Terpaksa Menjadi Wanita Pemuas

Terpaksa Menjadi Wanita Pemuas
Surat kontrak


__ADS_3

Elma dan Edo sudah sampai di basement apartemen. Mereka terlihat berjalan beriringan dengan Elma yang sedikit canggung saat pinggang nya terus dibelit oleh tangan kekar Edo.


"Jangan tegang, sayang. Cukup nikmati setiap sentuhan ku." Bisik Edo saat menyadari tubuh Elma menegang seperti menahan nafas.


Meski tak mengatakan apapun, tapi Elma menuruti perintah Edo. Dia terlihat sedikit relaks, dan kembali bernafas dengan tenang.


Sedangkan Edo semakin di buat menegang di bawah sana, saat tangan kekar nya menyentuh perut rata Elma yang masuh terbungkus baju lusuh nya.


Entah mengapa Edo memang selalu tegang saat bersentuhan dengan gadis itu, dia benar-benar tak tahu apa penyebabnya. Tetapi yang jelas, ada rasa aneh saat bersama gadis itu. Hati nya terasa bahagia, dan selalu ingin bersamanya.


Seperti nikotin yang membuat candu para pengonsumsi nya, begitu dengan Elma yang selalu membuat candu Edo untuk berdekatan bahkan melakukan hal lebih pada nya. Dan malam ini, adalah malam yang tepat untuk membobol keperawanaan Elma. Dia akan segera mengeksekusi setelah penandatanganan kontrak yang sudah disiapkan oleh asisten nya tadi.


Setelah sampai di ruangan, Elma tampak menatap seluruh sisi ruangan aparateman yang terlihat sangat mewah tetapi begitu berantakan. Elma dapat menebak kalau apartemen ini jarang sekali dibersihkan, beberapa botol kaleng minuman serta bungkus makanan tergeletak tak beraturan.


"Apakah dia sudah berubah menjadi miskin hingga tak sanggup menyewa asisten untuk membersihkan apartemen?" Tentu saja gerutuan itu hanya berani dia lontarkan dalam hati sembari mendengus kesal.


"Kenapa? Kau tidak nyaman karena apartemen ku berantakan?"


Edo menyadari kalau Elma sedang menggerutu sembari memandangi seluruh sisi ruangan.


"Ti-tidak, tentu saja tidak! Ini sudah lebih dari nyaman." Bohong Elma sembari menampilkan senyum manisnya. Membuat Edo tak tahan untuk tidak mengecup bibir sensual itu.


Cup.


"Baguslah, Kalau begitu lebih baik sekarang tanda tangani kontrak mu."


Edo menuntun Elma menuju ruang kerja tanpa memperdulikan apartemen nya yang berantakan. Seperti nya dia sudah terbiasa dengan keadaan kotor seperti ini, buktinya dia sangat biasa meski ruangan itu terlihat kotor.


Cklek


Saat memasuki ruangan, ternyata ruangan itu terlihat sangat luas dan rapi. Banyak buku yang tersusun di beberapa deretan rak dan terlihat sangat rapi. Sangat berbeda dengan ruangan yang baru saja dia lewati. Disini bahkan terlihat sangat rapi untuk ukuran seorang pria, tak ada debu sedikit pun yang melekat di lantai itu.


"Sekarang tanda tangani kontrak kesepakatan kita." Edo menyodorkan map berisi beberapa lembar kertas yang berisi kontrak kesepakatan. Di sana ada beberapa poin yang wajib Elma penuhi.


Di sana tertulis pihak pertama atas nama Edo Lincoln sebagai pihak pertama dengan ini menyatakan ...


Berdasarkan kesepakatan yang telah dibuat,


Yang bertanda tangan dibawah ini atas nama:


Edo Lincoln sebagai pihak pertama menyatakan:




Pihak kedua wajib melayani pihak pertama kapan pun dan dimana pun pihak kedua menginginkan. Baik pelayanan di atas ranjang, maupun melayani semua kebutuhan sehari-hari, termasuk tapi tidak terbatas seperti menggantikan baju, memandikan, dan melayani makan.



__ADS_1


Pihak kedua wajib mematuhi semua perintah pihak kedua.




Pihak kedua tidak boleh keluar dari tempat tinggal pihak pertama sebelum meminta izin dan diizinkan oleh pihak pertama.




Pihak kedua tidak boleh berhubungan badan dengan laki-laki manapun sebelum kontrak kerja selesai.




Pihak kedua tidak boleh berhubungan dengan laki-laki manapun atau menjalin kasih selama melakukan kontak kerja meskipun tidak melakukan kontak fisik sebelum mendapatkan izin dari pihak pertama.




Pihak kedua tidak boleh mencampuri segala urusan pihak pertama.






Pihak pertama wajib memenuhi semua kebutuhan finansial pihak kedua, termasuk menjamin masa depan pihak kedua.




Pihak pertama wajib menjamin semua biaya pengobatan ibu dari pihak kedua.




Pihak pertama akan memenuhi keinginan pihak kedua selama tidak berkaitan dengan hal sudah di cantumkan di atas.



__ADS_1


Pihak pertama akan terus mengawasi semua kegiatan yang dilakukan pihak kedua baik di dalam maupun diluar ruangan. Jika ditemukan kecurangan atau merugikan pihak pertama, maka akan menanggung konsekuensinya.




Jika pihak kedua tidak mematuhi salah satu dari poin yang disebutkan, maka akan menanggung hukumannya. Termasuk pencabutan segala fasilitas yang diberikan pihak pertama, ataupun pemberhentian pengobatan ibu dari pihak pertama.




Kontrak kerja ini bisa di ubah sewaktu-waktu atas kesepakatan pihak pertama. Dan pihak kedua tidak boleh menolak.




Kontrak kerja ini berlaku selama 1 tahun. Pihak pertama sewaktu-waktu bisa mengubah jangka waktu kontrak untuk diperpanjang atau dipercepat.




Yang bersangkutan dibawah ini:


Pihak pertama atas nama: Edo Lincoln.


Pihak kedua atas nama : Elma Abigail.


Seperti itu lah kira-kira isi dari surat yang akan ditanda tangani Elma.


Elma memandangi kertas yang baru saja dibaca berulang-ulang dengan tatapan jengkel. Bagaimana tidak jengkel? Semua yang ada di poin itu selalu memberatkan nya. Dia bahkan tak pernah mengira jika akan diawasi semua gerak-gerik nya oleh Edo.


"Kenapa setiap poin yang ada di sini selalu memberatkan ku?"


Elma memberanikan diri untuk protes, meski dia tahu tak ada gunanya melayangkan pertanyaan itu.


"Tinggal pilih, mau atau tidak? Kalau kau tidak mau, ya sudah. Berikan lagi kertas itu pada ku."


Edo mengatakan dengan begitu entengnya. Seakan dia tak masalah sama sekali bila Elma membatalkan kesepakatan itu.


"Ck! Baiklah, Aku setuju!" Meski dengan hati yang dongkol, Elma tetap menandatangani surat itu karena tak ada pilihan lain untuk menyelamatkan mami nya.


"Good girl ..." Edo mengelus puncak kepala Elma setelah melihat nya menandatangani kontrak.


"Sekarang kau sudah menjadi milik mu seutuhnya, sayang." Edo membawa Elma ke dalam pelukan, lalu memberi ciumaan di kening, hidung, kedua pipi dan yang terakhir bibir.


"Kau akan mendapatkan semua yang kau inginkan. Termasuk membalaskan dendam pada laki-laki yang sudah membuat mu seperti ini. Aku akan membantu mu, dan aku berjanji untuk itu."


Kata-kata yang terlontar dari mulut Edo terdengar begitu yakin, membuat hati Elma sedikit menghangat. Tidak apa dia mengorbankan dirinya demi menyembuhkan sang mami, tidak apa dia menjual diri nya demi balas dendam nya pada laki-laki yang sudah membuat kakak nya memilih bunuh diri.

__ADS_1


"Aku membenci mu di setiap aliran darah ku, aku membenci mu hingga ke ulu hati ku. Akan ku balas semua kesakitan yang ku alami, akan ku balas semua kesedihan yang Lea rasakan. Akan ku balas semua atas apa yang menimpa papi hingga membuat nya tak sanggup bertahan."


Tangan Elma mencengkeram kuat pinggiran meja kebesaran Edo. Rasa bencinya yang begitu mendalam membuat nya lupa dengan situasi di sekitarnya.


__ADS_2