
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih dua puluh empat jam, akhirnya sepasang kekasih itu sampai di bandara Soekarno Hatta. Saat ini mereka sudah berada di dalam mobil jemputan atas perintah orang tua Edo.
Kedua orang tua Edo menyambut dengan baik kedatangan sang putra bersama wanita nya. Meski awal nya ayah Edo sempat marah karena masa liburan mereka digagalkan oleh sang anak, tapi akhirnya mereka senang karena setelah sekian lama bisa kembali bertemu sang putra yang sudah lama tak berkunjung ke Indonesia setelah mami Aline dinyatakan sembuh.
Orang tua Edo memag sudah menerima Elm dalam kehidupan putra tunggal nya, meski awal nya sempat tak setuju tetapi perlahan mereka mulai menerima seiring berjalan nya waktu juga karena bujukan serta keterangan Edo tentang Elma. Setelah mendengar seluk beluk kehidupan Elma, mama Edo bahkan sampai menangis mendengar betapa malang nya gadis seusia nya.
Waktu yang seharusnya dia habiskan untuk belajar dan bermain harus rela digunakan untuk mencari uang demi membiayai kesembuhan sang mami. Mama Edo memang mudah tersentuh, sehingga tak sulit membuat nya menyukai Elma, terlebih dia juga tak memiliki seorang putri padahal yang sesungguhnya sangat menginginkan nya. Tetapi karena kehidupan nya dulu yang masih sangat pas-pasan, sehingga sengaja tak ingin menambah anak lagi karena takut nanti nya tak bisa menghidupi anak-anaknya dengan baik.
Tetapi ternyata, tuhan memiliki kehendak baik, di mana ayah Edo mulai merintis usaha atas bantuan ayah Friska, sempat memiliki keinginan untuk menambah momongan, tetapi saat itu umur mama Edo sudah tak aman untuk mengandung sehingga tak di bolehkan ayah Edo. Pada akhirnya mereka ikhlas dan bahagia walau hanya memiliki satu anak.
__ADS_1
"Kau lelah, hm?" Edo menatap lekat-lekat wajah Elma yang sedari tadi seperti tak ada semangat untuk sekedar menggerakkan tubuh.
Elma hanya menatap sekilas dengan tatapan tak suka nya, Dia masih sangat kesal pada Edo yang tak membiarkan dirinya istirahat sebentar pun selama di dalam pesawat. Ya, selama kurang lebih dua puluh empat jam, waktu mereka dihabiskan untuk bercinta. Semangat Edo seakan terus berkobar-kobar tanpa kata lelah. Bahkan Elma sampai heran karena baru pertama kali ini mereka melakukan nya dengan sangat lama. Bahkan sampai tak membiarkan Elma beristirahat. Walau Edo mempersilahkan Elma untuk istirahat, tetapi tetap saja tak bisa karena terganggu dengan Edo yang masih bekerja di atas nya, dan hal itu sukses membuat Elma tak tidur semalaman.
Dengusan kasar yang keluar dari mulut Elma berhasil membuat Edo terkekeh geli. "Masih marah, hm?" Edo mendekati Elma yang duduk di sebelah kursi mobil sehingga tak ada jarak di antara kedua nya.
"Sudah ku bilang, aku sangat merindukan mu. Sehingga saat kita melakukan, aku tak bisa berhenti, bahkan jika tak mengingat kau belum istirahat sejak kemarin, aku masih ingin melakukan lagi." Sontak saja perkataan Edo berhasil membuat Elma melebarkan mata. Dia tak menyangka Edo akan sekuat ini melakukan sesi percintaan.
"Kau gila ya?!" Teriak nya setelah menegakkan tubuh dari sandaran kursi.
__ADS_1
"Sudah ku bilang, aku akan melakukan lagi jika tak ingat kau belum istirahat." Edo menatap lekat wajah Elma dengan senyum menyeringai. "tapi sepertinya kau tak butuh istirahat. Setelah kita sampai di Apartemen, mari lanjutkan kegiatan indah kita." Lanjut nya berbisik.
"What?!"
...💚💚💚...
Sambil menunggu update, mampir juga ke novel temanku Kuy.
__ADS_1