Terpaksa Menjadi Wanita Pemuas

Terpaksa Menjadi Wanita Pemuas
Ke Apartemen


__ADS_3

Lea sudah kembali ke mansion, selama beberapa hari ini kedua orang tua nya sama sekali tak memperdulikan nya.


Baik Aline maupun Abraham tak ada yang menganggap Lea ada. Seakan-akan tak ada putri sulung nya di sekitar mereka.


Tiap-tiap Lea berusaha berbicara pada orang tua nya, tak ada satu pun yang merespon.


Mereka tak memarahi, tapi juga tak memberi kekuatan. Lea benar-benar sudah tak nampak bagi kedua orang tua nya.


Yang di lakukan nya hanya bisa menangis di dalam kamar, menyendiri dalam kegelapan. Bahkan sudah dua hari ini dia tak makan pun, mommy nya sama sekali tak membujuk nya.


Hanya beberapa pelayan yang tiap jam makan selalu masuk ke kamar dan meletakkan makanan di meja dan membujuk nya untuk makan.


"Aku harus segera memberi tahu John. Ya aku harus memberi tahu nya. Aku akan meminta pertanggung jawaban nya." Gumam Lea di sela-sela tangis nya. Kedua lutut nya di tekuk, dengan kedua tangan nya yang ikut dilipat atas lutut. Dagu nya dia letakkan di atas kedua tangan.


Pandangan mata nya menatap kosong ke depan. Sungguh, ini adalah hari-hari terburuk nya. Dia tak kuat menjalani semua ini.


Hanya demi kesenangan sesaat, Lea mengorbankan masa depan serta kasih sayang orang tua nya.


Tiba-tiba dia bangkit dari tempat duduk lalu berjalan ke arah kamar mandi. Selama beberapa hari ini bahkan dia enggan ke kamar mandi untuk sekedar membersihkan diri.


Rasa bersalah serta penyesalan yang terlalu menggerogoti relung hati nya, membuat nya menjadi seorang gadis yang kehilangan semangat untuk hidup.


Membutuhkan sekitar dua puluh menit Lea membersihkan diri. Dia keluar dari kamar mandi dengan wajah yang terlihat lebih fresh walau masih nampak murung, tubuh nya hanya dililit selembar handuk yang menutupi area tubuh.


Tanpa membuang banyak waktu, dia bergegas menuju ke walk in closet untuk berganti baju. Lea memilih menggunakan gaun berwarna peach dengan pita yang menghiasi area pinggang nya.


Rambut yang berhasil dia keringkan, dibiarkan tergerai indah. Membiarkan angin segar meniup nya hingga tiap helaian rambut itu terbang ke sana kemari.

__ADS_1


Sangat cantik! Sayang nya, wajah cantik nan manis yang biasa nya dihiasi senyuman mendadak hilang akibat kesalahan fatal yang diperbuat nya.


Setelah selesai bersolek di depan cermin, Lea mencoba membuka pintu kamar. Dia terlihat celingukan melihat-lihat ke seluruh sudut arah pandang yang masih terjangkau oleh mata, memastikan tak ada satu orang pun yang melihat nya keluar.


Setelah memastikan tak ada satu orang pun yang melihat nya, Lea mulai memberanikan diri keluar dari ruangan.


Tanpa di sadari nya, seorang gadis kecil dengan rambut diikat kayak kuncir kuda, mengendap-endap membututi kemana Lea pergi.


Lea berhasil keluar dari mansion, saat ini dia sedang bimbang ingin pergi menggunakan mobil atau memesan taksi.


Bila dia mengemudi sendiri, tentu akan menimbulkan kecurigaan pada orang tua nya. Lebih baik memesan taksi saja, agar tak ada yang menyadari dia pergi. Tak mungkin juga orang tua nya menjenguk ke dalam kamar, karena selama ini papi dan mami nya benar-benar tak ada yang perduli dengan nya.


Saat dia ingin memesan taksi, Lea baru ingat kalau dirinya tak membawa apapun di tangan nya. Baik hp maupun dompet nya tak ada yang dibawa.


Lea menghela nafas berat, mau tak mau dia harus membawa mobil di garasi. Dia bergegas mengeluarkan satu mobil di dalam sana, terlihat seorang pria pekerja mansion melihat kearah nya.


Lea bergegas menjalankan mobil nya keluar dari halaman mansion. Terlihat dua orang penjaga membukakan pintu gerbang sembari membungkuk ke arah nya.


"Pak, tolong katakan pada papi dan mami. Aku hanya keluar sebentar bila mencari ku." Pesan Lea pada dua security yang menjaga mansion. "Ah, mana mungkin mami dan papi mencari ku setelah aku membuat mereka kecewa?" Gumam Lea dalam hati sembari tersenyum miris.


"Baik, Nona. Akan saya sampaikan pada tuan." Kata salah satu security.


Lea hanya mengangguk lalu kembali menjalankan mobil nya.


Tanpa Lea ketahui, adik kecil nya ikut berada dalam mobil yang dikendarai nya. Bocah kecil itu meringkuk dalam bagasi demi mengikuti kakak nya pergi.


Dia tak ingin membiarkan kakak nya terjadi hal-hal yang tak diinginkan. Selama tiga hari ini memang Elma tak menemui kakak nya karena di larang oleh Aline dan Abraham, tetapi bukan berarti dia mengabaikan sang kakak.

__ADS_1


Sebesar apapun kesalahan yang diperbuat kakak nya, Lea tetap lah seorang kakak yang baik bagi Elma.


Dia tak akan mungkin tega membiarkan kakak nya terus-terusan dirundung kesedihan.


Setiap malam, saat papi dan mommy nya sudah terlelap, Elma mendatangi kamar kakak nya. Hanya sekedar melihat kondisi sang kakak lalu dia kembali ke kamar. Dia benar-benar menyayangi kakak nya, Elma tak ingin terjadi hal-hal buruk pada kakak nya.


Umur nya memang terbilang masih sangat kecil, tetapi kasih sayang yang ada pada hati nya membuat nya semakin dewasa. Dia benar-benar menjelma seperti seorang yang sudah dewasa.


Back topic.


Setelah beberapa saat, Lea menghentikan mobil nya. Elma yang menyadari mobil nya berhenti bergerak langsung bergegas berusaha membuka mobil nya agar bisa melihat kemana kakak nya pergi.


Setelah mendengar suara pintu ditutup yang berarti kakak nya sudah keluar dari mobil, Elma langsung berusaha sekuat mungkin mendorong pintu bagasi agar terbuka.


Setelah berhasil membuka pintu, Elma melihat di mana kakak nya berada. Ternyata kakak nya sudah berada di depan gedung apartemen.


Sedangkan mobil nya saat ini berada di parkiran depan gedung.


Elma keluar dari dalam mobil dengan hati-hati, tubuh nya yang tak terlalu tinggi membuat nya begitu kesusahan untuk turun dari bagasi.


Tetapi dia harus bisa turun dari sana. Ahasil, Elma turun dengan cara meloncat hingga kedua lutut serta telapak tangan nya terasa perih bahkan hampir mengeluarkan darah karena membentur lantai yang terbuat dari semen


Setelah berhasil turun, dia langsung berlari menyusul kakak nya. Terlihat sang kakak sedang mengantri di depan lift. Dan tak lama kemudian dia masuk ke dalam bersama beberapa orang yang juga sudah mengantri sejak tadi.


Beruntung, keadaan lift ramai hingga memudahkan Elma bersembunyi di antara orang-orang yang berada di lift.


Ting.

__ADS_1


Pintu lift terbuka di lantai empat, terlihat Lea berjalan keluar dari sana dan juga beberapa orang yang ikut keluar. Otomatis Elma pun mengikuti kakak nya yang keluar dari lift.


__ADS_2