
Satu tahun berlalu, akhirnya Elma bisa menyelesaikan studinya dengan sempurna. Elma menjadi murid paling cerdas di angkatannya. Edo pun sampai dibuat takjub dengan perolehan angka akademik Elma yang nyaris sempurna.
"Selamat, sayang. Akhirnya kau bisa menyelesaikan sekolah mu dengan sempurna." Edo bukan hanya memberi selamat dengan menjabat tangan Elma, melainkan memeluk erat-erat tubuh Elma yang selama satu tahun ini sudah membuat nya candu.
Dia sangat bangga sekaligus semakin cinta pada wanita nya yang terlalu sempurna menurut nya. Elma tumbuh menjadi wanita yang sangat cantik, anggun, juga tubuh nya yang sangat menggoda. Itu pula sebabnya Edo selalu memberi pengawalan di dekat nah karena tak ingin wanita nya diganggu pria lain. Terlebih Elma memang sangat famous di sekolah, membuat banyak pelajar pria terang-terangan menyatakan cinta. Tentu hal itu membuat nya terbakar api cemburu hingga kemarahan pun tak bisa dielakkan.
Dan hal itu semakin memicu Edo untuk terus menghukum wanita nya. Tentu saja hukuman di atas ranjang hingga Elma kelelahan dan tak berdaya meski hanya untuk bangkit dari tempat tidur. Alhasil, kemana pun Elma pergi akan diantar Edo. Licik sekali memang!
"Justru aku yang harusnya berterima kasih, karena berkat kau menyekolahkan ku kini aku bisa selesai sekolah." Katanya tulus menatap teduh Edo yang saat ini tak melepaskan belitan tangan di pinggang Elma.
Padahal saat ini mereka sedang di aula yang di hadiri banyak orang karena saat ini lah wisuda Elma.
"Itu pasti, kau harus berterima kasih padaku karena berkat diri ku, kau menyelesaikan sekolah mu." Sahut nya tersenyum jumawa.
"Dasar, arogan! Menyesal aku mengatakan nya!" Kesal Elma sembari mencebikkan bibir.
Hilang sudah rasa bangga serta haru Elma terhadap apa yang dilakukan Edo akibat perkataan nya yang selalu nyeleneh.
"Tapi itu semua tidak gratis, aku harus merelakan tubuh ku untuk kau nikmati bahkan setiap hari. Aku harus menjadi wanita pemuas hasrat mu yang tak pernah akan padam meski melakukan nya berkali-kali. " Lanjutnya lagi sembari menatap ke arah lain.
Niat Edo hanya untuk bercanda, tapi tidak tahu kenapa Elma justru menganggap nya serius dan mengatakan hal itu. Perkataan yang sudah satu tahun ini Edo tak ingin mendengar ataupun mengucapkan nya. Karena perkataan itu pula dulu Elma pernah mendiami nya selama berhari-hari.
"Apa kau menyesal berhubungan dengan ku?" Tanya Edo menatap intens wanita nya yang terlihat sendu.
Dia tak suka melihat kesedihan di wajah wanita nya karena itu membuat nya sakit.
__ADS_1
"Kenapa harus menyesal? Tak ada yang berubah meski aku harus menyesal seumur hidup ku."
Edo tampak tertegun mendengar perkataan Elma. Selama ini dia mengira Elma melakukan nya dengan suka cita seperti dirinya yang sangat senang berhubungan intim dengan Elma karena dia lah wanita yang dicintai Edo.
Tapi setelah mendengar perkataan nya, Edo menyadari satu fakta, Elma tidak pernah mencintai nya.
"Kenapa kau berkata seperti itu? Aku kira kau juga menikmati saat melakukan nya." Sekali lagi Edo bertanya. Dia masih menganggap perkataan Elma tidak lah sungguhan.
"Menikmati?" Elma tertawa sinis. "apakah ada orang yang menjual diri nya dengan terpaksa lalu menikmati nya?"
"Aku tanya sekali lagi." Edo tampak memejamkan mata sejenak sembari menahan sesak di dada. "apa kau sangat menyesal selama ini kita berhubungan? Apa kau menyesal aku yang merenggut keperawanan mu?" Tanya nya intens.
"Tentu saja aku tidak menyesal." Jawab nya lugas dan hal itu membuat Edo bernafas lega. "karena dengan tubuh ku ini aku bisa menyembuhkan mami dan bisa sekolah bunga mendapatkan prestasi yang sangat memuaskan dan akhirnya aku bisa melanjutkan studiku dengan beasiswa. Walau nyatanya setinggi apapun prestasi yang ku raih tak akan mengembalikan tubuh ku yang sudh kotor, tak akan mengembalikan kehormatan yang telah kau renggut."
Deg
"Itu artinya kau memang sangat terpaksa kita berhubungan." Sahut edo lirih sembari menatap kosong ke arah lain.
"Baiklah, jika memang kau sangat terpaksa hidup bersama ku, aku akan membebaskan mu setelah ini." Kata nya sungguh-sungguh.
Apapun demi wanita nya bahagia akan Edo lakukan. Meski dia merelakan Elma terlepas dari genggaman nya.
Sedang Elma tampak terkejut mendengar nya, dia tak pernah berpikir Edo akan mengatakan hal itu. Karena selama ini Edo selalu bilang kalau dia akan menjadi wanita pemuas nya untuk selamanya.
"Maksud mu?" Tanya Elma masih dengan keterkejutan nya.
__ADS_1
"Perkataan ku sudah sangat jelas, kau bebas Elma. Sekarang kau tidak lagi terikat dengan ku. Aku tidak akan lagi meminta mu menghangatkan ranjang ku. Tidak perlu khawatir, untuk kehidupan aku yang jamin meski kita tidak lagi tinggal bersama karena aku sudah pernah berjanji." Katanya dengan raut wajah tenang namun tersirat sebuah luka dalam dari sorot matanya.
"Dan untuk Tante Aline, aku juga akan tetap menanggung semua kebutuhan nya." Imbuhnya lagi.
Sudah beberapa bulan ini mami Elma pulang dari Singapura dan kini tinggal menetap di Indonesia. Saat ini Tante Aline kembali menatap di mansion yang dulu pernah di sita oleh Bank. Karena berkat Edo lah mereka mendapatkan mansion mereka.
Mami Elma sangat bersyukur karena bertemu dengan orang sebaik edo. Bahkan dia sudah merestui hubungan Edo dan Elma saat Edo diam-diam meminta restu pada Tante Aline. Dan rencananya, setelah Elma selesai sekolah, Edo akan melamar nya.
Tante Aline pun sangat percaya pada Edo, itu lah sebabnya dia tidak khawatir Elma sekolah di luar negeri karena di sana ada Edo yang selalu menjaga nya tanpa tahu bahwa ternyata Edo lah ancaman Elma.
Namun sepertinya rencana pernikahan Edo dan Elma gagal sebelum di waktu nya mengingat Edo sudah membebaskan wanitanya.
"Dan untuk surat perjanjian itu sudah ku buang sejak dulu." Jelas Edo lagi yang semakin membuat Elma tak mengerti.
"Selamat sekali lagi, kau sudah menjadi wanita dewasa yang cantik dan hebat. Semoga hari-hari mu lebih baik tanpa ku. Kau boleh mengunjungi apartemen ku selama kau mau karena pintu itu selalu terbuka untuk mu." Edo tak melanjutkan kata-katanya namun masih menatap wajah wanitanya yang terlihat begitu ayu sedang merenung. seperti pintu hatiku yang selalu terbuka untuk mu, Elma batin nya menatap sendu Elma.
"Sebelum kau mendapatkan tempat tinggal, kau boleh memakai apartemen. Dan tidak perlu khawatir, karena aku akan tinggal di kantor."
Nyesss
Rasanya seperti ada yang hilang dalam diri Elma mendengar kata demi kata yang terucap dari mulut laki-laki dihadapannya.
"Jaga dirimu baik-baik, aku harap kau bisa hidup lebih bahagia setelah kita berpisah."
Edo mendekatkan diri, seperti ingin mencium kening Elma. Saat menyadari hal itu Elma pun bersiap menerima kecupan itu dengan mendekatkan kepalanya pada bibir Edo, namun Edo berubah pikiran. Dia cukup sadar diri saat ini sudah tak lagi memiliki hubungan apapun pada Elma hingga akhirnya dia menjauh tanpa meninggalkan kecupan di kening yang sebenarnya ingin sekali dia lakukan.
__ADS_1
Selamat tinggal Elma, semoga kau menemukan kebahagiaan mu. Maafkan aku yang telah merenggut kebahagiaan mu selama ini. Batin Edo sembari melangkah. Nyatanya tak semudah yang dibayangkan melepaskan wanita yang dicintainya. Tanpa terasa air matanya menetes seiring dengan langkah kakinya yang terus menjauh.