Terpuruk Dalam Cinta

Terpuruk Dalam Cinta
Sebuah Malam di hotel


__ADS_3

"Mengapa kamu menatapku seperti itu mas membuatku takut saja. Aku mengantuk bolehkah aku tidur Mas." ucap Ani.


"Tidurlah disini, Aku masih belum mengantuk," jawab Diaz.


Ani masih bersandar di pundak suaminya. Meskipun mengijinkan tapi Ani tetap takut jika suaminya marah dan berbuat itu dimalam yang dingin ini.


Malam semakin larut membuat Ani semakin mengantuk. Ani akhirnya tertidur sambil bersandar di pundak suaminya. Diaz mencium kening Ani sambil mengusap-usap wajah cantiknya.


Semakin malam suhu semakin begitu dingin. Diaz membaringkan Ani disampingnya. Karena kelelahan, Akhirnya Diaz juga memutuskan untuk tidur disamping Istrinya. Mereka kini satu selimut namun tak terpaksa.


Ani tiba-tiba terbangun saat hampir pagi. Dia sempat berteriak hingga membuat Diaz terbangun.


"Ada apa," ucap Diaz.


"Tidak apa-apa, Aku hanya mimpi buruk," jawab Ani.


Diaz menarik Ani dan mengajaknya untuk tidur lagi. Namun Ani masih tetap terjaga dia masih memikirkan apa yang barusan dia impikan. Dia melihat Agus berjalan menjauh meninggalkannya.


Melihat Ani yang masih tak kunjung tidur, membuat Diaz memeluknya begitu erat dan perlahan menc*** keningnya.


Ani tersenyum kepada Diaz karena Ini pertama kalinya dia merasa nyaman dengan sikap suaminya saat ini.


Ani melanjutkan tidur dipelukan suaminya. Hingga tak terasa sudah hampir jam 08.00 pagi. Mereka terbangun saat handphone Diaz berbunyi begitu keras.


Rendy asisten Diaz, mengingatkan jika nanti jam 10.00 pagi ada acara penutupan yang harus dihadiri pemilik perusahaan.


Diaz segera mandi dan bersiap untuk mengisi acara tersebut. Sementara Ani kini sedang asyik menonton TV.


"Kemasi barangmu dan bawa kesini. Kita pulang bersama," ucap Diaz


Ani menganggukan kepalanya dan segera keluar mengambil koper di kamar Mbak Citra.


Setelah selesai membereskan semua barangnya Ani kembali lagi ke kamar suaminya dan segera membersihkan diri.


Ani bersiap-siap untuk pulang dan menunggu suaminya datang sambil merebahkan tubuhnya dikasur.


tluttt...... tluttt......tluttt.....


Sebuah pesan masuk dari Mbak Citra. Dia menyuruh Ani untuk mengikuti acara penutupan kali ini. Ani berjalan memasuki ballroom sambil tersenyum.

__ADS_1


Tiba-tiba semua mata tertuju kepada Ani. Dia terlihat sangat cantik dan anggun saat mengenakan gaun yang dibelikan suaminya. Ani memang salah kostum, tak seharusnya dia memakai gaun diacara ini.


Ani duduk di samping Mbak Citra, sementara Suaminya terlihat duduk bersama para staf yang lainnya.


Sesi terakhir pengisi acara memanggil Diaz untuk maju kedepan dan menutup acara. Ani tersenyum saat suaminya memberikan kata-kata motivasi bagi karyawannya.


Sebenarnya kamu sungguh tampan Mas, namun sikapmu kepadaku membuatku susah untuk mencintai kamu. Ah..... kenapa otakku ini, bisa-bisanya mengagumi orang yang selalu kubenci, gumam Ani.


Ani berpamitan kepada Mbak Citra untuk pulang bersama suaminya. Dia berjalan kembali terlebih dulu ke kamar Diaz.


Sebuah tangan tiba-tiba menarik Ani masuk kedalam sebuah kamar saat Ani berjalan melewati lorong kamar hotel.


Ani seakan tak berdaya namun mulutnya terbungkam dengan tangan besar yang menutupi seluruh wajahnya. Dia hanya mampu memandang lelaki tampan didepannya dengan jantung yang berdegup begitu kencang.


"Ani katakan jika kamu masih mencintaiku. Aku akan membatalkan pertunangan ku besok. Aku akan merebut kamu dari suamimu itu." ucap Agus.


Agus melepaskan tangan yang menutup mulut Ani.


"Tidak Mas, Aku mencintai suamiku. Carilah kebahagiaan kamu sendiri. Sudah biarkan Aku pergi. ," jawab Ani sambil meneteskan air matanya.


"Bukankah ini Anakku, Aku Ayahnya."


"Tidak Mas, ini anak Mas Diaz. Bukankah kita hanya pernah melakukan itu sekali jadi tidak mungkin jika Aku hamil.


"Aku tahu jika Kamu tidak bahagia dengan suamimu yang sombong itu. Ani tolong katakan jika kamu masih mencintaiku. Tatap mataku Ani."


Agus terus menatap mata Ani dengan tajam.


Katakan Ani....... katakan......


"Aku membencimu Mas....... Sungguh Aku membencimu....."


Ani sudah tak kuasa menatap wajah Agus. Air matanya mulai menetes hingga Dia menangis. Agus memeluk Ani begitu erat.


Pelukan Agus membuat Ani begitu nyaman hingga beberapa saat Dia tak kuasa untuk menolaknya.


"Sudah Mas,..... biarkan Aku pergi. Jika kamu mencintaiku menikahlah dengan wanita pilihan orang tuamu," ucap Ani sambil melepaskan pelukan Agus.


Ani membuka pintu kamar Agus dan berlari keluar menuju ke kamarnya. Agus mencoba mengejar Ani namun tertahan akibat Diaz tiba-tiba muncul dari arah belakang.

__ADS_1


Ani memasuki kamar dan menangis dibalik pintu yang masih sedikit terbuka.


Namun perlahan Diaz datang dan mulai membuka pintunya.


"Aku mencintaimu Mas..... Aku sayang kamu," ucap Ani sambil memejamkan matanya saat seseorang tiba-tiba datang.


Diaz terperangah saat mendengar ucapan istrinya itu. Dia memeluk Ani dari belakang dan membisikkan sesuatu di telinganya.


"Aku juga mencintaimu sayang."


Ani terkejut dan membalikkan badannya ketika dia mendengar suara yang berbeda.


Diaz yang melihat Ani begitu cantik dengan gaun yang dibelikannya, akhirnya mulai semakin tertarik untuk melakukannya siang ini.


Ani mulai mundur beberapa langkah ketika suaminya semakin mendekatinya hingga membuat Ani semakin terpojok.


"Mas, kita mau pulang. tolong jangan lakukan itu," ucap Ani.


"Sekali saja, anggap ini bulan madu kita yang tertunda. Kita menginap sehari lagi disini," jawab Diaz dengan penuh na***.


Dia mengunci pintu kamarnya dan mulai melepas jas dan bajunya. Ani hanya bisa duduk dipojokan.


Diaz mulai merayunya, namun Ani terus menolaknya. Diaz memeluknya dan meremas puncak gunung milik Ani. Ani mulai tak kuasa menahannya.


Ani pasrah dengan keadaannya saat ini. Mereka mulai menjatuhkan diri dikasur. Ani hanya terdiam saat Diaz menikmati tubuhnya. Semakin lama Ani mulai ikut terbawa suasana hingga Dia ikut memeluk dan menc*** suaminya.


Ani memejamkan matanya dan berbisik ditelinga suminya.


"Lanjutkan Mas..... Aku masih mencintaimu," ucap Ani sambil membayangkan saat Agus yang melakukan itu.


Diaz semakin bersemangat melihat istrinya yang mulai berg**rah. Dia terus memompa miliknya dengan cepat hingga sampai dipuncak, Dia melepaskannya dengan begitu bahagia.


Ani mulai membuka matanya, Dia menatap suaminya dengan datar. Tubuhnya masih terbaring lelah diatas ranjang. Diaz tersenyum dan menci**m kening Istrinya dengan lembut.


Ini pertama kalinya Diaz dan Ani merasa bahagia saat berhubungan meskipun sebenarnya Ani membayangkan Agus yang melakukan itu.


Mereka kini sama-sama tidur berdampingan dan saling menatap satu sama lain. Diaz menatap istrinya penuh dengan senyuman bahagia namun Ani menatap suaminya dengan datar.


Diaz mengambil handphone dimeja samping dan menelpon Randy. Diaz menyuruh Rendy untuk check in sehari lagi disini.

__ADS_1


Ani membalikan badannya dan meneteskan air matanya. Diaz lalu memeluknya dari belakang. Mereka kini bersama menikmati bulan madu berdua dipuncak.


"Istirahatlah nanti sore akan kuajak kamu ke suatu tempat yang belum pernah kamu dapatkan dari pria lain," bisik Diaz ditelinga istrinya.


__ADS_2