
Hari ini Ani datang untuk menghadiri sidang mediasi dipengadilan agama. Namun Dia merasa kecewa karena Diaz tak datang hari ini hingga membuat persidangan ditunda.
Semenjak kepergian suaminya ke Kalimantan, Ani sama sekali tak mengetahui kabar darinya. Ani sudah pasrah jika suaminya menginginkan perpisahan. Meskipun perutnya semakin lama semakin membesar Ani.
sekarang Ani tinggal di rumah ibunya. Ibunya juga tak menyangka jika Diaz akan menceraikan anaknya.
saat Ani pulang dari mediasi Dia tak sengaja ketemu dengan pengacara suaminya. Pengacara itu mengatakan jika semua terjadi adalah salah paham. pengacara itu juga menjelaskan kepada Ani jika sebenarnya yang mengajukan gugatan cerai itu adalah istri pertama Diaz.
Ani mencoba menanyakan keberadaan suaminya kepada pengacaranya namun pengacaranya tidak bisa menjawab karena sudah beberapa hari ini diaz memang tak ada kabar lagi.
Ani mulai menanyakan nomor telepon Rendy asisten suaminya kepada pengacara tersebut. Sesampainya di rumah Ani langsung menelpon Rendy namun nomor teleponnya sudah tidak aktif lagi.
ah sudah nggak mungkin Mas Diaz sengaja menghindariku agar proses perceraiannya segera selesai. Tapi kata Pengacara tadi Dia sudah membatalkan proses perceraiannya. Ada apa sebenarnya. Ani terus bermonolog dengan dirinya.
Saat ini Ani lebih fokus memikirkan kelahiran anak yang dalam kandungannya, dia nggak mau jika anaknya kekurangan hingga Ani berencana untuk menjahit dan menjual baju yang dulu pernah dia lakukan.
Malam ini saat hendak tidur tiba-tiba dering handphone Ani berbunyi. Ani mulai tersenyum saat melihat siapa yang menelponnya.
"Selamat Malam Bu, saya Rendy," ucap Rendy.
Ani melihat handphonenya kembali, karena dia takut jika salah ngomong.
"Iyah Pak Rendy, kenapa Pak Rendy menggunakan handphone suamiku?" ucap Ani
"iyah Saya minta maaf Bu, karena yang tersisa hanya handphone Pak Diaz saja. Sekarang saya berada di rumah sakit di Kalimantan. Saya mengalami kecelakaan bersama Pak diaz Bu."
"Lalu kondisi suami saya bagaimana Pak?"
"Maaf Bu, Hingga sekarang Pak Diaz belum ditemukan. Kita kecelakaan didekat sungai. Waktu itu saya tak sadarkan diri dan pak polisi hanya menemukan saya Bu."
__ADS_1
Air matanya menetes seketika, Ani tiba-tiba merasa lemas, tubuhnya seketika menjadi dingin. semenjak dia hamil, Ani mulai membuka cinta untuk suaminya.
Semalaman Ani tak bisa tidur karena memikirkan keadaan suaminya yang sudah beberapa hari tidak ditemukan.
Saat ini Rendy masih mendapatkan perawatan dirumah sakit. Tubuhnya masih belum sepenuhnya pulih. Beruntung pihak kepolisan dan Tim SAR mau membantu memecahkan masalah ini hingga terus melakukan pencarian dibeberapa titik.
Sementara itu Diaz masih berada disebuah rumah, Dia masih terpenjara disebuah kamar yang jauh dari rumah.
...****************...
Sudah hampir 1 bulan diaz masih belum juga ditemukan. Sementara Rendy mulai memutuskan untuk kembali pulang. Tim SAR dan pihak kepolisan menghentikan pencarian Diaz, Mereka menganggap jika Diaz sudah meninggal dan jasadnya dimakan bintang buas.
Setiap hari Diaz harus merasakan kesakitan karena kakinya yang patah hanya diikatnya dengan sebuah kayu. Diaz selalu mencoba untuk kabur namun selalu gagal. Kakinya yang pincang membuatnya tak bisa berlari kencang bahkan untuk berjalan pun susah.
Siang ini Diaz mendengar ada beberapa mobil yang datang ditempat penyekapan. Dia lalu membuka jendela kamarnya. Diaz masih sangat penasaran siapa orang dibalik ini semua. Beberapa mobil yang datang tergolong mewah. Diaz mencoba melihat mereka dari jendela kamar namun tak satupun dia mengenalnya.
Tak beberapa lama, beberapa pria bertubuh kekar datang menghampirinya.
Diaz meronta namun tiba-tiba salah satu pria mendekap tanganya dari belakang. Diaz terus meronta namun Dia akhirnya pingsan setelah sebuah obat bius pada sebuah sapu tangan ditempelkan dihidungnya.
Tubuhnya seketika menjadi lemas tak berdaya, Diaz mulai pingsan. Para Pria bertubuh kekar itu akhirnya mengangkat Diaz dan membawanya kedalam sebuah mobil.
Beberapa jam berlalu hingga akhirnya Diaz tersadar dan berada disebuah kamar yang berbeda. Diaz menatap langit-langit kamar dan sekelilingnya. Diaz sadar jika sekarang dia sudah berpindah tempat.
Diaz berdiri dan berjalan terpincang-pincang mencoba untuk membuka pintu kamarnya. Diaz berteriak meminta tolong, namun Dia sadar jika kamarnya kali ini kedap suara.
Diaz berjalan kembali dan mencoba membuka jendela kamarnya. Dia sungguh kaget karena sekarang dia berada dilantai dua dan hari sudah mulai gelap.
"Apa yang sebenarnya mereka inginkan dariku. Lalu mengapa Aku dipindahkan kesini, ditempat yang lebih bagus." Diaz terus bermonolog dengan dirinya.
__ADS_1
Tak lama pintu kamarnya mulai terbuka. Seorang Pria kekar masuk kedalam dan membawa sebuah makanan.
"Cepat, makanlah," ucap Pria bertubuh kekar itu.
"Hai........ berapa kamu dibayar oleh bos mu untuk mendekapku?. Aku akan membayarmu dua kali lipat jika kamu bisa membantuku keluar dari sini."
"Diam Cepat makanlah,"
Pria itu akhirnya tetap pergi sementara Diaz terus mencoba menawarkan bayaran yang lebih tinggi.
"Pikiran tawaranku ini, jangan sampai kalian menyesal," teriak Diaz.
Pria itu tetap menutup dan mengunci pintunya. Karena lapar Diaz akhirnya tetap memakan makanan itu. Air matanya menetes ketika teringat tentang Ani yang dulu sering diperlakukan dengan kejam olehnya.
Maafkan Aku Ani, Aku janji jika aku bisa keluar dari sini, Aku tidak akan berbuat kasar lagi. Aku akan merawat anakku bersamamu, ucap Diaz.
Saat hampir pagi Diaz terbangun dan mencoba mencari sesuatu dilemari kamarnya. Akhirnya Dia menemukan sebuah obeng di sebuah laci. Diaz mencoba membongkar teralis kamarnya namun sangat beresiko baginya jika harus melompat dari lantai dua. Apalagi kakinya sudah patah.
Diaz mencari sesuatu lagi yang bisa digunakan untuk membuka pintu kamarnya. Akhirnya dia menemukan gunting kuku. Dia mencoba untuk membukanya.
Setelah beberapa jam, Akhirnya Dia bisa membukanya. Diaz berhasil keluar dari kamar itu. Dia berjalan perlahan melewati beberapa pri kekar yang sedang tertidur lelap. Perlahan demi perlahan Diaz akhirnya bisa keluar melewati pintu utama namun sayangnya pagar luar dalam keadaan digembok.
Diaz akhirnya mencoba menaikinya dan mencoba melompat. Namun karena pagarnya terlalu tinggi hingga membuat Diaz spontan berteriak saat terjatuh.
Auhhhhhhhhhhhh............ teriak Diaz sambil memegang kakinya.
"Hai jangan kabur kamu.......
cepat ambil kunci,"
__ADS_1
Beberapa Pria kekar itu akhirnya keluar dan mencoba mengejar Diaz. Saat mereka sibuk mencari kunci pagar Diaz mencoba berdiri dan berlari terpincang-pincang. Kakinya sunggu terasa begitu sakit namun Diaz terus berlari.
Dia sangat bingung karena rumah ini jauh dari tetangga. Diaz terus berlari memasuki hutan. Namun langkahnya terhenti ketika dia tersandung ranting pohon besar yang melintang. Diaz terjatuh, Dia mencoba untuk bangun lagi namun Diaz akhirnya tertangkap karena beberapa pria itu sudah mengepungnya didepan.