Terpuruk Dalam Cinta

Terpuruk Dalam Cinta
Bucin


__ADS_3

Hari ini Diaz membawa Ani pulang paksa setelah kemaren Agus mengetahui keberadaan istrinya. Diaz menyewa jasa perawat rumah sakit untuk merawat istrinya dirumah.


Sesampainya dirumah Ani masih terdiam, Dia masih enggan untuk berbicara dengan suaminya.


Sore ini Diaz meninggalkan istrinya bersama seorang perawat dirumah. Diaz pergi ke sebuah acara launching properti milik rekan kerjanya.


Diaz pergi sendiri tanpa istrinya, karena Lia istri pertamanya juga sudah ditalak olehnya.


Acara itu digelar disebuah hotel mewah. Ini pertama kalinya Diaz merasa malu karena datang sendirian, semua ditemani istrinya.


Sesampainya disana Diaz bertemu banyak rekan kerjanya, bahkan beberapa ada yang menawarkan untuk bekerja sama.


Acara sudah dimulai Diaz mulai menatap seseorang yang baru saja datang. Tangannya mulai gatal, dia ingin sekali memukul Agus yang sedang berjalan bersama wanita lain. Namun Diaz mengurungkan niatnya karena dia berpikir jika Agus punya pacar mungkin dia tak akan mengganggu Ani lagi.


Sebelum pulang, Diaz membeli beberapa rumah untuk nya karena banyak keuntungan jika membeli pada saat pemeran berlangsung.


Tak lama Diaz memutuskan untuk pulang kerumah karena suster yang merawat istrinya akan segera pulang.


Sesampainya dirumah, Suster yang merawat Ani berpamitan jika besok dia tidak bisa masuk karena harus pulang sehari dan perawat pengganti juga bisa datang siang.


Suster menjelaskan obat-obatan yang harus dikonsumsi Ani agar Dia lekas pulih.


Diaz merebahkan dirinya disamping Ani yang masih belum tidur terlelap. Diaz mencium kening istrinya. Ani mulai terbangun saat melihat Diaz sudah berada disampingnya.


Diaz tersenyum kepada istrinya. Ani masih menatap Diaz dengan begitu aneh namun perlahan Ani mulai bersandar dibahu suaminya. tangannya mulai memeluk tubuh Diaz.

__ADS_1


Diaz tersenyum karena ini pertama kalinya Ani memeluknya tanpa diminta.


Ada untungnya juga Ani jadi linglung, Apa obat ini aku ganti vitamin saja untuk ibu hamil, gumam Diaz sambil melihat obat-obatan milik istrinya.


Setelah melihat istrinya tertidur, Diaz lekas pindah dan menuju keruang tamu. Dia mulai mencari tahu mengenai obat-obat yang dikonsumsi istrinya di internet.


Obat-obat itu memang cukup bagus karena sangat aman dikonsumsi oleh ibu hamil namun ada salah satu obat yang berfungsi untuk memulihkan dan mempercepat proses penyembuhan pada pasien gegar otak ringan.


Diaz lalu mengambilnya handphonenya dan menyuruh Rendy untuk membelikan sebuah vitamin khusus untuk ibu hamil.


Satu jam berlalu, Rendy akhirnya sampai juga dirumah Diaz. Dia memberikan vitamin yang dibelinya kepada Bosnya.


Diaz mulai menukar obat Ani dengan salah satu vitamin yang baru saja dibelinya.


Beberapa hari berlalu, Ani masih sering diam, hanya sesekali dia berbicara dengan suaminya. Setiap hari Ani tak pernah mengalami kemajuan. Dia hanya sesekali terlihat mulai bergantung kepada suaminya.


Dokter sebenarnya sedikit bingung karena terdapat sesuatu kejanggalanan.


Seharusnya jika Ani meminum obat itu secara rutin, maka ingatannya akan kembali dengan cepat, gumam Dokter.


Sepulang dari kontrol di rumah sakit, Diaz lalu menyuruh Ani untuk segera berganti baju. Ani kini menuruti semua permintaan suaminya. Baginya suaminya kini adalah orang baik karena mau merawatnya disaat Ani sakit.


Diaz tersenyum melihat istrinya yang sekarang. Meskipun tak pernah berbicara namun Ani selalu menuruti kemauan suaminya.


"Aku ke kantor sebentar ya. ada suster yang menemani kamu," ucap Diaz kepada Ani.

__ADS_1


Ani hanya diam namun Dia lalu memeluk suaminya dan menganggukan kepalanya. Diaz tersenyum dan mencium kening Ani.


Membosankan sih melihat Ani seperti ini , namun ini lebih baik daripada Ani sadar dan meninggalkan Aku, gumam Diaz.


Diaz hanya beberapa jam dikantor, saat menjelang sore Diaz segera pulang karena suster juga akan pulang.


Tepat pukul lima kurang enam menit, Diaz sudah sampai dirumah. Dia langsung membersihkan diri dan menghampiri istrinya dikamar.


Saat Diaz merebahkan dirinya, Ani langsung menghampiri suaminya dan tidur dibahunya.


"Apa kamu mencintaiku Ani?," ucap Diaz.


Ani hanya menatap suaminya dengan tajam.


"Katakanlah Ani, jika kamu mencintaiku."


"Aku sering melihat kamu saat Aku tidur. Apa itu cinta?. Kamu selalu mengejar Aku dan Aku berlari kencang," jawab Ani.


"Iyah itu cinta, Aku suami kamu. Jadi jangan pernah kamu meninggalkan Aku dan jaga anak yang kamu kandung itu."


"Apa itu anakku bersamamu?"


"Iyah"


Diaz mencium kening Ani sekali lagi. Ani terlihat semakin sayang dengan Diaz meskipun tingkahnya masih Aneh namun Diaz bahagia karena merasa dicintai Ani tanpa memaksa.

__ADS_1


__ADS_2