
Seorang laki-laki sedang duduk di singgasana nya sembari memperhatikan rekaman video yang baru saja di dapat nya. Dia tertawa sinis menatap dua manusia tetap bergumal panas meski sudah terpergok banyak orang.
"Dasar penjahat kelamin." Desis nya menatap jijik rekaman video itu. Namun dalam hati nya dia merasa lega karena dengan terbongkar nya skandal John oleh istri nya, itu akan memudahkan untuk membuat John sengsara.
Ternyata tanpa banyak melakukan andil dalam hal ini pun sudah banyak orang yang ingin membuat John tumbang. Dan ini lah saat nya dia ikut memberi sedikit pelajaran setelah John resmi bercerai dari istri yang telah dia sia-sia kan.
Apalagi setelah melihat kertas yang di sodorkan Arasya pada John, membuat Edo mengetahui satu fakta jika ternyata semua aset nya akan jatuh ke tangan Arasya jika dalam pernikahan keduanya terjadi masalah disebabkan oleh John. Itu adalah kesepakatan awal antara dua orang tua John dan Arasya. Namun sepertinya John melupakan tentang hal itu hingga dia berani bahkan saat ini dengan terang-terangan menyelingkuhi Arasya.
"Menarik." Edo tersenyum sembari membolak-balikkan salinan lembaran surat perjanjian pra nikah John dan Arasya. Jangan tanyakan Edo mendapatkan salinan itu dari mana, karena yang pasti dia mendapatkan dari asisten pribadi nya yang begitu kompeten dalam menjalankan tugas.
__ADS_1
Tidak sia-sia dia membayar mahal pria berdarah Indonesia Inggris itu untuk menjadi kaki tangan nya, karena dia berhasil menjalankan semua tugas yang diberikan Edo meski itu sangat sulit dan beresiko tinggi. Seperti tadi misalnya, dia bahkan sampai menyelinap masuk menyamar sebagai kurir di kantor John untuk mendapatkan video serta salinan kertas itu.
Dasar John si ceroboh yang jika sudah bermain wanita maka tidak akan ingat hal lain sampai-sampai dia melupakan kertas yang diberikan Arasya terjatuh di dekat meja akibat ulah nya setelah bercinta di atas meja membuat barang-barang yang tadi nya tertata rapi menjadi tercecer di lantai.
"Setelah kau kehilangan semua harta mu, maka akan ku pastikan kau juga akan kehilangan alat kelamin mu yang sangat kau bangga- bangga kan." Edo tersenyum smirk membayangkan saat itu tiba. Leo sang asisten pribadi Edo yang sejak tadi masih berada di hadapan nya itu bahkan sampai merinding melihat senyum Edo. Senyum yang tak pernah Edo tunjukkan pada siapa pun karena senyum itu benar-benar mengandung aura devil.
Tiba-tiba saja suara ponsel yang terletak di atas meja kebesaran nya itu mengganggu konsentrasi nya.
Dilihat nya nama panggilan di layar ponsel yang menampilkan nama istri nya. Sudut bibir nya terangkat ke atas membentuk bulan sabit. Dia bahagia tiba-tiba istri nya menelpon karena sebelumnya Elma tak pernah menelpon di jam-jam ini.
__ADS_1
"Halo, Sayang. Tumben nelpon jam segini." Meski Edo bertanya seperti itu, tapi percayalah dia sangat bahagia istri nya menelpon.
"Memang nya tidak boleh ya menelpon kamu sekarang?" Terdengar suara cempreng istri nya naik satu oktaf. Sudah dapat dipastikan istri nya sangat kesal dengan pertanyaan nya.
Edo hanya terkekeh menanggapi nya, karena memang beberapa hari ini Elma sering kali marah-marah tidak jelas. Bahkan sekarang Elma lebih posesif dari biasanya dan juga lebih manja.
Jika dulu Edo yang selalu meminta untuk fi cium Elma, Sekarang bahkan kebalikan nya, Elma lebih dulu meminta ciuman panas suaminya sebelum berangkat kerja.
Sebagai seorang yang lulus bidang kedokteran tentu saja Edo sedikit menaruh feeling terhadap perubahan emosi istri nya. Apalagi Edo sengaja mengganti pil pencegah kehamilan istri nya dengan vitamin tanpa sepengetahuan Elma. Tetapi dia tak akan berasumsi lebih dulu sebelum mengeceknya ke dokter.
__ADS_1