Terpaksa Menjadi Wanita Pemuas

Terpaksa Menjadi Wanita Pemuas
Meminta Hadiah


__ADS_3

"Memang nya tidak boleh ya menelpon kamu sekarang?" Terdengar suara cempreng istri nya naik satu oktaf. Sudah dapat dipastikan istri nya sangat kesal dengan pertanyaan nya.


Edo hanya terkekeh menanggapi nya, karena memang beberapa hari ini Elma sering kali marah-marah tidak jelas. Bahkan sekarang Elma lebih posesif dari biasanya dan juga lebih manja.


Jika dulu Edo yang selalu meminta untuk di cium Elma, Sekarang bahkan kebalikan nya, Elma lebih dulu meminta ciuman panas suaminya sebelum berangkat kerja.


Sebagai seorang yang lulus bidang kedokteran tentu saja Edo sedikit menaruh feeling terhadap perubahan emosi istri nya. Apalagi Edo sengaja mengganti pil pencegah kehamilan istri nya dengan vitamin tanpa sepengetahuan Elma. Tetapi dia tak akan berasumsi lebih dulu sebelum mengeceknya ke dokter.

__ADS_1


"Tentu saja boleh, sayang. Aku justru sangat senang istri ku ini mau menelpon lebih dulu."


Seketika wajah wanita yang berada di seberang panggilan itu bersemu merah. Entah kenapa dia sangat senang mendapatkan pujian dari sang suami. "Benarkah?" Tanya nya dengan malu-malu.


"Tentu, sayang. Ah aku jadi rindu, ingin segera pulang dan memakan mu." Perkataan Edo sengaja di pelan kan, namun suara nya masih sangat jelas di pendengaran Elma. Dan hal itu berhasil semakin menambah semburat merah di pipi wanita nya.


"A-aku juga rindu, cepat pulang, sayang. Aku menunggu mu." Jawab nya dengan malu-malu seperti anak perawan yang baru saja mengutarakan cinta pada kekasih nya.

__ADS_1


"Tapi aku tidak punya hadiah untuk mu." Nada suara nya terdengar kecewa. Ya, Elma kecewa pada dirinya sendiri karena baru menyadari selama ini dia tak pernah memberi hadiah atau kejutan apapun pada Edo.


Sedangkan Edo, hampir setiap kali dia pulang kerja selalu membawakan istri nya hadiah yang membuat nya sangat senang karena merasa begitu dicintai oleh suami nya. Walau pun pada akhirnya hadiah yang diberikan Edo itu bersyarat, tetapi Elma tetap memenuhi nya.


Ya, Edo seringkali membelikan dia barang-barang mewah seperti tas limited yang bahkan dia sendiri tak pernah bermimpi bisa membelinya, tetapi Edo dengan perhatian membelikan untuk nya. Tetapi saat barang itu akan di ambil oleh seng istri dengan penuh suka cita, tiba-tiba saja Edo menghalau nya dan berkata ada syarat jika ingin tas yang di beli Edo. Dan syarat nya adalah dia harus menari erotis dihadapan Edo tanpa memakai pakaian lalu dilanjutkan percintaan panas hingga Edo merasa puas.


Elma yang memang sudah sangat senang melihat tas cantik dari suami nya langsung mengiyakan begitu saja tanpa mengingat tenaga nya yang pasti terkuras habis jika ingin membuat Edo puas bercinta. Edo memang sangat perkasa, senjata nya tempur nya bahkan hampir selalu on fire sampai-sampai dia sendiri merasa heran terkadang dia berkata dalam hati, apakah semua laki-laki sama seperti Edo? yang selalu ingin bercinta, bercinta, dan bercinta?

__ADS_1


Mungkin jika diri nya tak ada tuntutan kerja Edo akan menghabiskan waktu nya dengan bercinta. Hiii ... Elma bahkan bergidik ngeri membayangkan nya. Bagaimana nasib diri nya andai apa yang dipikirkan nya menjadi kenyataan. Andai Edo tak bekerja dan menghabiskan waktu hanya untuk bercinta.


Ah, belum apa-apa saja inti Elma sudah terasa ngilu membayangkan jika hal itu benar-benar terjadi.


__ADS_2