Terpaksa Menjadi Wanita Pemuas

Terpaksa Menjadi Wanita Pemuas
Bertemu Mami


__ADS_3

Sampai di apartemen Elma masih terus mendiami Edo. Dia benar-benar takut perkataan yang Edo lontarkan tadi benar-benar akan dia lakukan di mana Edo mengatakan akan meneruskan kegiatan di pesawat.


"Sayang ...," Elma tak menggubris perkataan Edo, dia terus melanjutkan langkah menuju kamar yang dulu menjadi tempat tidur nya bersama Edo. Tak ada yang berubah pada Apartemen ini, semuanya masih terlihat sama seperti saat mereka meninggalkan untuk pertama kali. Tidak ada debu atau pun kotoran yang menempel, semuanya terlihat bersih dan rapi. Sepertinya apartemen ini selalu di bersihkan setiap hari nya.


Saat Elma akan melanjutkan langkah, dia seperti mencium aroma masakan dari arah dapur, dia yang memang sejak tadi belum makan langsung merasa lapar. Elma tak melanjutkan langkah menuju kamar, melainkan berbelok ke arah dapur. Sebenarnya ingin sekali dia bertanya pada Edo, tapi karena ego nya mengatakan tidak ingin berbicara dulu pada laki-laki itu, akhirnya Elma memutuskan untuk mengecek sendiri.


 Dan benar saja, sampai di depan dapur dia bisa melihat ada seorang wanita berpakaian rumahan sedang berkutat pada alat dapur. Saat orang itu berbalik, betapa kaget nya Elma, jika ternyata orang yang saat ini sedang memasak adalah mami nya. "Mami ..?!"

__ADS_1


Seketika orang yang merasa dipanggil pun menatap kearah nya. "Sayang ... kamu sudah pulang?!" Mami Elma langsung berlari kearah putri nya, begitu pula dengan Elma yang juga ikut berlari kearah sang mami. Mereka berpelukan saling melepas haru.


Edo yang melihat dari kejauhan ikut tersenyum melihat interaksi mereka, dia bahagia melihat wanita  ya sebahagia ini bertemu sang ibu. Dan kejutan ini bukan lah apa-apa. Karena besok akan ada kejutan lain  untuk Elma yang pasti nya dia tidak akan pernah menyangka dengan apa yang akan Edo berikan.


"Mami, Elma rindu." Elma pun tak bisa membendung rasa haru nya. Dia menangis di pelukan sang mami. Begitu pula dengan mami Aline yang juga ikut meneteskan air mata setelah hampir satu tahun bertemu dengan sang anak kini akhir nya bisa memeluk tubuh putri nya lagi yang sudah semakin dewasa dan bertambah cantik.


Mami Aline bukan nya tidak tahu hubungan antara Edo dan Elma, tetapi dia memilih bungkam karena tak ingin semakin membuat putri nya bersedih. Andai suami nya masih hidup, putri nya pasti tak akan memilih jalan hidup seperti ini. Setiap kali mami Aline mengingat nya, dia hanya  bisa menangis sembari menyesali kehidupan keluarga nya yang berantakan.

__ADS_1


"Maafkan mami, sayang. Karena mami, kau harus memilih jalan hidup yang seperti ini." Gumam mami Aline dalam hati sembari mendekap erat kepala putri nya menyandarkan ke dada nya. Dulu dia tak sempat memberikan pelukan hangat serta kasih sayang pada Elma, karena diri nya lebih dulu sakit. Dan sekarang mami Aline ingin seklai mengulang masa itu dan memberikan pelukan pada putri nya seperti seorang ibu yang lain.


"Kau sudah dewasa da juga terlihat sangat cantik. Maafkan mami tidak bisa menjadi orang yang baik, sayang. Kau justru yang menghidupi mami, bukan sebaliknya."


"Mami ini bicara apa? Aku bahkan yang seharusnya bersyukur karena mami bisa kembali sehat. Elma sangat senang melihat mami kembali seperti ini. Maafkan Elma karena tak bisa menemani mami di sini."


Tanpa disadari kedua nya, Edo yang sejak tadi melihat interaksi keduanya pun ikut meneteskan air mata. Ada rasa sesal di hati karena telah memisahkan antara anak dan mami nya, tetapi sebenarnya bukan sepenuhnya kesalahan Edo karena Edo pun  tak pernah melarang tante Aline jika ingin ikut ke Las Vegas bersama mereka.

__ADS_1


Othornya lagi melow, nulis part ini bawaan nya mewek.


__ADS_2