Terpuruk Dalam Cinta

Terpuruk Dalam Cinta
Hari bersama Suami


__ADS_3

"Aku berangkat Mas, Jika kamu ingin sarapan kamu beli saja diluar. Hari ini Aku tidak memasak," ucap Ani.


"Tunggu, sekalian saja Aku antarkan. Aku ada meeting pagi ini," jawab Diaz.


"Tidak, bukankah Aku hanya seorang karyawan di perusahaan kamu Mas. Tak pantas rasanya jika Aku bersanding dengan seorang Bos seperti kamu."


"Terserah apa katamu."


Ani berangkat dengan menggunakan ojek online. Tubuhnya masih terasa begitu lemas. Ani berjalan perlahan menyusuri jalan dikantor.


"Mbak Ani tunggu...... "


Ani menoleh kebelakang karena seseorang memanggilnya.


"Oh mbak Citra, ada apa mbak?"


"sudah sembuh kamu?. eh hari sabtu depan ada acara training karyawan baru di puncak. Kamu ikut yah, hanya 3 hari kok. Sekalian kita liburan."


"Boleh Mbak, saya juga bosan sendirian dirumah."


Setelah pulang dari kantor Ani berencana akan pulang kerumah orang tuanya. Ani ingin sekali menginap disana beberapa hari. Dia berharap Suaminya tak akan pulang malam ini.


Sementara Itu malam ini Diaz merencanakan agar bisa menggugu**** kehamilan istrinya itu.


"Ren, tolong panggilkan Ani diruang HRD." ucap Diaz kepada Asistennya.


"Baik Pak," jawab Randy.


Rendy berjalan menuju ke bagian HRD. Dia mencari Ani namun ternyata dia sedang ke toilet. Rendy akhirnya meninggalkan pesan kepada Citra teman Ani satu ruangan.


Tak lama Ani kembali setelah Asisten Suaminya keluar.


"Mbak Ani, barusan ada Pak Rendy asistennya Bos menyuruh Mbak Ani untuk segera menemui Pak Diaz," ucap Mbak Citra.


"Ada apa yah Mbak?"


"Aku kurang tahu sih, tapi biasanya Bos sedang marah atau kamu dapat bonus jika dipanggil keruangannya. Mungkin juga karena kamu libur terlalu lama."


Ani terdiam dan berpikir sejenak.


Andai kamu tahu mbak, jika Pak Diaz itu suamiku mungkin kamu akan kaget. Ah mungkin dia akan menyiksaku lagu, gumam Ani.


"Hai....mbak..... melamun saja. Ayo cepat kesana keburu marah Bos kita," ucap Citra.


"Iyah mbak".


Ani berjalan lagi menyusuri kantor dengan begitu cepat. Namun Tiba-tiba terdengar suara memanggil Ani dari kejauhan.


"Ani Tunggu........." teriak Mbak Sulis.

__ADS_1


"Ada apa mbak?" ucap Ani.


"Aku sudah punya nomernya Agus yang baru nanti ku kirimi pesan saja. Apa kamu tidak ingin menjenguk Agus. Dia mungkin besok akan mulai masuk kerja. Beruntung Perusahaan mau mengerti keadaannya Agus, mereka tetap menerima Agus meskipun dia sedikit lupa tentang ingatannya."


"Tidak Mbak biarlah Mas Agus mendapatkan kebahagiaannya sendiri. Alhamdulillah jika Dia sudah sembuh. Mbak maaf ngobrolnya lanjut nanti ya, saya buru-buru mau keruangan Pak Diaz."


Ani berjalan memasuki ruangan suaminya. Diaz ternyata sedang menunggu Ani dikursi Putarnya.


"Mas, ada apa?" ucap Ani.


Diaz tersenyum lebar kepada Ani, seakan pagi tadi tidak terjadi apa-apa.


"Kamu ambil tas itu. Aku ingin kamu memakainya. Setelah pulang kerja ikut Aku ke pameran properti"


"Kenapa harus Aku Mas, bukannya teman-teman kamu hanya tahu jika Mbak Lia istrimu. Aku juga berencana menginap dirumah Ibu malam ini."


"Sudahlah jangan membantahku."


Ani mengambil tas dan segera pergi meninggalkan suaminya. Dia malas sekali jika harus berdebat dengan suaminya.


Ingin rasanya Aku berlari


meninggalkan rasa sakit yang tiada henti


Ada cinta namun begitu menyakitkan


Aku hanya lelah


Suara keras dari luar menyadarkan Ani dari lamunan panjang.


...****************...


Sore ini sepulang kerja suaminya sudah menunggu Ani di parkiran kantor. Ani berjalan menyusuri kantor dan mencari suaminya di ruangannya namun dia tak menemukannya di sana. Ani mencoba menelepon suaminya ternyata dia sudah menunggunya di parkiran.


sesampainya di parkiran Ani langsung memasuki mobil Suaminya. Namun suaminya sangat marah ketika melihat Ani yang masih menggunakan pakaian kerjanya.


Ani memasuki kantor lagi dan berganti pakaian yang diberikan suaminya. Ani kembali lagi berjalan menuju parkiran namun di lobby kantor dia tak sengaja menabrak Rendy asisten suaminya.


Rendy sangat terpanah melihat kecantikan Ani hingga ia tak mampu berkata apapun selain tersenyum.


Ani segera berlari memasuki mobil suaminya sementara Rendy masih menatap Ani dari lobby kantornya.


"Ayo Mas aku sudah siap," ucap Ani.


Diaz menatap aneh dari atas hingga ke bawah namun dia tak berkata apapun.


"Kenapa Mas aku tidak pantas yang memakai baju ini atau terlalu menor. aku tadi tidak membawa make up dari rumah hanya membawa bedak dan lipstik saja," ucap Ani.


"Tidak. kamu cantik kok," ucap Diaz yang seakan malu memuji istrinya.

__ADS_1


"Mas nanti setelah pulang dari acara boleh tidak aku tidur di rumah orang tuaku?"


"lihat nanti saja jika acaranya sampai malam sebaiknya kita menginap saja di hotel itu."


"Untuk apa Mas buang-buang uang saja mendingan kita pulang."


"Selama menikah dan kita belum pernah berbulan madu. ya kita anggap saja itu bulan madu kita."


Ani terdiam dia berpikir jika nanti akan menginap di hotel pasti suaminya akan mengajaknya untuk menyatukan milik mereka lagi.


"Kenapa kamu diam," ucap Diaz.


"Aku hanya takut denganmu Mas. apa tak bisa sedikit saja kamu mencintaiku mas, tanpa menyakiti," jawab Ani.


" Ha.... ha....ha..... Bukankah aku sudah mencintaimu selama ini. Cinta yang seperti apa yang kamu inginkan dariku?"


"Cinta yang tanpa menyakiti Mas."


"jika begitu gugurkan anak yang ada di dalam kandunganmu dan lahirkan anak dari keturunanku."


"Tapi mas menggu***** itu suatu kesalahan dan itu merupakan dosa besar."


"Ha......? dosa besar. Masih juga bisa kamu bicara seperti itu bukankah yang kamu kandung itu anak haram di luar nikah. Apa itu bukan dosa besar yang kamu lakukan bersama pacarmu itu."


"Aku memang salah waktu itu. Aku hanya terbawa suasana saat kita mencari sebuah gedung untuk acara pertunangan kita."


"Akhirnya kamu menggaku juga jika yang menghamilimu itu adalah Agus kekasihmu yang tak berguna itu."


Ah bodoh sekali aku, mengapa Aku menceritakan itu, gumam Ani.


Sesampainya di sebuah hotel berjalan berdampingan dengan Suaminya. Mereka menuju kesebuah ballroom yang sangat indah.


Ani tersenyum bahagia karena dia belum pernah memasuki hotel yang seindah ini.


"Pak Diaz..... mari kesini," ucap seorang pria tampan dengan jas hitam.


Diaz berjalan dan menggandeng tangan Ani menuju ke tempat duduk rekan kerjanya.


"Hai Pak Alex, gimana kabarnya?. oh yah perkenalkan ini istri saya" ucap Diaz.


"Alhamdulillah baik Pak. Wah cantik sekali ya."


"Terima kasih Pak, Perkenalkan Saya Ani," ucap Ani sambil tersenyum.


"Oh Ya Pak Alex sendirian saja. Mana nih Istrinya."


"Saya bersama istri dan asisten pribadi saya. Istri saya sedang bersama temannya dan asisten saya masih ke toilet."


"Saya kira sendirian saja ha... ha... ha..."

__ADS_1


"Nah itu asisten saya."


Pak Alex menujuk kearah kanan, Ani dan Diaz menoleh secara bersamaan. Mood Diaz tiba-tiba berubah drastis sementara Ani terperangah dan tersenyum bahagia.


__ADS_2