
Hari ini aku agak santai, hanya beberapa mata kuliah dan semua tugasku sudah di selesaikan semua. Dan aku sibuk haha hihi bersama teman - temanku, ada Mily, Sera, Fily, Yanti, Sissy, Viana, Resty, Aira dan Tami.
"Jalan yuk.." Sahut Mily mengajak kita semua.
"Aku gak bisaa Mil, udah di jemput sama Mama..." Jawab Resty.
Ya diantara kami semua Resty adalah anak yang paling jarang ikut jalan atau kumpul bersama kami.
"Yaahh... Mana Mama? Mau ketemu dong." Jawab Sera.
"Nyokap di depan halte Ser." Jawab Resty.
"Yaah susah Ser kalo ke depan semua kita.. Yaudah salam aja buat nyokap yaa Res.." Sahut Fily.
"Iyaa... Maaf yaa guys gak bisa ikut gabung. Daahh duluan yaa.." Lalu Resty pun pergi meninggalkan kita semua di kelas.
"Makan aja yuk ke kokas.." Sahut Yanti.
"Gue sama Viana gak bisa ikut deh kayaknya, jam 3 mau latihan basket nih." Jawab Sissy.
"Yahhh.. Sedih banget, jadi kita aja nih?" Tanya Sera.
"Gue juga mau pergi sebenarnya sama temen - temen SMA gue sih hehehe..." Jawab Fily.
"Lah terus lo mau naik mobil Fil?" Tanya Mily ke Fily.
"Udah lo anter gue aja Mil, kalian habis itu baru ke kokas deh.." Jawab Fily.
"Yaampun sedihnya... Jadi cuma gue, Mily, Sera, Yanti, Riri sama Tami nih?"
Sebenarnya aku tidak mau ikut, aku memang orang yang hemat. Apalagi Bapak tidak pernah memberikanku uang bulanan hanya per hari, jika uang habis dikasih lagi. Jadi terkadang aku menyisakan uang jajanku untuk tiba - tiba kita pergi makan keluar.
"Yaudahlah yuk.." Sahut Mily langsung jalan menuju lift dan kami semua mengikutinya.
***
Setelah kami mengantar Fily ke daerah Kelapa Gading, lalu kami ke Kokas hanya sekedar mencari makan dan lihat - lihat. Tiba - tiba HPku berdering, tanda BBM masuk. Dan ternyata Dhito yang mengirimkan pesan untukku.
"Ri... Apa kabar? Lagi apa? Aku boleh telpon kamu gak?"
"Hai Dhit, lagi di luar. Kalo mau telpon nanti aja ya... Masih sama temen - temenku."
"Oh gitu, lagi dimana emang?"
"Lagi di Kokas Dhit."
__ADS_1
"Oh lagi jalan yaa? Yaudah hati - hati yaa Ri."
"Iyaa Dhit."
Saat aku sedang sibuk membalas BBM dari Dhito, tiba - tiba Mily mengejutkanku dengan merangkulku dari belakang.
"Woyyyy! Asik banget kayaknya.."
"YaAllah, Mil... Lo ngagetin gue mulu." Jawabku yang langsung mengunci HP.
"Siapa? Dhito? Lo masih break sama dia?" Tanya Mily sambil berbisik.
"Masih Mil, tapi dia gak nyerah loh. Masih usaha supaya hubungan gue baik - baik lagi sama dia. Contohnya ini dia nanyain kabar gue, mau telpon gue.. Gimana ya.. Jadi bingung gue Mil."
"Yaaa kalo dia baik lanjutin aja Ri, kasihan juga kan udah usaha gitu dia. Hargai gak sih? Tapi sebenarnya perasaan lo sama dia gimana?"
"Gimana ya Mil, kayak maksa aja buat sayang sama dia. Karna gue liat dia baik aja, tapi kalo buat bener - bener sayang kayak susah tapi gue kayak butuh sosok laki - laki yang sayang sama gue gitu.. Dia tulus banget sama gue Mil. Cuma ya itu kurangnya, ngerokok. Coba dia gak ngerokok... Dan.. Dia gak kuliah Mil, kalo ujungnya gue mau serius sama dia dengan nantinya gue yang gelar dokter gimana sama keluarga gue... Apakah keluarga gue bakal terima dia dengan lulusan SMA aja?"
"Anjirr Ri... Lo udah mikir sampe kesana? Hahahahaha...."
"Setiap gue pacaran gue selalu serius Mil, pasti itu. Dari dulu jaman gue pacaran pertama kali. Gue gak pernah mikirin bakal putus sama orang itu. Kecuali kalo gue cuma main - main ya.."
"Wuihhh the best lo hahahaha... Yaudah lo ikutin kata hati lo sih, yaa kalo dia bener - bener sayang sama lo pasti dia berhenti ngerokok kok Ri. Yakin deh."
"Serius banget kalian berdua sih..." Sahut Sera yang tiba - tiba menghampiri aku dan Mily.
"Jam berapa sih ini? Masih sore yaampun Tami..." Sahut Sera.
"Gue udah di telpon nyokap nih, supir gue udah jemput di kampus." Jawab Tami.
"Ihhh Supir lo suruh kesini aja sih.." Sahut Aira.
"Iya gue juga mau balik nih, udah jam segini. Nanti pulang kemaleman gue..." Sahutku.
"Yaudah... yaudah yuk kita balik yuk...." Kata Mily lalu menggandeng tanganku.
Akhirnya kita semua balik karna memang sudah malam dan besok ada jadwal kuliah lagi pagi- pagi.
***
Sampai di rumah aku langsung mandi, mengganti baju dan segera merapihkan isi tasku untuk esok hari lalu aku merebahkan ke tempat tidur. Dan aku membuka isi BBM dari Dhito, ternyata tadi dia membalas lagi chat dariku.
"Kabarin aku ya Ri kalo udah balik." Pesan terakhir dari Dhito yang baru aku baca.
"Dhit.." Aku membalasnya.
__ADS_1
"Ri... Udah pulang?" Balas Dhito dengan cepat.
"Hmm iyaa ini aku udah di kamar kok, udah tiduran. Kenapa?"
"Gapapa Ri.. Aku kangen hehehe.... Gapapa kan?"
"Aku juga Dhit."
"Kamu juga kangen? Aku boleh telpon kamu gak Ri?"
"Iyaa boleh Dhit."
Tidak butuh waktu lama, hanya dalam waktu 1 menit Dhito langsung menelponku.
"Halo Assalamualaikum Ri..."
"Walaikumsalam... Ya Dhit.."
"Aku ganggu gak?"
"Gak kok, ini kan aku udah rebahan."
"Iya Ri... Aku kangen sama kamu... Tadi tiba - tiba kepikiran kamu aja gitu.."
"Hmmm... Sama sih aku juga kepikiran kamu Dhit, gaktau kenapa. Mungkin kayak gitu kangen juga ya."
"Kira - kira kita sampai kapan kayak gini Ri?"
"Aku masih minta waktu lagi yaa Dhit, kalo emang aku udah ada keputusan. Aku pasti bilang kok sama kamu. Gapapa kan?"
"Hmm Okee Ri.. Berasa banget soalnya. Ini udah bulan Maret."
"Iyaa Dhit, sabar ya... Kamu jaga kesehatan yaa Dhit."
"Kamu juga yaa Ri.."
"Dhit, udahan dulu yaa.. Aku mau istirahat. Capek banget nih.. Besok aku masuk pagi, absen panggil lagi."
"Oh yaudah deh, yaudah kamu istirahat yaa Ri. Besok aku BBM kamu boleh kan?"
"Boleh kok, kamu chat aku gapapa kok Dhit. Tapi maaf kalo aku balesnya lama yaa Dhit."
"Iyaa gapapa Ri, kamu bales BBM aku aja udah seneng kok."
"Assalamualaikum Dhit..."
__ADS_1
"Iya Walaikumsalam Ri."
Lalu aku segera menutup telponku dan berusaha memejamkan mata untuk segera tidur, tapi tanpa sadar aku meneteskan air mata. Hatiku merasa tersentuh dengan Dhito yang tidak pernah menyerah untuk terus memperbaiki hubungan kami. Tapi memang aku yang masih sulit untuk tetap mau dengan dia. Aku masih butuh waktu terus untuk mau lagi bersama dia.