Terpaksa Menjadi Wanita Pemuas

Terpaksa Menjadi Wanita Pemuas
Cemburu


__ADS_3

Sudah dua bulan berjalan, Elma bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan nya. Meski dia kini tinggal di negeri orang, tetapi dirinya tak kesulitan dalam komunikasi ataupun berinteraksi pada orang. Karena memang sejak kecil Elma sudah fasih berbahasa asing, terlebih bahasa Inggris yang memang hampir setiap hari mereka berkomunikasi menggunakan bahasa resmi internasional ini.


Bukan hanya interaksi terhadap lingkungan, dalam bidang akademik pun Elma terbilang sangat tanggap dalam menangkap pelajaran meski dia harus lompat kelas menjadi kelas paling atas.


Sampai detik ini tak ada kesulitan atau kendala apapun, dan hal itu tentu saja membuat Edo begitu bangga. Bahkan dia semakin semangat tiap malam menemani nya belajar sebagai pelajaran tambahan. Meski Edo pun banyak pekerjaan tapi dia selalu memantau dan mengajari Elma belajar, karena dia memang sengaja pulang sore untuk membantu Elma agar cepat lulus.


Jika ada soal yang Elma tidak mengerti maka Elma akan mendapatkan hukuman, yaitu dengan cara mencium Edo lebih dulu.


Tentu saja itu adalah hukuman yang tidak mengenakkan bagi Elma tapi sangat menguntungkan untuk Edo.


Dan Edo selalu menjahili Elma dengan memberinya pertanyaan-pertanyaan yang memang sangat sulit. Untung saja Elma tergolong anak yang cerdas, jadi tidak banyak soal yang Elma tidak bisa menjawab nya.


Dan setelah proses belajar selesai biasanya Edo akan meminta Elma melayani di atas ranjang, hal itu dilakukan terus-menerus sampai sekarang.


"Eunghh ...," Elma melenguh meregangkan otot-otot nya saat merasakan sekujur tubuh nya sangat lelah.


Bagaimana tidak lelah bila dia melayani Edo semalaman suntuk, itu karena Edo marah saat di kampus sekolah di dekati seorang pelajar pria dan terang-terangan menyatakan cinta. Tentu saja hal itu membuat Edo sangat murka, dan setelah mengetahui hal itu dari orang suruhan nya yang mengawasi Elma. Edo langsung bergegas menjemput Elma di sekolah. Padahal saat itu Edo sedang melakukan meeting bersama para klien untuk pembangunan market.


Edo terpaksa menunda meeting dengan alasan ada urusan yang sangat penting. Untuk saja klien nya memaklumi dan memberi kesempatan lain waktu untuk meneruskan pembahasan mereka.


Setelah Edo sampai di sekolah dia langsung masuk menuju kelas Elma, tanpa menghiraukan tatapan para pelajar putri yang begitu terpesona akan ketampanan nya.


Dan setelah sampai di kelas, ternyata belum ada guru di sana. Hal itu menjadi kesempatan untuk Edo, tanpa sepatah katapun Edo langsung memanggul tubuh Elma seperti sekarung beras.


Tentu saja hal itu semakin membuat nya menjadi pusat perhatian, terlebih Elma yang berteriak meronta-ronta meminta diturunkan semakin membuat orang-orang menatap kearah mereka.

__ADS_1


Setelah sampai di mobil, Edo menghempas kasar tubuh Elma ke kursi mobil. Saat itu Elma baru menyadari ada sesuatu yang aneh pada Edo. Terlihat dari sorot matanya tajam berkilat kemarahan membuat Elma tak lagi berteriak. Dia bahkan diam sembari menunduk takut.


Saat itu Edo bersuara dengan kata-kata yang membuatnya sangat terluka, bukan hanya terluka tetapi kata-kata Edo membuat nya kembali sadar akan posisi nya yang hanya sebagai seorang budak na fsu dari pria di sebelah nya.


Jangan bertingkah di luar batas mu! Ingat baik-baik, kau adalah wanita pemuas ku! Jadi selama kau masih ku butuhkan, jangan bertingkah seperti jal lang yang menggoda banyak laki-laki! Kata-kata itu masih terus terngiang di telinga Elma.


Sesaat dia terlena akan kebaikan yang Edo berikan hingga membuat nya lupa akan posisi sebenarnya. Dia bahkan pernah mengira Edo mencintai nya, sungguh pemikiran yang sangat bodoh, dan Elma sangat menyesal telah berpikir seperti itu hanya karena mendapatkan perlakuan manusiawi dari laki-laki yang sudah membeli tubuh nya.


Tanpa terasa air mata Elma kembali mengalir di pipi, bahkan baru saja membuka mata dia kembali merasakan sakit saat mengingat nya.


Bukan hanya karena hinaan Edo yang membuat nya sakit, tapi karena dia menyesal akan kebodohan nya sendiri.


Hampir saja di terlena dan menjatuhkan hati nya pada sosok Edo karena menganggap Edo pun mencintai nya. Namun, untuk saja kejadian siang tadi benar-benar menyadarkan dirinya pada posisi yang seharusnya.


"Sudah bangun?" Suara berat Edo berhasil membuyarkan lamunan Elma.


Edo yang menyadari perkataan nya kemarin siang sangat lah keterlaluan pun hanya bisa menyesal. Dia menyesal karena tak bisa mengendalikan amarahnya hingga tak bisa berpikir rasional. Bahkan dia mengucapkan kata-kata yang sangat menyakiti wanita nya diluar kendali nya.


"Sorry." Gumam Edo dengan tangan nya uang semakin mengeratkan pelukan hingga dia tubuh itu semakin menempel. "maafkan aku, aku tidak bermaksud menyakiti mu. Aku-"


"Kenapa harus minta maaf? Bukan kah semua yang kau katakan benar? Dan terimakasih karena kau sudah mengingatkan posisi ku yang sebenarnya."


Deg


Edo terkesiap mendengar suara datar Elma. Kenapa rasanya sangat sakit saat wanita nya mengatakan hal itu, dan kenapa dia semakin merasa bersalah setelah mendengar Elma sendiri yang mengatakan nya. Padahal perkataan Elma bukanlah suatu perkataan yang membuat nya terluka, karena memang itu lah faktanya. Tetapi kenapa Edo ingin sekali menyangkal semua perkataan Elma?

__ADS_1


"B-bukan seperti itu maksud ku, aku-"


"Maksud Anda, saya hanya seorang wanita pemuas dan tidak boleh berhubungan pada siapapun sebelum masa kontrak berakhir, begitu kan?" Elma kembali memotong perkataan Edo dengan sorot mata datar tanpa ekspresi, seakan-akan apa yang dikatakan nya tak menyakiti hatinya. Bahkan air mata yang tadinya keluar pun mendadak ikut berhenti.


"Jangan bahas lagi apa yang aku katakan tadi siang, ku mohon lupakan saja."


Elma tertawa sinis mendengar nya, "Kenapa harus melupakan? Bukan kah apa yang Anda katakan itu benar?"


"E-elma bukan maksud ku berbicara seperti itu."


"Lalu apa maksud Anda?"


"A-aku-"


"Aku apa? Kau tidak bisa menjawab nya karena semua yang Anda katakan memang benar kan? Lagian saya tidak akan marah Anda mengatakan hal itu karena memang yang Anda katakan benar."


"Aku tidak bermaksud mengatakan nya Elma. sungguh aku tidak bermaksud ingin mengucapkan hal itu, tapi entahlah mulut ku saja yang tak bisa dikontrol saat marah." Sahut Edo jujur.


"Kenapa Anda marah? Apa saya melakukan kesalahan?"


"Itu karena -"


"Ah ya, saya lupa. Anda marah karena mengira saya menggoda dan merayu laki-laki di sekolah untuk naik ke ranjangnya bukan? Tapi tenang saja, sa-"


"Aku marah karena aku cemburu!" Tanpa sadar Edo berkata seperti itu. Membuat keduanya hening terhanyut dalam pikiran masing-masing.

__ADS_1


Edo yang merutuki dirinya karena keceplosan berbicara yang artinya dia mengakui mencintai Elma. Sedangkan Elma masih mencerna kata-kata Edo. Apakah benar Edo cemburu?


Jika iya, bukan kah itu pertanda Edo mencintai nya?


__ADS_2