Terpaksa Menjadi Wanita Pemuas

Terpaksa Menjadi Wanita Pemuas
Diculik


__ADS_3

Disisi lain, Elam sedang berusaha memberontak melepas ikatan di tangan, kaki, dan juga mulutnya. Tadi, saat dia berjalan baru beberapa meter dari apartemen, tiba-tiba saja ada seseorang yang menyiapkan dari belakang dan membuat nya tak sadarkan diri. Dan bangun-bangun ternyata Elma sudah berada di tempat yang sama sekali tak dikenali Elma. Tetapi yang jelas, tempat itu adalah sebuah gudang yang mungkin sudah tak terpakai sat melihat sekeliling hanya ada tumpukan-tumpukan benda-benda tak layak pakai.


"Mmpph..." Berusaha memberontak, dia sangat takut disini. Dia takut gelap dan sendirian. Air mata nya mengalir begitu derasnya saat dadanya terasa sesak akibat ruangan yang begitu pengap.


Hatinya hancur akibat penghianatan Edo, dan kini ditambah lagi dia harus mengalami nasib naas karena tiba-tiba ada orang menculik nya. Bukan hanya itu, dia juga memikirkan nasib bayi dikandungan nya. Dia memohon penuh harap pada Tuhan agar tak terjadi apapun pada bayi nya. Cukup dirinya aja yang terluka, tetapi bayi nya jangan. Dia tak akan sanggup mendapati kenyataan jika sampai terjadi sesuatu pada bayi nya.


"Mmpph ... Mmpph ..." Elma berusaha membuka kaitan tangan itu, nyatanya begitu sulit.


Brakk.


Ruangan itu terbuka dengan kasar. Mata Elma melebar saat orang yang sangat dia benci ada dihadapannya.


"Sudah bangun, baby?" John menyambut Elma dengan senyum devil nya. Saat langkah kaki itu semakin mendekat, semakin bertambah pula ketakutan Elma. Meski tubuhnya terus-terusan berontak agar terlepas dari ikatan itu, nyatanya dia tak bisa. Dan kali ini, Elma benar-benar diujung ketakutan nya.


"Jangan takut, baby..." John tersenyum miring melihat ketakutan di wajah Elma.


"Kamu sangat cantik, dan tubuh mu begitu menggoda." John mengatakan nya dengan suara pelan namun tepat di telinga Elma hingga wanita itu bisa merasakan dengan jelas hembusan nafas John yang sengaja dia lakukan.


"Aku baru tahu kalau wanita cantik ini adalah istri dari Edo Lincoln." Jari-jemari John bergerak menyusuri wajah Elma dengan gerakan sensual. Dia benar-benar sangat berminat dengan wanita cantik di depan nya ini.

__ADS_1


"Istri yang malang, kau berusaha mati-matian menjaga kesetiaan mu. Tetapi justru suami mu lah yang mengkhianati. Dia sungguh beruntung mendapatkan istri secantik dan sebaik dirimu." Masih dengan gerakan tangan nya yang menggoda, John berusaha menghasut Elma agar termakan perkataan nya.


Sedangkan Elma hanya menggeleng-gelengkan kepala dengan air mata terus mengalir, dia benar-benar tak akan mempercayai begitu saja perkataan John. Dia tidak akan terpengaruh dengan ucapan murahan laki-laki itu.


"Kau tahu? Suami mu selingkuh!" Ucap nya sarkas. Dia menatap tersenyum miring bagaimana reaksi Elma yang sedang berperang antara hati dan pikiran nya.


Tangan John mulai bergerak turun, dan memberanikan diri untuk menyentuh bagian-bagian terlarang tubuh Elma.


Seketika Elma memberontak kuat, namun apalah daya dirinya? Meskipun susah payah dia berontak, tapi tetap saja tenaga kecilnya tak membuahkan hasil. Yang bisa dia lakukan hanyalah menangis, meratapi nasib apa selanjutnya yang akan dia terima. Terlebih saat merasakan kancing baju itu sudah mulai terbuka, dan dengan lancang John membelai dada nya yang masih tertutup b ra. Seketika hati nya hancur, dia benar-benar tak akan memaafkan bajingan ini jika sampai terjadi sesuatu pada nya.


"Kau sangat cantik, sayang. Ouhhh ... ini begitu indah." John terus menyusuri permukaan kulit Elma bagian atas tubuh nya. Dan meski demikian, dia tak bisa melawan atau melakukan apapun. Yang dia lakukan hanyalah menangis dan ter8s menggelengkan sembari mencoba memberontak. Dia menatap penuh permohonan pada John agar melakukan nya.


.


.


.


Mengangkang telpon pun dengan hati dongkol membuat nya sedikit membentak orang yang menelpon.

__ADS_1


"Bagaimana? Kau sudah menemukan istri ku?" Tanya nya begitu tak sabaran setelah melihat orang yang memanggil ternyata tidak lain dan tidak bukan adalah asisten setianya.


"Tuan, dari cctv yang saya lihat -".


"Katakan intinya!" Edo begitu tak sabaran ingin segera mengetahui keberadaan istri nya membuat dia memotong perkataan asisten nya yang terkesan bertele-tele. Dia tidak ingin mendengar penjelasan, yang dia ingin dengar adalah keberadaan istri nya dan bagaimana keadaan nya.


Sedangkan si asisten yang super penurut dan setia itu hanya bisa menghela nafas nya. Dia sudah paham dengan sifat bos nya, jadi dia tak akan mengeluh karena ini sudah menjadi bagian dari kebiasan seorang atasan. Dan jika Edo tak seenaknya memperlakukan diri nya justru semakin membuat nya bertanya-tanya apakah bos nya ini masih waras atau sudah tidak waras karena sangat tidak wajar bila Edo tak memperlakukan semena-mena pada nya.


"Nyonya di culik, Tuan."


Dan jawaban dari sang asisten berhasil membuat Edo menegang di tempat nya. Masih dengan telepon yang menempel di telinga, Edo terlihat shock dengan tatapan mata kosong. Namun sedetik kemudian dia tersadar akan hal itu.


"Jangan bicara omong kosong, kamu!" Desis nya keras. Ini benar-benar tidak lucu! Edo tak akan membiarkan asisten nya ini bernafas jika sampai membohongi nya.


"Saya tidak bohong, Tuan. Ini bukti rekaman cctv nya sudah saya kirim." Seketika tubuh Edo luruh ke lantai bersamaan dengan ponsel yang sudah terjatuh dari genggaman. Dia benar-benar tak akan sanggup jika sampai terjadi sesuatu pada istri nya.


Meksi tubuh nya begitu lemas, Edo tetap berusaha bangkit dan kembali meraih ponsel itu lalu memutar rekaman cctv. Edo tidak sanggup menyaksikan istri nya dibekap seseorang dari belakang lalu membawanya ke mobil dengan beberapa laki-laki bertubuh kekar yang semua nya menggunakan penutup wajah.


Edo benar-benar tak akan pernah bisa memaafkan diri nya sendiri jika sampai terjadi sesuatu pada istri nya. Ini semua gara-gara dia, andai Edo tak ceroboh dan berterus terang mungkin hal ini tidak akan terjadi.

__ADS_1


Edo baru menyadari jika potongan-potongan foto itu adalah foto diri nya bersama Arasya yang pada momen-momen yang benar-benar tidak dia sengaja. Seperti memegang pinggul nya, saat Arasya hampir terjatuh, lalu menggendong wanita itu saat Arasya mengalami kram di kaki dan memeluk saat Edo berusaha menangkap tubuh Arasya yang tiba-tiba di tabrak seseorang. Ini semua karena kebodohannya! Andai dia tidak bodoh dengan mengabaikan istri nya yang sedang salah paham dan lebih memilih tidur, mungkin Elma tak akan pergi dan diculik.


"Aarrghh….!!! Bodoh, Bodoh, bodoh!!" Edo terus memukul-mukul kepala nya sendiri. Dia benar-benar akan menghukum dirinya sendiri dengan berat jika sampai terjadi sesuatu pada Elma.


__ADS_2