Terpaksa Menjadi Wanita Pemuas

Terpaksa Menjadi Wanita Pemuas
Jadwal Kembali


__ADS_3

"Sudah bangun?" Elma menyambut suami nya yang baru saja membuka mata dengan senyum manis khas nya. Seketika hati Edo berdesir, ada rasa menghangat dalam dada. Dia merasa bahagia mendapatkan perlakuan manis dari istri nya. Meski baru saja bangun tidur dan belum membersihkan diri, tetapi bagi Edo, istri nya adalah wanita paling cantik di dunia.


"As you see." Suaranya terdengar serak khas bangun tidur. Dia ikut menyambut senyuman istri nya dengan hangat.


"Jam berapa sekarang?" Edo terlihat mengedarkan pandangan melihat sekeliling yang baru menyadari di luar ternyata cuacanya sangat cerah.


"Lihat sendiri." Elma mengarahkan pandangan nya ke arah jarum jam. Seketika Edo mengumpat, membuat Elma terkekeh sendiri melihat ekspresi wajah Edo yang terlihat terkejut.


Lalu tatapan Edo tampak beralih ke samping tempat tidur, mencari ponsel yang ternyata terletak di atas nakas.


Bola mata nya terbelalak lebar saat melihat begitu banyak nya panggilan tak terjawab dari asisten pribadi nya. Edo baru ingat kalau besok ada pertemuan penting dengan pemilik J. M. Grup untuk membahas proyek yang sedang di bangun. Dan seharusnya tadi siang adalah jadwal mereka kembali ke Las Vegas.

__ADS_1


"Shitt!!" Edo kembali mengumpat saat baru akan menghubungi asisten pribadi nya tiba-tiba ponsel nya mati karena kehabisan daya.


"Kenapa?" Elma yang mengetahui perubahan ekspresi Edo pun mencoba bertanya.


Namun Edo hanya menggeleng-gelengkan kepala sembari memperlihatkan ponselnya yang sudah tak menyala.


"Kehabisan baterai ya?" Tanya Elma sambil mengambil alih ponsel dalam genggaman sang suami lalu beranjak dari tempat tidur untuk mengisi daya. Namun pergerakan nya terhenti saat mengingat dirinya belum memakai apapun pada tubuh nya.


Elma yang melihat suaminya tak punya malu itu bahkan wajah memerah dan berusaha konsentrasi agar tak melirik ke arah suami nya. Dan hal itu sukses membuat Edo tertawa terbahak-bahak melihat wajah istrinya memerah yang terlihat begitu menggemaskan dan ingin kembali memakan nya.


Kesal karena ditertawai sang suami, Elma pun melemparkan bantal ke arah aset Edo yang bahkan sengaja diperlihatkan dengan kedua kaki nya terbuka lebar.

__ADS_1


"Edo..!" Ucap nya sembari melemparkan bantal.


Bukannya marah, Edo justru semakin tertawa keras.


Elma berusaha untuk tak terpancing lagi, dia kembali melangkah menuju tempat mengisi daya lalu melanjutkan ke kamar mandi.


"Mau kemana?" Tanya Edo yang menyadari istri nya berjalan ke kamar mandi. Tentu saja Edo tak akan membiarkan istrinya mandi sendiri. Dia akan terus menggunakan istri nya di mana pun dan di tempat mana pun, tak peduli dengan situasi di sekitar nya.


Sedangkan Elma tak menjawab pertanyaan snag suami, dia sudah tahu apa yang ada di otak suami nya. Oleh karena itu lebih baik tak menjawab karena tak ingin suami nya menggempur nya lagi. Rasanya tulang-tulang sudah tak saling bersinggungan hingga membuat tubuh nya begitu loyo bahkan untuk memapak ke lantai pun terasa lemas.


Tapi bukan Edo nama nya bila tak bisa membuat istri nya tak terganggu. Secepat kilat dia berlari menyusul istri nya tanpa melihat keadaan nya yang masih polos. Lalu saat sudah berada di samping sang istri, dia segera menarik selimut yang digunakan untuk menutupi tubuhnya lalu menggendong ala bridal style. Membuat Elma memekik keras karena kaget.

__ADS_1


__ADS_2