Terpaksa Menjadi Wanita Pemuas

Terpaksa Menjadi Wanita Pemuas
Malu


__ADS_3

Saat ini Edo dan Elma sudah berada di pesawat pribadi Edo yang telah disiapkan sedari kemarin. Sebenarnya kemarin Elma sudah melarang Edo agar menggunakan pesawat biasa saja, terlebih kemarin sedang dipakai ayah dan mama Edo berlibur ke Maldives. Tetapi karena Edo yang keras kepala untuk menggunakan pesawat pribadi nya hingga membuat kedua orang tua Edo pulang sebelum waktu nya.


"Pakai sabuk pengaman nya, sebentar lagi pesawat take off." Edo mengingatkan Elma yang sejak tadi masih membisu di tempat nya.


Meski saat ini Edo dan Elma duduk berdampingan tetapi Elma masih terdiam membisu sejak adegan ciuman di bandara tadi setelah saling mengungkapkan cinta.


Sepertinya Elma masih belum bisa menghilangkan rasa malu nya pada Edo, terlebih laki-laki itu kini mengetahui kalau dirinya juga mencintai nya. Meskipun tak dapat dipungkiri bahwa Elma pun merasa lega karena Edo juga mencintai nya, itu artinya perasaan yang selama ini dia pendam ternyata terbalaskan.


 Ya, selama ini Elma memendam perasaan nya dengan berbagai argumen buruk terhadap Edo, berharap rasa cinta nya akan berubah menjadi sebuah kebencian. Namun nyata nya menghilangkan rasa cinta sendiri tak semudah membalikkan telapak tangan. Sekuat mungkin dia menekan perasaan dengan terus-menerus memupuk ego yang mampu membuat diri nya semakin membenci Edo, namun kenyataan nya justru sebaliknya. Semakin dirinya

__ADS_1


berusaha menghilangkan perasaan nya, justru tanpa terasa hal itu membuat diri nya semakin besar memiliki rasa terhadapnya.


"Kau baik-baik saja?" Edo memperhatikan wajah Elma yang sedikit pucat membuat nya semakin dilanda cemas.


"A-aku baik-baik saja," Elma sedikit gelagapan menjawab nya. Jangan sampai Edo mengetahui penyebab nya pucat karena terlalu shock dengan kenyataan yang baru saja terjadi, di mana Edo mengakui perasaan nya dan tanpa malu nya Elma mengatakan juga mencintai nya.


"Ini, minumlah," Edo menyodorkan segelas minuman yang langsung diterima Elma dengan cepat lalu meneguk habis minuman itu.


Edo yang menyadari tatapan Elma membeku tak menyia-nyiakan kesempatan. Tatapan Edo mengunci pandangan Elma, lalu perlahan tubuh nya semakin mendekat kearah Elma hingga dua tubuh itu semakin tak ada jarak.

__ADS_1


Tatapan Edo fokus menatap bibir ranum Elma yang membuat nya begitu candu. Seakan mengetahui apa yang akan dilanjutkan Edo selanjutnya, Elma spontan memejamkan mata. Dan di detik berikutnya dua bibir itu bertemu, Edo mencium nya penuh kelembutan hingga semakin membuat Elma melayang terbang ke awan tanpa beban.


Lidah Edo bergerak liar membelit, serta mengu lum lidah Elma hingga semakin lama ciuman itu semakin menghadirkan percikan-percikan api yang membuat dua tubuh itu kepanasan. Terlebih saat belitan lidah Edo semakin liar, juga tangan nya yang sudah tak bisa dikondisikan lagi membuat Elma kewalahan dibuat nya.


Pandangan Edo semakin lama semakin berkabut gairah dengan nafas memburu. Lalu saat merasakan Elma mulai kehabisan nafas, Edo menghentikan ciuman nya lalu menyatukan kening kedua nya sembari menghirup oksigen sebanyak-banyak nya.


 Setelah kedua nya sedikit mendapatkan pasokan oksigen, mata Edo kembali menatap Elma dengan tatapan masih sama, penuh damba.


 "Boleh kah?" Edo menatap Elma penuh harap. Kali ini gai rah nya benar-benar sudah tak bisa dibendung. Andai dia tak memikirkan perasaan wanita yang dicintai nya ini mungkin Edo langsung menyerang tanpa meminta izin seperti saat ini.

__ADS_1


Dan tanpa diduga, Elma menganggukkan kepala!


Edo bersorak dalam hati, dia langsung menggendong tubuh indah Elma ke kamar yang ada di sana ala-ala bridal.


__ADS_2