Terpaksa Menjadi Wanita Pemuas

Terpaksa Menjadi Wanita Pemuas
Ungkapan Cinta


__ADS_3

"Benarkah kau tak cemburu, hm?" Semakin lama Edo semakin merapatkan tubuh nya pada Elma tak ada pemisah jarak diantara kedua nya. Mata Edo benar-benar begitu meng-intimidasi Elma hingga wanita itu bahkan tak bisa berkata apa-apa. Tubuh Edo yang menempel pada tubuh Elma dengan tangan nya yang menekan pinggang Elma hingga dua tubuh itu semakin tak ada jarak benar-benar mendominasi pandangan Elma. Dia tak bisa menatap ke arah lain atau pun sekedar menoleh ke arah lain. Seakan tatapan meng-intimidasi Edo menuntut nya untuk terus menatap laki-laki di depan nya.


"T-tentu s-saj aku tak cemburu. Memang nya kenapa aku harus cemburu?" Sahut nya cepat dengan nafas gelagapan, seakan-akan tak ada oksigen di sekitar nya.


"Kalau kau tak cemburu, lalu kenapa kau terlihat marah, hm?" Satu tangan Edo mengusap lembut pipi Elma yang sudah memerah. Dan perlakuan lembut Edo sukses membuat pipi Elma semakin memerah seperti kepiting rebus.


 "S-siapa yang marah?" Elma masih belum bisa mengontrol suara nya yang terbata-bata saat menjawab pertanyaan Edo.


Mendengar jawaban Elma yang terus berusaha mengelak, Edo hanya bisa menghela nafas panjang. Sepertinya kesabaran Edo mulai habis meladeni Elma.


"Cih, masih saja tidak mengakui," Batin Edo. Lalu setelahnya Edo memasang wajah suram nya.


"Ya, aku percaya kau tidak cemburu. Mana mungkin kau akan cemburu" Edo menjeda kalimat nya. "kau kan tidak pernah mencintai ku. Aku saja yang terlalu percaya diri kau juga mencintai ku, karena aku sangat bahagia bila mendapati kenyataan seperti itu." Kata-kata yang dikeluarkan Edo sekan-akan tercekat di tenggorokan dengan tatapan dibuat nanar agar Elma bisa mengetahui raut wajah sedih Elma.


Elma masih tertegun di tempat, otak cerdas nya mencoba mencerna kata-kata yang dilontarkan Edo. Apalagi dia sempat mendengar kata 'Juga' yang itu artinya Edo sudah mencintainya.


"Apa maksud mu?" Kali ini Elma yang dibuat penasaran dengan perkataan Edo.


"Ya, aku terlalu percaya diri dan berharap kau juga mencintai ku." Edo berkata dengan suara lemah seakan telah kehilangan harapan hidup. "ah, sudah lah. Lupakan apa yang aku katakan tadi" Lanjutnya.


"Tapi sebelum kau pergi, aku ingin menjelaskan sesuatu. Aku tidak pernah memiliki hubungan dengan wanita mana pun. Dan yang kau lihat tadi siang adalah klian ku dan kebetulan kami meeting di restoran itu."


Elma sempat terperangah dengan penjelasan Edo, tetapi dia buru-buru menormalkan ekspresi wajah nya yang terlihat terkejut. Sebenarnya dia bukan hanya terkejut, tetapi juga merasa malu karena telah menuduh Edo yang tidak-tidak tetapi kenyataan yang sebenarnya justru bertolak belakang dengan pemikiranya.

__ADS_1


 "Dan satu hal lagi," Edo melanjutkan perkataannya dengan Elma yang masih setia mendengarkan. "Selama ini aku tidak berhubungan dengan wanita mana pun apalagi melakukan hubungan intim yang kau tuduh kan tadi," Edo kembali menjeda kalimat nya. "hanya satu wanita yang pernah aku nikmati tubuh nya yaitu kau dan tidak ada wanita sebelum atau sesudah dirimu,"


 Deg.


 Jantung Elma berdetak berkali-kali lipat mendengar penjelasan Edo. Apa benar dia menjadi yang pertama bagi Edo? Sebelumnya Edo belum pernah berhubungan intim dengan wanita mana pun?  Pertanyaan-pertanyaan seperti itu terus saja berputar-putar di kepala nya. Entah mengapa ada sekepal rasa bahagia yang mendera di hati mendengar nya.


"M-maksudmu?" Elma tak ingin merasa bahagia dulu sebelum mendengar penjelasan Edo yang se jelas-jelas nya.


"Sudahlah, kau pasti tak akan percaya dengan perkataan ku karena bagi mu, aku adalah laki-laki be jad." Edo melepaskan tautan tangan yang sedari tadi membelit pinggang Elma dan bersiap untuk pergi.


Saat Edo akan berlalu, Elma mencegah nya dengan memegang pergelangan tangan Edo. "Tunggu!" Cegah Elma.


"Yes!" Dalam hati, Edo bersorak gembira karena berhasil membuat Elma mencegahnya.


"Apa maksudmu mengatakan ingin aku juga mencintai mu?" Elma tak tak menatap lekat wajah edo seakan-akan berharap apa yang ada dalam pikiran nya adalah kebenaran.


"A-apa itu a-artinya kau mencintai ku?" Elma memberanikan diri bertanya seperti itu setelah mengumpulkan berjuta-juta keberanian dalam diri nya.


"Ya, aku mencintai mu, Elma."


Deg.


Jantung Elma bergemuruh hebat mendengar jawaban itu sampai-sampai hampir saja jantung Elma terlepas dari tempatnya.

__ADS_1


"Sudah lah, aku tidak membutuhkan jawaban mu karena aku tahu kau tak pernah mencintai ku." Edo berkata dengan cuek, padahal dia tahu melihat raut wajah Elma yang saat ini pasti dia sedang sangat terkejut mendengar pernyataan nya itu, tetapi dia akan tetap pura-pura biasa saja.


"Aku pergi," Setelah Edo melepas cekalan tangan Elma, dia berlalu dari sana.


Diam-diam Edo tersenyum geli melihat ekspresi Elma. Dalam hati dia menghitung mundur.


Tiga.


Dua


 Sat-


"Tunggu!"


Edo tersenyum kemenangan karena perkiraan nya benar, dia sudah menduga dalam hitungan ketiga Elma pasti menghentikan langkah nya.


"Apa kau benar-benar tak ingin mendengar jawaban ku?" Elma menggigit bibir bawah nya menahan rasa malu.


"Tidak, untuk apa aku harus mendengar jawaban mu yang jelas-jelas tak mencintai ku." Edo menjawab dengan tatapan lurus ke depan tanpa berniat membalikkan badan menatap Elma.


"Kenapa kau berpikir seperti itu? Bagaimana kalau aku juga mencintai mu?" Elma benar-benar sudah menghilangkan rasa malu nya mengatakan hal itu.


"Karena aku tahu kau tak pernah mencintaiku," Sahut nya lagi tanpa membalikkan badan.

__ADS_1


"TAPI AKU MENCINTAI MU!" Elma berteriak keras hingga suara nya menggema di seluruh ruangan yang tampak sepi itu. Seketika Edo membalikkan badan, menatap Elma yang sedang menunduk, dua tangan nya di saling bertaut erat dengan bibir bawah nya yang masih digigit dan wajah nya seperti kepiting rebus.


 Melihat pemandangan itu, Edo tak busa menahan na fsu nya, tanpa ba bi bu dia langsung menyerang bibir Elma yang sedari tadi dia gigit. Elma yang mendapatkan serangan dadakan merasa sangat terkejut tetapi di detik berikutnya dia ikut menikmati ciuman lembut Edo dan membalasnya tak kalah lembut.


__ADS_2