
"Arasya! Kenapa kau jadi tega sekali?! Bukan kah sebelum nya harta ini juga milik ku?!! " Nafas John tampak memburu dengan dada naik turun dan wajah memerah karena amarah.
Arasya hanya menanggapi John dengan senyum sinis nya.
"Tega kau bilang? Apa kau lupa apa yang kau lakukan selama ini dibelakang ku, hm?" Wajah Arasya nampak tenang meski sebenarnya hati nya merasa sangat sakit mengingat suami yang dia cintai dengan tega nya bermain api selama ini. Bahkan hampir setiap hari nya John bergonta ganti wanita.
__ADS_1
"Saat kau selingkuh, saat kau meniduri wanita-wanita mu, apakah kau ingat kalau saat itu aku menunggu mu pulang?" Arasya mencondongkan tubuh nya semakin mendekati John yang masih terdiam dengan amarah membara. "Ingat kah kau tak bisa dihubungi sampai dua hari lama nya hingga membuat ku dilandasi kecemasan. Sedangkan kau?" Tunjuk nya pada John. "Kau justru sedang menikmati liburan mu dengan salah satu jallang mu!" Sentak nya. Kini mata Arasya terlihat berkaca-kaca.
Meski Arasya sudah menguatkan hati dan tak akan menangisi laki-laki brengsek seperti John, tapi dirinya juga wanita. Hati nya merasa sangat sakit mengingat pengorbanan dirinya selama ini yang ternyata dibalas penghianatan oleh John.
Padahal dulu Arasya sudah memiliki laki-laki pilihan nya, tetapi demi memenuhi keinginan orang tua dia rela melepaskan laki-laki yang dicintai dan menerima John. Berharap suatu saat ada cinta yang akan tumbuh di antara mereka. Dan keinginan nya terwujud, tak butuh waktu lama, Arasya mulai mencintai John. Di lihat dari perilaku dan sikap John yang begitu romantis terhadap Arasya, membuat dia terlena dan tertipu dengan bualan John yang mengatakan mencintai nya. Arasya begitu percaya kalau John mencintai dirinya, hingga dia pun akhirnya menjatuhkan sepenuh hati nya untuk John, ternyata semua itu hanya lah sandiwara. Sungguh, John adalah manusia durjana yang tak memiliki iba.
__ADS_1
Mendengar penjelasan John, tentu saja ada segelintir rasa menyesal di hati Arasya. Apakah benar John sering menghabiskan malam panas dengan wanita lain akibat dirinya yang tak bisa memuaskan John? Apakah benar dirinya terlalu sibuk hingga tak memikirkan kebutuhan John?
Padahal menurut nya, sebagai seorang istri dia sudah berusaha menjadi istri yang baik dan memenuhi semua kebutuhan John. Dia bahkan selalu bersedia bila John memanggil nya untuk bertemu walau sesibuk apapun pekerjaan Arasya karena menurut nya yang utama adalah suami. Lalu apalagi kekurangan nya?
"Itu karena kau tak pandai bersyukur! Aku bahkan selalu ada untuk mu, walau sesibuk apapun diriku!" Arasya mulai naik pitam. Mata nya bahkan berkaca-kaca hingga tak mampu menahan tangis.
__ADS_1
"Aku tak pernah mengabaikan mu! Andai saat naf su mu melambung tinggi kau memanggilku, bukan memanggil jallang mu untuk memenuhi has rat berlebihan mu itu maka aku dengan senang hati menemui mu kapan pun kau mau!!" Nafas Arasya sudah mulai stabil. Seperti nya dia pun sudah kehilangan kontrol emosi.