
"Kenapa kau selalu bertindak Egois?! Lihat lah calon istri mu." Mama Edo mengarahkan dagu nya ke arah Elma yang langsung diikuti Edo. Dalam waktu tak lebih dari satu detik, tatapan Edo langsung berubah sendu. Awal nya dia tekesiap melihat bagaimana wajah sedih calon suami nya. Lalu dia merutuki kebodohan nya sendiri yang hanya memikirkan kepuasan naf su tanpa memikirkan bagaimana perasaan Elma saat ini. "s-sayang ... maafkan aku," Suara Edo terdengar bergetar, suara nya seakan tercekat di tenggorokan.
"S-sayang, maafkan aku. Tadi aku-" Belum sempat meneruskan perkataan nya, Elma lebih dulu berlalu dari hadapan dua orang itu. Demi apapun, saat ini dirinya begitu malu. Malu karena menjadi wanita gampangan bahkan sebentar lagi akan menjadi seorang istri tapi dia tak bisa menolak ajakan Edo yang terkesan menuntut.
"Sayang, tunggu dulu. Dengarkan penjelasan ku!"
Brak.
Belum sempat tubuh nya masuk ke kamar mandi, pintu nya lebih dulu di tutup Elma dengan kencang hingga menimbulkan bunyi yang sangat keras dan begitu memekakkan telinga.
Saat ini dirinya sedang tak ingin mendengarkan penjelasan atau alasan apapun dari Edo. Dia hanya ingin menyendiri dan tak ingin di temui siapapun. Hati nya begitu miris pada diri nya sendiri yang terkesan sebagai wanita rendahan.
__ADS_1
Seolah mengerti dengan perasaan calon menantu nya, mama Edo memutuskan tak akan lagi mengajak nya ke butik karena menurut nya ini bukan waktu yang pas, dan dia sangat memaklumi perasaan Elma. Justru mama Edo sangat geram pada putra nya yang sangat tidak bisa menghormati seorang wanita. Tindakan nya itu sama saja seperti melecehkan harkat serta martabat wanita.
"Semua ini salah mu!" Mama Edo tak bisa menyembunyikan rasa kesal nya pada sang putra. "andai saja kau bisa mengontrol sedikit saja naf su mu itu, calon menantu mama tidak akan merasa di lecehkan seperti ini." Hidung mama Edo terlihat kembang kempis menahan amarah.
"Di lecehkan apa sih ma? Lagian kita sudah sering melakukan nya." Ujar Edo yang masih saja tak faham dengan kesedihan wanita nya. Edo memang tadi meminta maaf, tetapi bukan meminta maaf karena sudah merasa melecehkan, melainkan karena kegiatan nya itu Elma jadi malu kepergok mama nya.
Plak!
Tas kulit buaya mahal itu kembali mendarat ke kepala putra nya.
"Apa kau tak bisa menghargai nya sedikit saja?!" Mama Edo kembali menjeda perkataan nya sembari menatap lekat-lekat bola mata Edo yang terlihat menunduk dengan tatapan tajam. "Ya, mama tahu sebelum nya kalian sering melakukan hubungan terlarang akibat kesepakatan licik yang kau buat itu." Mama Edo kembali mengatur nafas nya yang kian memburu.
__ADS_1
"Tapi bisa kah kau hormati dia yang sebentar lagi akan menjadi istri mu. Perlakukan dia layak nya calon istri seperti perlakuan calon istri yang diperlakukan calon suami nya pada umum nya. Mereka akan menjaga nya sampai sah menjadi suami istri. Perlakukan seorang wanita laksana mutiara yang tak mudah di sentuh oleh siapapun selain pemilik nya. Dan perlu kau ingat, kau belum memiliki hak atas Elma sebelum kalian sah menjadi suami istri."
"Silahkan lakukan sepuas mu untuk menyentuh Elma setelah kau berhak atas nya, tapi bukan saat ini waktu nya, Edo. Saat ini kau belum memliki hak nya, tunggu lah sampai kalian benar-benar menjadi suami-istri agar wanita merasa dihargai." Mama Edo memelankan suara nya di akhir kalimat nya. Mata sudah berkaca-kaca. Rasanya dia sangat kecewa pada putra nya yang terkesan tak menghargai wanita.
"Dan ingat satu hal lagi, Elma bukan lagi wanita pemuas mu, Jangan perlakukan dia seperti itu. Dia adalah wanita terhormat, calon ibu dari anak-anak mu. Maka perlakukan dia seperti hal nya suami memperlakukan istri nya. Jika kau tak tahu bagaimana seorang istri memperlakukan istri nya, kau bisa melihat bagaimana papa memperlakukan mama selama ini.
Bagai sebilah samurai yang menghunus hingga ke relung hati nya yang paling dalam, perkataan mama nya memang benar dan fakta nya perkataan itu sangat menohok dirinya atas semua perbuatan buruk nya pada Elma. Edo menyesal, sangat menyesal bahkan. Dia tahu kali ini kalau semua perbuatan nya itu salah. Meski apa yang dilakukan tadi berkedok menghukum Elma karena kaki nya telah terluka tanpa seizin nya, tapi tetap saja perbuatan nya ini berhasil melukai wanita nya. Dan dia tak tahu harus bagaimana cara meminta maaf pada Elma.
Dia merutuki diri nya sendiri yang tak bisa mengontrol gai ah nya saat berdekatan dengan Elma yang menurut nya begitu menggoda iman. Tetapi mulai detik ini dia akan berusaha mengontrol sampai besok pagi.
Ya, besok pagi karena acara janji suci kedua mempelai akan dilaksanakan besok pagi.
__ADS_1
"Shitt!" Diam-diam Edo mengumpat dalam hati, memikirkan bagaimana cara nya merayu wanita nya gara tak lagi marah.
Seangkan mama Edo buru-buru berlalu dari kamar saat mendapati siluet mami Elma bersama seorang securuty mendekati kamar.