Terpuruk Dalam Cinta

Terpuruk Dalam Cinta
Pulang


__ADS_3

Beberapa hari berlalu dirumah sakit. Ani menghabiskan waktu bersama suaminya disana. Pertengkaran mereka saat dirumah sakit membuat Mbak Lia kini mulai ikut campur untuk urusan kantornya. Selama ini Mbak Lia memang hanya tahu menghabiskan uang saja tanpa tahu rasanya bekerja.


Hari ini hari terakhir Ani berada di rumah sakit sedangkan suaminya masih harus mendapat perawatan lagi.


Ani sebenarnya kasihan sekali melihat suaminya namun sikapnya yang berubah-ubah membuat Ani malas berbicara dengannya.


Ani mulai berkemas sementara Diaz terus menatapnya begitu tajam.


Ah sial........mengapa dia terus menatapku membuatku tak tega saja, gumam Ani.


"kamu tega meninggalkanku di sini sendirian" ucap diaz.


"Bukankah setelah ini Mbak Lia akan ke sini Mas?. Dia istri pertamamu dia yang lebih berhak merawatmu daripada aku," Jawab Ani.


"Kamu tahu kan setiap hari dia hanya mampir ke sini sebentar setelah itu dia keluar namun tak kunjung kembali."


Ani menghela nafas panjang dan menaruh lagi pakaiannya dilemari. biasa senyum melihat kami yang masih mau menjaganya meskipun selama ini dia selalu bersikap kasar kepadanya.


Hari ini dokter datang lebih pagi, Diaz meminta dokter untuk mengizinkannya segera pulang. Dokter sempat menolak namun setelah perdebatan panjang akhirnya dokter mengizinkan Diaz pulang.


Mereka tersenyum bahagia karena keduanya sudah bosan berada di rumah sakit hampir seminggu.


Ani mulai berkemas membereskan semua pakaian dan barang bawaan lainnya. Diaz mulai menelpon asistennya untuk menjemputnya di rumah sakit.


Setelah urusan administrasi Rumah Sakit beres mereka segera bergegas pulang ke rumah. Diaz menanyakan istrinya kepada Rendy namun ternyata Mbak Lia jarang sekali pergi ke kantor. Selama ini semua tugas Pak Diaz dihandle semua oleh Pak Rendy.


Ani mau minta Rendy untuk diantarkan pulang ke rumahnya. Sementara Diaz memilih untuk pulang ke rumah istri pertamanya meskipun Sebenarnya dia ingin sekali tinggal bersama Ani.


Pak Rendy mengantar Ani pulang terlebih dahulu ke rumahnya. selama perjalanan pulang ke rumah Istri pertama. Rendy menceritakan perilaku istri pertamanya yang menggunakan uang perusahaan untuk membeli tas branded.


Sesampainya di rumah Mbak Lia Diaz mendapati istrinya masih tertidur pulas. Dia kini juga mempunyai pembantu.


Diaz mendorong kursi rodanya dan membangunkan istrinya itu. Mbak Lia sangat kaget melihat kedatangan suaminya.


Ani kini mulai bernafas lega karena dia tinggal di rumahnya tanpa ada suami yang mengganggunya. Ani juga masih bisa bekerja di kantor suaminya tanpa melihat keberadaan suaminya disana. Namun sesekali dia bertemu dengan Mbak Lia dikantor. Ani masih bisa bersikap biasa saja, Karena mbak Lia kini menggantikan suaminya sementara Ani masih tetap berada dibagian HRD.


...****************...


Beberapa hari berlalu Ani mulai merasa kesepian karena tidak ada lagi laki-laki yang mengganggunya. rutinitas kesehariannya hanya pergi ke kantor dan pulang ke rumah.

__ADS_1


Ani kini juga tak pernah mendengar lagi kabar tentang Agus. Akhir pekan ini Ani memutuskan untuk pulang kerumah orang tuanya. Sepulang kantor Ani sudah mulai bersiap dengan barang bawaannya.


Namun ketika dia keluar dan mulai mengunci pintu rumahnya tiba-tiba terlihat mobil yang biasa digunakan suaminya berhenti tepat di teras rumahnya.


Rendy turun dari mobil dan mengeluarkan sebuah kursi roda. Diaz mulai membuka pintu tengah mobilnya dan berpindah duduk di kursi rodanya.


Ani mengambil nafas panjang karena dia tahu pasti dia akan gagal untuk datang ke rumah orang tuanya.


"Mau kemana kamu?," ucap Diaz.


"Mau pulang kerumah Ibu. Ada apa kamu kemari Mas? tumben sekali," jawab Ani.


"Bukankah ini juga rumahku. Ayo antarkan Aku masuk."


Ani mendorong masuk suaminya sementara Rendi mengambil koper yang berada di bagasi mobil.


Ani masih duduk di ruang tamu bersama suaminya sementara Rendy segera kembali ke kantor.


Mereka kini saling menatap satu sama lain. Ani hanya terdiam karena dia takut sekali Jika salah ngomong. Diaz akhirnya membuka pembicaraan terlebih dulu.


"Pergilah.... bukankah kamu ingin pulang kerumah orang tuamu," ucap Diaz.


"Tidak jadi Mas, Jika Aku pergi siapa yang akan menjagamu," jawab Ani.


"Tidak Mas, Aku memang belum bisa mencintaimu. Tapi Aku tidak akan meninggalkan suamiku dalam keadaan seperti ini. Maafkan Aku jika kamu masih menyimpan dendam karena dulu aku menolaknya dengan kasar. Aku akan menemani kamu hingga sembuh, setelah itu terserah kamu Mas."


Diaz tersenyum mendengar perkataan Ani. Kata-katanya sungguh menyentuh jiwanya.


Ani mengantarkan suaminya untuk istirahat dikamar. Dia melanjutkan pekerjaan rumahnya dan memasak untuk suaminya.


"Ani...... Ani..... cepat kesini, antarkan Aku ke kamar mandi," teriak Diaz dengan lantang


Ani menghela nafas dan menghampiri suaminya.


"Lama sekali kamu," ucap Diaz dengan kasar.


Astaga,..... Kadang baik kadang jahat. Sebenarnya manusia seperti apa kamu ini Mas, gumam Ani.


Ani membantu Suaminya berjalan tanpa kursi roda menuju ke kamar mandi. Setelah buang air kecil Ani mulai melepas baju suaminya.

__ADS_1


"Apa yang kamu lakukan," ucap Diaz sedikit emosi.


"Apa selama tinggal dengan Mbak Lia kamu tidak pernah mandi Mas?, sungguh badanmu sangat bau sekali." jawab Ani.


Diaz terdiam karena memang selama sakit, Dia sama sekali tak mandi hanya.


Ani mengangkat suaminya dan memberinya tempat duduk. Ani mengangkat kaki kiri Suaminya yang sakit agar tidak terkena Air.


Perlahan Ani mulai memandikan suaminya. Diaz terdiam pasrah dan merasa sedikit malu karena dia tak memakai baju.


Rambutnya terasa begitu kaku karena sudah hampir 2 minggu dia tidak keramas. Ani memandikan suaminya dengan lembut. Perlahan Diaz mulai meleleh dengan sikap Ani.


membersihkan bagian sensitif milik suaminya namun suaminya menutupinya dengan kedua tangannya. Ani mencoba mengalihkan tangan suaminya agar bisa membersihkannya dengan sabun namun Diaz selalu menolaknya.


Mereka kini saling menatap dengan penuh rasa Aneh dan malu.


"Kamu kenapa sih Mas, cepat alihkan tanganmu biar kubersihkan," ucap Ani.


"Tidak usah, nanti kamu melihat milikku." jawab Diaz malu-malu.


Ani menghelah nafas panjang.


"Bukankah selama ini kamu selalu menyentuhku dengan milikmu yang begitu besar itu mas. Lalu kenapa sekarang kamu malu jika ku lihat. Waktu melakukan itu kamu tidak malu, malah selalu melakukannya dengan sangat kasar," ucap Ani.


"Diam kamu, siram saja dengan air dan jangan sekali-kali kamu pegang."


"Ih..... Dasar orang aneh. Aku juga sudah bosan melihatnya."


Setelah selesai memandihkannya, Ani mengganti baju dan menyisir rambutnya hingga kini suaminya terlihat begitu tampan.


Ani tersenyum lebar karena suaminya yang dulu begitu kasar sekarang menjadi seperti anak bayi.


Ani membantu suaminya berjalan dengan menggunakan tongkat menuju ke ruang makan. Terasa sungguh berat namun setidaknya suaminya mampu berjalan tanpa kursi roda.


Ani mengambilkan makan dan mulai menyuapi Suaminya namun Diaz menolaknya.


"Aku bisa makan sendiri," ucap Diaz sambil memegang sendok.


"Ihh...... dasar bayi besar menyebalkan sekali," jawab Ani.

__ADS_1


"Apa katamu?"


"Sudah cepat makan."


__ADS_2