
"Ahh .. sayang, hati-hati." Peringat Elma saat tak sengaja Edo menggigiti gemas puncak da da nya. Edo memang suka seperti itu, jika dia sedang gemas maka tak memikirkan istri nya yang merasa sakit bila digigit.
"Maaf kan aku, sayang. Aku terlalu gemas dan ingin memakan mu terus menerus." Kata nya setelah melepaskan buah dada sang istri dari mulut. Namun setelah mengatakan itu, dia kembali melancarkan aksinya dengan menghisap kuat-kuat puncak dada sang istri yang menjadi mainan favorit. Dengan satu tangan nya lagi tak bisa tinggal diam,dia terus-terusan me re mas satu buah dada Elma yang menganggur bebas.
"Sshh..." Elma hanya bisa mendesis serta menikmati semua perlakuan yang dilakukan sang istri.
__ADS_1
"Sayang, aku sudah tak tahan." Elma memang benar-benar sudah tidak tahan dengan sesuatu di bawah sana yang seperti ingin meledak tetapi tertahan dan butuh dorongan untuk dapat mengeluarkan nya.
"Sabar, sayang. Kau harus menikmati setiap sentuhan yang ku berikan." Edo masih ingin berlama-lama melakukan foreplay tanpa memikirkan kalau istri nya sudah tak tahan dengan gejolak yang ditimbulkan dirinya.
"Ta-tapi aku sudah tahan." Nafas Elma terdengar putus-putus menahan gai rah yang begitu membara. Dan tanpa di duga, tiba-tiba saja dia membalikkan tubuh Edo menjadi di bawahnya. Lalu setelah nya dia langsung menyerbu bibir suami nya dengan sangat rakus. Dia melahap benda kenyal suami nya dengan penuh hasrat dan menghisap nya kuat. Lidah dia terobos kan diantara sela-sela rongga mulut sang suami. Edo pun tak menyia-nyiakan kesempatan, dia segera ikut mengambil tindakan hingga pergulatan hebat antara kedua bibir itu pun terjadi.
__ADS_1
Elma yang sudah tak ingin berlama-lama melakukan foreplay, langsung saja mengarahkan senjata suami nya pada lubang dirinya. Hingga dengan dua kali hentakan keras Elma, dua senjara tempur itu menyatu sempurna.
Elma mulai bergerak-gerak liar di atas tubuh sang suami tanpa mengingat bila saat ini dirinya sedang hamil. Seakan-akan sepasang suami istri yang sedang menikmati indahnya percintaan itu lupa segalanya hingga mereka lupa jika ada seonggok daging di antara mereka yang masih harus di jaga sepenuh jiwa dan raga.
"Ahh ... ya ... terus, sayang..." Edo yang tampak begitu menikmati gerakan liar istri nya hanya memejamkan mata dengan mulut terbuka meresapi setiap kejutan yang diberikan sang istri hingga lupa apa yang seharusnya mereka sudah sepakati.
__ADS_1
Sama hal nya seperti Edo, Elma yang begitu menginginkan penyatuan pun tampak melupakan status nya yang saat ini sedang mengandung. Dia terus menggerak-gerakkan tubuh nya dengan begitu liar serta menikmati setiap sentuhan tangan nakal sang suami yang terus terusan memberikan rangsangan pada dua benda yang menggelantung bebas.
" Lebih keras, Edo." Elma bahkan meminta Edo untuk menekan nya lebih keras. Dia sangat menyukai saat Edo terus menerus mempermainkan tubuh nya terutama di bagian-bagian sensitif. "Ahh ... ya, seperti itu." Elma mendongakkan kepala dengan mata terpejam menikmati hentakan demi hentakan yang dia buat sendiri hingga menimbang sensasi yang sangat nikmat.