Terpaksa Menjadi Wanita Pemuas

Terpaksa Menjadi Wanita Pemuas
Perlakuan Dingin Elma


__ADS_3

Hari-hari Elma dihabiskan dengan belajar, sekolah, dan melayani semua kebutuhan Edo baik di ranjang maupun kebutuhan sehari-hari.


Dalam kurun waktu sebulan ini, sedikit banyak nya Elma sudah mengetahui informasi tentang John. Tidak sulit mencari seorang terpandang seperti John di internet, meski informasi yang didapatkan dibatasi tapi setidaknya dia kini mengetahui tempat tinggal laki-laki itu. Dan selangkah demi selangkah Elma pasti mencapai titik target.


Mungkin saat ini dia belum bisa balas dendam, tetapi setidaknya persiapan untuk menghancurkan laki-laki itu akan dipikir nya lebih matang.


Dalam hal ini Edo tak mengetahui sedikit pun kalau wanita nya sudah banyak mencari informasi tentang John Mayer yang ternyata tinggal di kota yang sama dengan nya saat ini.


Elma tak tahu apakah Edo sudah mengetahui nya lebih dulu atau ini hanya kebetulan, dia pun tak ingin menanyakan pada laki-laki itu. Semenjak kejadian Edo mengingatkan Elma akan posisi nya, kini Elma lebih menjaga jarak. Dia tak ingin hatinya terjerat cinta oleh nya, untuk itu dia harus membatasi kehidupan nya pada Edo.

__ADS_1


Elma juga lebih mandiri karena tak ingin terus-terusan bergantung pada Edo.


Sedangkan Edo, sudah satu bulan ini dia dibuat kelimpungan karena sikap Elma yang terkesan dingin. Ya, Elma memang sangat menjaga jarak dengan Edo, hanya disaat mereka melakukan percintaan lah keduanya akan terlihat sangat dekat seperti sepasang kekasih. Namun bila di waktu lain, mereka sangat terlihat seperti seorang majikan dan karyawan. Sungguh Edo sangat tersiksa menyikapi hal ini.


Padahal Edo sudah berusaha perhatian pada Elma, tetapi apa yang dilakukan Edo ternyata tak membuat hati Elma goyah. Dia bahkan tak tersentuh sedikit pun.


"Sudah ku bilang, aku sudah kenyang." Sahut Elma kesal setelah Edo terus berusaha membujuk nya untuk makan makanan yang dibawa nya. Edo terus-terusan menyuruhnya mencicipi sedikit saja karena makanan nya sangat enak.


"Jadi kau benar-benar tak ingin memakannya?" Tanya Edo menahan sesak di dada. Dia bahkan tersenyum miris seakan mengejek diri sendiri akan nasib sialnya ini.

__ADS_1


"Tidak," Tolaknya tanpa keraguan.


"Baiklah, buang saja jika kau tidak mau." Sahut Edo. Lalu setelah nya dia kembali keluar apartemen dengan perasaan dongkol.


Dia bahkan menutup pintu dengan sangat keras hingga membuat Elma telunjuk kaget. Namun setelah nya dia bisa menormalkan dirinya kembali lalu membawa makanan itu ke dapur.


Dia tak mungkin tega membuang makanan, mengingat dulu Elma pernah kekurangan makanan. Meski tadi dia sempat menolak mentah-mentah pemberian Edo, tetapi sebenarnya Elma begitu tergiur dengan makanan khas Nusantara. Terlebih dia sudah sangat lama makan makanan khas Indonesia. Ya, satu bulan di Las Vegas menurut Elma sangat lah lama karena dia belum pernah bertemu dengan mami nya satu kali pun yang kata Edo sedang menjalani perawatan di rumah sakit Singapura.


Tetapi meminta pun Elma cukup tahu diri, saat ini Edo sedang sangat sibuk mengembangkan usaha besar-besaran di sini jadi tak mungkin dia semakin membuat nya repot meski dia kesal padanya sekalipun.

__ADS_1


__ADS_2