahnya seperti agak ketakutan.
"Hahahaha masa sih? Yah itu keliatannya dari luar aja kok Ga.. Karna banyak pohon di rumah Ku." Aku terkekeh dan merasa ah dia penakut.
"Iyaa Ri.." Gaga sambil menggaruk kepalanya.
"Yaudah, mau mampir dulu gak?" Tanyaku.
"Ehhh Riri udah pulang?" Tiba - tiba Mama keluar dari rumah eyang.
"Iyaa Ma.." Jawabku sambil tesenyum.
"Temennya disuruh masuk dulu Nak, ke rumah eyang aja. Ada Bude Tari sama Wina di dalam." Kata Mama.
Gaga pun salim dengan Mama.
"Ini siapa?" Tanya Mama.
"Saya Gaga Tante." Jawab Gaga setelah salim dengan Mama.
"Temen kuliahku Ma.." Jawabku memperkenalkan ke Mama.
__ADS_1
Disini aku bukannya memilih - milih orang untuk di kenalkan ke orang tua ku atau tidak ya. Dhitoo memang belum pernah aku kenalkan ke Mama dan Bapak karna satu alasan, dia perokok. Sedangkan Gaga tidak merokok dan dia adalah teman kuliahku.