Terpuruk Dalam Cinta

Terpuruk Dalam Cinta
Dirumah


__ADS_3

"Bodoh sekali kamu, bukankah sudah kubilang jangan. Kenapa malah kamu lakukan," ucap Diaz.


"Aku hanya penasaran Mas. Ingat perjanjian itu, kamu tidak akan berkata kasar," Jawab Ani.


Ani kembali merebahkan tubuhnya. Dia enggan mendengar ocehan Suaminya. Sementara itu Suaminya sibuk menelpon Randy agar menyelidiki pemilik mobil hitam itu.


Diaz menghela nafas ketika melihat istrinya tidur sementara dia sibuk sendiri. Ani terbangun dan berjalan menuju ke kamar karena dia merasa jika suaminya terlalu berisik, namun saat berdiri Ani merasa pusing.


Kaki suaminya yang selonjoran membuat Ani menghindarinya namu. Dia malah tersandung meja dan membuat Ani terjatuh diatas tubuh Suaminya.


Kini keduanya saling menatap satu sama lain. Diaz mulai tergoda denga bibir sexy istrinya. Perlahan Diaz menc**m bibir Ani. Sejenak Ani mulai menikmatinya namun saat sadar Ani mulai melepaskan dirinya dan bangun.


"Lepaskan Aku, Mas," ucap Ani.


"Apa kamu mencintaiku Ani," jawab Diaz.


"Biasa saja, Aku keatas dulu Mas,"


"Tunggu….. bukankah kamu menikmatinya Ani. Ayo kita lanjutkan," ucap Diaz sambil menarik tangan Ani.


"Tidak Mas, Kepalaku pusing. Ingat kesepakatan kita."


Ani menarik tangannya dan lekas menuju ke kamarnya. Diaz merasa begitu kesal dengan peraturan Ani.


Ah.... sial kenapa Aku setuju dengan peraturan bodoh itu, gumam Diaz.


Diaz berdiri dan mengambil beberapa wi** yang masih tersisa dilemarinya. Dia menghabiskan minuman itu sendirian.


Hingga sore hari Ani tak keluar dari kamarnya. Diaz mulai merasa kesal dan menghampiri Ani ke kamar. perlahan dia mulai membangunkan Ani dia terus menggoyangkan tubuh istrinya hingga akhirnya Ani terbangun dan spontan memeluk suaminya dan berkata yang membuat bahagia.


"Mas, Aku mencintaimu. Tolong jangan tinggalkan Aku." ucap Ani sambil memejamkan mata.

__ADS_1


Diaz tersenyum dan merasa heran dengan istrinya saat ini.


"Hai apa Aku tidak salah dengar," ucap Diaz.


Ani terbangun dan melepaskan pelukannya. Dia sungguh kaget karena yang diimpikan sebenarnya adalah Agus bukan Diaz.


Diaz lalu menyuruh istrinya untuk menyiapkan air panas untuk dirinya mandi. Ani menolaknya karena kepalanya masih terasa pusing, namun Diaz tak menerima alasan itu.


Ani menghela nafas panjang, tubuhnya sungguh terasa begitu dingin. Setelah selesai menyiapkan kebutuhan suaminya, Ani segera kembali ke kamarnya.


Kring..... kring..... kring......


Dering handphone Ani berbunyi begitu keras, Ani mengangkatnya. Ternyata Ibunya mengabarkan jika Ayahnya saat ini sedang berada dirumah sakit. Penyakit yang dideritanya tiba-tiba kambuh. Kondisinya saat ini begitu kritis, Ani diminta Ibunya agar segera datang.


Ani berganti baju dan bersiap untuk pergi kerumah sakit meskipun tubuhnya begitu lemas. Suaminya yang selesai mandi mulai mempertanyakannya.


Diaz sempat melarang Ani karena tahu jika Ani sekarang sedang sakit namun Ani terus memaksa. Keadaan saat ini membuat Diaz tak mampu mengantarkan Ani kerumah sakit. Diaz hanya mampu memberikan uang untuk biaya rumah sakit orang tuannya.


Diaz kembali berjalan memasuki rumah namun dia sungguh kaget ketika sebuah mobil berwarna silver berhenti didepan rumahnya.


Supirnya menanyakan tentang penumpang bernama Ani. Diaz terperangah sesaat.


Astaga, lalu mobil siapa yang dinaiki Ani tadi?, gumam Diaz.


Diaz segera masuk kedalam rumah dan mengambil handphonenya. Dia mencoba menelpon Ani namun tak diangkat. Hingga beberapa kali menelpon, Ani juga tak mengangkat handphonenya.


Setelah satu jam menunggu, Diaz akhirnya menelpon Ibu mertuanya namun ternyata Ani belum sampai juga dirumah sakit.


Kemana kamu Ani, membuatku khawatir saja , gumam Diaz.


Diaz kembali melihat handphonenya dan membuka rekaman CCTV dirumahnya. Dia melihat mobil merah itu sudah terparkir dua jam sebelum Ani berangkat ke rumah sakit.

__ADS_1


Diaz semakin penasaran dengan siapa Ani pergi. Dia terus mencoba menelpon Ani namun masih sama, Ani tak pernah mengangkat handphonenya.


Dua jam berlalu, Diaz kembali menelpon Ibu mertuanya namun Ani masih juga belum sampai ke rumah sakit.


Ahhhhh......... kenapa..... kakiku ini membuatku tak bisa berbuat apa-apa, teriak Diaz sambil marah-marah.


Diaz akhirnya menelpon istri pertamanya untuk menjemputnya namu Lia sedang sibuk bersama teman-temannya.


Rendy kenapa kamu pakai ke Kalimantan, cuma kamu yang bisa Aku andalkan, gumam Diaz.


Tiga jam berlalu, Ani masih juga belum mendapatkan kabar dari istrinya. Rasa penasarannya semakin tinggi. Diaz mulai memesan taksi online namun beberapa saat kemudian Ani menelpon suaminya.


"Ada apa Mas?", ucap Ani.


"Ada apa kamu bilang?. Siapa mobil merah yang menjemput kamu tadi?."


"Itu kan taksi online mas, kenapa kamu begitu marah".


"Bohong..... taksi online yang sebenarnya datang setelah kamu berangkat menaiki mobil merah itu. Lalu kenapa kamu tidak mengangkat telepon dariku."


"Maaf Mas, handphonenya Aku silent dan Aku taruh didalam tas. jadi Aku tidak tahu jika ada telepon masuk. Tadi temanku lewat jadi Aku memintanya untuk diantarkan kesini."


"Sekarang kamu dimana?."


"dirumah sakit bersama ibu."


Karena masih tak percaya Diaz akhirnya menghubungi Ani dengan video call. Akhirnya dia percaya jika sekarang Ani sedang berada dirumah skait bersama Ibunya.


Ani menghela nafas panjang, akhirnya dia bisa beralasan kepada suaminya. Sebenarnya mobil merah itu adalah orang yang paling dibenci suaminya.


Maafkan Aku Mas, Jika harus berbohong kepadamu, gumam Ani

__ADS_1


__ADS_2