Terpuruk Dalam Cinta

Terpuruk Dalam Cinta
Kehamilanku


__ADS_3

Pagi ini Ani begitu kaget ketika melepas ****** ******** karena banyak sekali darah yang tumpah. Ani merasa sangat heran karena semalam suaminya tidak meminta jatah kepadanya namun tetap ada darah yang keluar pdahal dia sedang hamil saat ini.


Mungkinkah aku keguguran? Ah sudahlah biarkan saja, Aku juga tidak menginginkan kehamilan ini. Nanti saja setelah dari kantor aku akan periksa, gumam Ani.


Ani berangkat ke kantor sendirian karena suaminya sedang tidur dirumah. Kini Ani dengan ikhlas mempersiapkan semua kebutuhan suaminya. Sikap baik suaminya membuat Ani sedikit luluh dan mulai menerima suaminya.


Sesampainya dikantor, Ani mulai mendapatkan pekerjaan yang lumayan banyak.


Ani menghela nafas panjang. kehamilannya saat ini membuat Tubuh Ani kini mudah sekali lelah.


"Permisi Bu, ini dari staf sebelah. Mohon segera diselesaikan," ucap Pak Anton staff marketing


"Iyah Pak," jawab Ani.


Ani berusaha segera menyelesaikan pekerjaan ini. Mbak Citra yang berada diruangan yang sama tiba-tiba datang menghampirinya.


"Mbak Ani sini saya bantu, kebetulan pekerjaan saya sudah selesai semua. wajah mbak Ani kok pucat yah?," ucap Mbak Citra.


"Iyah mbak perutku sakit sekali, ingin rasanya aku segera pulang," jawab Ani.


"Mbak Ani minta izin aja, nggak apa-apa kok biasanya pulang duluan."


"Tidak Mbak Biar kutahan saja. Nanti saja aku periksa ke dokter setelah pulang kerja."


"Ya sudah selesaikan pelan-pelan saja sama saya bantu."


"Iyah terima kasih ya, mbak Citra selalu membantu saya."


Beberapa saat setelah Ani berhasil menyelesaikan satu pekerjaan. Sakit perut Ani sudah tidak bisa ditahan lagi, Ani memandang Mbak Citra dengan pandangan kosong setelah beberapa saat tiba-tiba semua terasa gelap.


Bruaaaaaakkkkkkkkk...........


Ani terjatuh dari tempat duduknya dan pingsan. Mbak Citra dan rekan kerjanya membawa Ani ke klinik dekat kantornya.


Ani tidak sadarkan diri hingga sekitar dua jam lebih. Mbak Citra bingung harus menghubungi siapa karena dia baru mengenal Ani beberapa hari yang lalu.


Perlahan Ani mulai membuka matanya, dia melihat Mbak Citra yang berada disampingnya.


"Mbak Ani gimana kamu sudah enak an?," ucap Mbak Citra.


"Masih sedikit pusing mbak, Aku dimana ini Mbak?," jawab Ani.


"Di klinik didekat kantor. Tadi kamu pingsan dikantor, lalu ku bawa kesini."

__ADS_1


"Sekarang jam berapa Mbak?"


"Jam satu siang, kenapa Mbak? Mau ku belikan makan siang."


"Tidak usah. Mbak Citra balik saja ke kantor biar nanti saya dijemput suami saya."


"Iyah Mbak, saya nunggu sampai suami mbak datang saja."


"Tidak apa-apa, mbak Citra balik saja ke kantor, saya terima kasih banyak sudah dibantu."


Lima menit kemudian Mbak Citra kembali ke kantornya, sementara Ani masih tergeletak lemas di rumah sakit.


Ani menatap langit-langit atap klinik. Dia bingung harus menghubungi siapa, suami atau ibunya.


Tak lama seorang Dokter perempuan datang menghampiri Ani.


"Siang Mbak, gimana sudah enak kan? Oh yah Mbak ini sedang hamil ya. Jangan capek-capek, istirahat yang banyak biar tidak lemas," tanya dokter.


"Masih pusing dok. Oh ya Dok sebenarnya saya sudah beberapa kali mengalami flek dan pernah keluar begitu banyak darah, apa tidak berbahaya?"


"Sebaiknya mbak jangan terlalu sering berhubungan karena dapat memicu kontraksi, untuk lebih lanjutnya Mbak USG saja. Kebetulan siang ini ada dokter kandungan. Jika mbak Mau nanti biar suster yang mengantarkan ke ruang USG."


"Baik dok saya Mau."


Ani menghela nafas panjang. Setelah dokter selesai memeriksa. Tak lama seorang perawat masuk dan mengantar Ani menuju ke ruang USG.


Ini kehamilan pertama Ani dan dia juga harus memeriksakan kandungannya sendirian.


Dokter mulai memeriksa kandungan Ani dengan sebuah alat yang disebutkan keperut Ani. Namun Ani sungguh syok ketika dokter berkata.


"Mbak, kandungannya sangat lemah, yang banyak minum vitamin ya. Ini sudah menginjak 12 Minggu jadi dijaga karena rawan sekali keguguran. Jangan sering-sering berhubungan juga"


Sejenak Ani terdiam dan berpikir saat dokter berkata 12 Minggu.


"Iyah Dok..... Dok, 12 Minggu itu sekitar 3 bulan ya?"


"Iyah, ini masih di tri semester pertama."


Astaga,..... pernikahanku baru satu Minggu lebih kenapa bisa Aku hamil tiga bulan, gumam Ani.


"Dok, ini nggak salah kan?"


"La ini mbak bisa lihat dilayar, 12-13 Minggu kan."

__ADS_1


Ani terdiam, memikirkan bagaimana jika suaminya tahu.


"Mbak jangan stres ya, dibuat rileks saja," ucap Dokter.


"Iyah Dok. Terimakasih."


Ani diantarkan kembali keruang perawatan, dia mengirim pesan kepada suaminya agar dia menjemputnya dirumah sakit.


Ani terus melamun dan memilkirkan calon bayinya.


Astaga sebenarnya Anak siapa yang ku kandung ini?, gumam Ani.


Karena lama tak kunjung dijemput suaminya. Ani memutuskan untuk pesan ojek online.


Setelah dari Klinik Ani duduk diruang tamu sendirian, Ani menyangka suaminya tak pulang malam ini.


Tiba-tiba terbesit dibenaknya untuk mengakhiri hidupnya. Namun dia mengurungkan niatnya ketika melihat sebuah wi*e milik suaminya yang masih tersisa.


Ani meminumnya beberapa gelas, merasa tak puas Ani mengambil lagi minuman yang memiliki kandungan Alkohol. Kali ini dia benar-benar ma*uk, Ani merasa puas karena bisa menghilangkan stres yang telah dialaminya.


Hingga sesaat Ani merasa dirinya melayang, namun tiba-tiba suaminya pulang. Hampir saja Ani ditampar suaminya namun Suaminya mengurungkan niatnya itu.


Ani menyambutnya dengan senyuman, karena Dia merasa orang yang dipandangnya saat ini adalah Agus mantan pacarnya.


"Sayang, Aku sungguh mencintaimu", ucap Ani.


"Ayo masuk ke kamar, Apa kamu lupa jika kamu sedang hamil, kenapa masih saja minum milikku", ucap Diaz sambil marah.


Diaz menjatuhkan istrinya dikasur, namun Ani kembali berulah. Dia melepaskan bajunya dan hanya menyisahkan pakaian dalamnya.


Dia merayu suaminya hingga membuat miliknya berdiri tegap. Diaz mencoba menolaknya namun godaan istrinya yang begitu molek itu akhirnya membuat dia tak tahan.


Diaz men*ium seluruh tubuh istrinya, Dia mencoba menahan agar miliknya tak menyatu dengan milik Ani. Namun Ani terus menggeliat dan mengoceh tak karuan.


"Hamili Aku sayang agar aku bisa menjadi milikmu selamanya. Aku sungguh mencintaimu", ucap Ani.


Diaz semakin tergoda dengan perkataan Ani itu padahal sebenarnya kalimat itu ditujukan kepada Agus mantan pacarnya yang kemaren dia temui di rumah sakit.


Diaz sudah tak bisa lagi menahan miliknya yang sudah berada diujung cinta. Diaz mulai menyatuhkan miliknya dengan Ani. Baru beberapa detik memompa Diaz sudah mengeluarkan miliknya.


Ani merasa puas dengan Diaz dan Dia membisikkan sesuatu ditelinga suaminya.


"Aku mencintaimu. Ini anakmu sayang bukan anaknya", ucap Ani.

__ADS_1


Beruntung Diaz tak memahami maksud perkataan Ani barusan namun Diaz tetap tersenyum bahagia mendengar ucapan cinta dari istrinya. Ani merasa suaminya saat ini adalah Agus.


__ADS_2