
Akhirnya Elma terlelap begitu nyenyak setelah memadu kasih. Dirinya benar-benar dibuat kewalahan menghadapi suaminya yang tak pernah puas dengan sekali atau dua kali percintaan.
Sebenarnya Elma senang-senang saja melayani sang suami, tetapi saat ini ada bayi diantara mereka. Tentu saja hal itu membuat nya cemas, takut menyakiti sang buah hati yang masih dalam kandungan.
Eungh...
Lenguhan Elma membuat lelaki yang sejak tadi memeluknya erat itu membuka mata. Dipandanginya wajah sang istri yang menurut nya sangat cantik dan terlihat begitu lugu. Seperti saat pertama kali Edo bertemu Elma, sebelum dirinya meracuni otak sang istri dengan ke me sum an.
Tangan Edo berusaha menghalangi cahaya matahari yang menerobos di sela-sela jendela yang kebetulan tak tertutup korden dengan rapat.
"Sstt..." Cara Edo memperlakukan Elma benar-benar seperti sedang menenangkan anak kecil yang akan terbangun karena terganggu tidurnya. "Tidurlah, sayang. Masih pagi." Suara Edo terdengar seperti bisikan sembari mengelus lembut kening Elma yang sedikit mengeluarkan keringat.
Bukannya disuruh bangun mempersiapkan semua keperluan Edo, tetapi dia justru menyuruh istrinya untuk kembali tidur.
Dan dengan nyamannya Elma kembali terlelap, padahal jelas-jelas tadi dia sudah sedikit menggeliat. Edo pun hanya terkekeh gemas memandangi wajah istrinya yang membuat nya ingin kembali memakan nya. Tetapi mengingat kegiatan panas semalam sudah sangat lama, Edo tak akan lagi menambah nya. Dia takut jika hasrat liarnya justru akan membahayakan kandungan sang istri, dan dia tak akan mungkin sampai hal itu terjadi.
Perlahan-lahan Edo turun dari ranjang dengan penuh kehati-hatian, dia tak ingin mengganggu istirahat nyenyak istri nya. Edo meraih bokser di lantai sebelah ranjang lalu dengan gerakan cepat memakai nya untuk menutupi aset pribadi yang masih belum terbungkus apapun.
Sudah menjadi kebiasaan Edo jika setelah bercinta dia tak akan lagi menggunakan pakaian karena menurut nya lebih baik tidur tanpa menggunakan kain hingga kulit nya bersentuhan langsung dengan kulit istri nya yang tentunya sangat menyenangkan menurut nya.
__ADS_1
Tak ingin menyia-nyiakan waktu, Edo berjalan kearah dapur membuatkan sarapan untuk sang istri. Selama ini Edo sama sekali belum pernah membuatkan makanan apalagi sarapan untuk Elma karena sejak dulu hanya Elma lah yang selalu memenuhi kebutuhan mereka.
Dengan hati berbunga-bunga, Edo mulai berkutat di dapur. Tidak ingin membuat makanan yang aneh-aneh karena takut hasilnya pun akan menjadi aneh, Edo lebih memilih membuatkan nasi goreng rasa cinta untuk sang istri. Huekk ... membual sekali memang! Tapi beginilah yang namanya cinta, apapun yang dilakukan akan diberi embel-embel cinta.
Dengan penuh cekatan tetapi hasilnya acak-acakan Edo memotong beberapa toping serta bumbu tambahan nasi goreng. Mulai dari sosis, bakso, dan sayuran hijau.
Edo tahu jika Elma sangat menyukai nasi goreng bakso, oleh karena itu Edo tak melupakan bahan tambahan yang satu ini. Dan setelah semuanya masuk ke wajan, Edo baru menyadari jika masih ada bahan yang belum dia campurkan, yaitu tomat dan telur! Ya, sejak tadi nasi yang digoreng terlihat kurang menarik, ternyata dia melupakan telur. Belum terlambat! nasi goreng nya belum terlalu matang, akhirnya Edo memutuskan untuk menambahkan telur dan tomat di saat itu juga.
Elma yang sudah terbangun dari tidur, dahinya mengernyit saat mencium aroma yang sangat menyengat di Indra penciuman nya. Dia buru-buru keluar ke arah dapur saat menyadari jika ini adalah aroma masakan.
"Sayang...! kamu sedang apa..?!" Elma berteriak keras saat ada bau-bau masakan gosong yang entah apa jenis masakan itu.
Edo yang sedang berkutat dari masakan dan mencicipi nya seketika menghadap kebelakang, dia menelan ludahnya kasar bersama-dengan beberapa butir nasi goreng yang sedang dicicipi.
"Sangat enak ... nikmat dan begitu menggiurkan." Gumam Edo setelah menelan habis nasi goreng buatannya sembari menatap lekat tubuh sang istri dengan tatapan penuh na fsu.
Bukan karena masakan yang dibuat nya sangat nikmat, tetapi tubuh Elma yang ada didepannya ini yang sudah dia buktikan sendiri jika tubuh istri nya benar-benar sangat nikmat. Dan dia tergiur kembali dan ingin mengulangi malam panas seperti semalam saat melihat tubuh istri nya yang masih polos.
"Apa yang kau masak, sayang? Apa itu sangat enak seperti yang kau katakan?" Elma berjalan dengan sedikit tenang karena ternyata Edo sudah mematikan api kompor.
__ADS_1
Elma sendiri tak menyadari jika dirinya belum memakai pakaian. Dia bahkan sudah berdiri di samping suaminya dan sedikit menggeser tubuh atletis Edo. Saking penasarannya dengan hasil masakan Edo, tetapi Edo justru menghalangi posisi nya.
Seketika dua kulit tubuh itu kembali menempel karena baik Edo maupun Elma belum ada yang memakai baju. Bedanya, Edo sudah lebih dulu mengamankan burung nya, jaga-jaga saja agar burung nya itu tak nakal dan terbang bebas.
"Sshh... sayang," Edo benar-benar tak tahan dengan tubuh menggoda istri nya, dengan segera dia menjilati leher sang istri yang sangat indah hingga menimbulkan suara erotis dari mulut Elma.
Saat Edo menghentikan aksinya, barulah Elma menyadari kalau diri nya belum memakai apapun.
"Ahhhh....!" Elma menjerit keras begitu menyadari nya. Dua tangan nya langsung dia gunakan sebagai tameng untuk menutupi dua bagian tubuh atasnya yang sudah menjadi incaran sang suami.
"Astaga, sayang...! kenapa kau tak memberitahu ku kalau aku belum memakai baju!" Kesal Elma yang justru direspon dengan ekspresi biasa-biasa saja. Bahkan tatapan Edo masih sama seperti tadi, yaitu tatapan memangsa. Edo memang sangat ingin kembali menerkam nya.
Satu detik kemudian Elma berbalik arah berniat kembali ke kamar untuk memakai baju. Tapi langkah nya kembali terhenti saat mendapati tangan kekar suaminya mencekal pergelangan tangan nya.
"Sayang, biarkan aku memakai baju dulu ..." Wajah Elma terlihat memelas, menatap penuh permohonan agar suaminya ini mau mengizinkan memakai baju. Elma sangat faham dengan otak me sum suami nya,oleh karena itu dia yang masih belum ingin melakukan hubungan, dengan segera Elma mengamankan diri.
Bukan karena Elma tak mau melayani, atau bahkan tak ingin berhubungan suami-istri, tetapi Elma memikirkan bayi yang masih sangat kecil dikandungan nya. Jika terus-terusan dihimpit oleh ayahnya, pasti dia akan sesak nafas dan tak bisa bergerak bebas. Lebuh parah nya baby nya akan ngambek dan tidak mau tumbuh besar karena ruang nya terlalu sempit karena selalu dihimpit oleh sang Dady.
...🔮🔮🔮...
__ADS_1
Maaf teman-teman, author Hiatus sebulan lebih karena ada urusan rl yang tidak bisa ditinggalkan. Semoga kalian masih setia mengikuti cerita ku. Terimakasih..❤️