Terpaksa Menjadi Wanita Pemuas

Terpaksa Menjadi Wanita Pemuas
Positive Hamil


__ADS_3

"Bagaimana, dok. Apakah sudah ada baby di dalam perut istri saya?" Edo tampak antusias menyaksikan prosesi pemeriksaan kandungan istri nya. Padahal sang dokter baru saja menempelkan alat pemeriksaan di perut sang istri, tetapi Edo dengan tidak sabar nya Sudah Mencerca Sang Dokter.


Sang dokter pun hanya menanggapi dengan seulas senyum. Seperti nya dokter paruh baya itu faham sekali dengan antusiasme Edo sebagai seorang suami.


"Selamat, pak. Sebentar lagi Anda akan menjadi seorang ayah." Jawab nya seraya menatap Edo Sete melihat monitor di sampingnya.


"A-apa, itu artinya di sini ada b-baby?" Bukan Edo yang menjawab nya, melainkan Elma yang sejak tadi hati nya merasa tak karuan takut dirinya akan mengecewakan sang suami kini dibuat tak percaya dengan perkataan dokter wanita di samping nya.


Elma bukan nya tak percaya dirinya hamil, hanya saja dia tak ingin kecewa bila apa yang baru saja dia dengar itu salah. Dia takut jika Elma hanya sedang berhalusinasi, maka dari itu Elma kembali memastikan penjelasan sang dokter.

__ADS_1


"Iya, nona. Saat ini Anda sedang mengandung, dan usia kandungan nya batu memasuki 3 minggu. Harap jaga Janin Anda dengan hati-hati." Jelas sang dokter.


Edo yang sejak tadi menyimak rasanya begitu bahagia hingga dia tak bisa berkata-kata lagi.


"Dan satu lagi, hindari melakukan hubungan suami istri secara berlebihan. Bo-" Belum selesai wanita berjas putih itu menjelaskan, perkataan nya sudah lebih dulu dipotong Edo.


"Sayang, jangan seperti itu." Elma merasa tak enak dengan sikap suami nya yang tiba-tiba memotong perkataan dokter. "Mohon maaf atas sikap suami saya, dok." Kata Elma merasa tak enak hati.


"Ya, tidak apa-apa, nona. Saya memaklumi." Meksipun sang dokter mengatakan tidak apa-apa, tetapi dari raut wajah nya sangat terlihat bila dokter itu begitu tak suka dengan sikap Edo yang terkesan tak sopan dan begitu tak menghargai diri nya sebagai seorang dokter.

__ADS_1


"Kenapa minta maaf, sayang. Aku kan berkata kenyataan kalau aku memang tahu apa yang baik dan yang tidak untuk wanita hamil. Kau tidak lupa kalau aku ini mantan dokter?"


Haissh ... semakin bertambah malu lah Elma. Sungguh rasanya bila tak takut ingin sekali Elma membentur kan jidat suami nya ke tembok agar hilang sifat arogan nya. Sungguh, bila seperti ini maka Elma lah yang dibuat malu dengan tingkah songong serta kesombongan tingkat dewa Edo.


"Tolong tidak perlu dengar perkataan suami saya, dok. Dia memang seperti itu kalau sudah malam hehe ... sering ngelantur. Sebenarnya suami saya ingin cepat-cepat pulang, maka nya tadi mengatakan sudah tahu semuanya. Padahal dia hanya ingin segera minta jatah malam sebelum tidur seperti rutinitas biasa, dok." Elma berkata seperti itu diiringi dengan tawa sumbang.


Tetapi dokter itu justru menanggapi dengan tawa merekah. "Ya, kalau memang seperti itu tidak apa-apa, asalkan kalian harus tetap berhati-hati agar tak membahayakan bayi nya."


Sedangkan Edo mendelik menatap istri nya, menatap tak terima telah difitnah begitu kejam dihadapan sang dokter.

__ADS_1


__ADS_2