Terpuruk Dalam Cinta

Terpuruk Dalam Cinta
Bertemu Mas Agus


__ADS_3

Ani meninggalkan Suaminya pagi tadi dirumah setelah semalam suaminya mabuk.


Seharian dikantor Ani juga tak melihat suaminya datang. Ani sedikit khawatir namun dia enggan untuk menelponnya.


Hingga malam hari suaminya tak kunjung pulang. Ani mencoba mengirim pesan kepada mbak Lia, istri pertama Mas Diaz. Setelah lama akhirnya pesan itu dibalas juga ternyata Mas Diaz sedang bersamanya namun beberapa pesan sedikit membuat Ani sakit hati.


"Sejak kamu hamil, Mas Diaz setiap malam meminta jatah kepadaku dengan keadaan mabuk," Ucap Mbak Lia.


"Maafkan saya Mbak, kehadiran saya memang selalu salah," jawab Ani.


"Sabtu besok Aku akan liburan dengan teman-teman, kamu jaga Mas Diaz."


"Tapi Mbak, saya sedang hamil, Aku takut jika Mas Diaz mengajakku berhubungan dengan kasar."


"Terserah kamu, salah sendiri merebut suami orang."


Ani menghentikan percakapan dengan Mbak Lia karena hanya menambah sakit hati.


Ani mencoba tidur namun hingga lama Dia merasa sangat susah sekali untuk tidur, Dia masih memikirkan bayi yang dikandungnya.


"Anak siapa kamu?," ucap Ani sambil mengelus-elus perutnya.


Ani masih terus menatap langit-langit kamarnya. Tiba-tiba dia memikirkan Agus, calon tunangannya yang masih terbaring lemah dirumah sakit.


"Mungkinkah ini anak Mas Agus? Tapi Aku melakukan itu sekali dengan Mas Agus sebelum dia kecelakaan. Tapi bagaimana bisa Aku tidak tahu jika Aku hamil. Aaaaaaaaaaargghhhhhh ini membuatku gila," ucap Ani sendirian.


Hingga hampir pagi Ani masih juga belum tidur. Dia memutuskan untuk mandi dan berangkat ke kantor.


Sesampainya dikantor, suaminya sudah menyambutnya di depan. Diaz menarik tangan istrinya dan mengajak keruanganya.


"Mas, apa ini ruanganmu? bagus sekali," ucap Ani.


"Kenapa? apa kamu menyesal dulu menolakku yang dekil dan pengangguran," jawab Diaz dengan bangga.


"Aku bukan orang seperti itu Mas. Aku tidak melihat orang dari hartanya."


"Ha..... omong kosong. Lalu sekarang apa? Disaat Aku memiliki segalanya kamu mau aku nikahin meskipun jadi istri kedua."


"Bukankah kamu tiba-tiba datang seperti malaikat lalu tiba-tiba kamu melamarku dan mengancam. Aku tidak punya pilihan lagi Mas."


Prakkkkkkk.........


Sebuah tamparan mendarat dipipi kiri Ani.


"Berani sekali kamu berkata seperti itu didepan ku."

__ADS_1


"Tampar lagi hingga kamu puas Mas jika perlu bunuh saja Aku. Aku sudah lelah dengan kehidupan ini", ucap Ani sambil menangis.


Ani bergegas pergi meninggalkan suaminya dan menuju keruanganya. Sementara itu Diaz terlihat menyesal karena menampar istrinya.


Ahhhhhhhh........ bruankkkkkkk........


(Diaz berteriak dan memukul mejanya).


Kenapa tanganku ini selalu emosi, gumam Diaz.


Semenjak patah hati dengan Ani, Diaz memang menjadi pria yang keras hingga membuat dia berhasil menjadi orang sukses namun emosinya menjadi sering tidak stabil. Dia begitu terobsesi untuk mendapatkan Ani.


Ani mulai memasuki ruangannya sambil menahan tangisannya. dia duduk sambil melamun. Ani menyesali hidupnya yang tidak pernah beruntung.


Tlilit....... tlilit...... tlilit.....


Sebuah pesan masuk dihandphone Ani. Ani melihatnya ternyata dari Mbak Lia.


"Ani aku liburan ke Lombok hari ini, tolong jaga suamiku yah. Jangan lupa layani dengan baik," ucap Lia


"Tapi Mbak, Aku sedang hamil?," jawab Ani.


"Iyah nggak apa-apa, semoga saja kamu tidak kehilangan bayimu seperti Aku."


Astaga tega sekali Mbak Lia berkata seperti itu, tapi Aku juga tidak tahu ini anak siapa yang berada dalam kandunganku, gumam Ani sambil mengelus-elus perutnya.


Hingga sore hari suaminya tak kunjung mengajaknya pulang. Ani memutuskan untuk pergi kerumah sakit.


Sesampainya dikamar, Ani melihat ibunya sedang menyuapi Ayahnya. Ani tersenyum melihat Ayahnya sudah bisa tersenyum.


"Alhamdulillah Ayah sudah sembuh," ucap Ani.


"Iyah Nak, besok kita sudah boleh pulang. Mana suamimu?," tanya Ibu.


"Masih dikantor Bu, saya kesini duluan."


Hingga malam, Ani baru memutuskan untuk pulang. Ani berpamitan kepada kedua orang tuanya.


Ani berjalan perlahan melewati beberapa penunggu pasien sambil melamun namun tiba-tiba seseorang dari belakang menarik tangan Ani.


Ani spontan menoleh kebelakang, Ani terperangah melihat wajah tampan yang memandangnya sambil tersenyum.


"Mas kamu......," ucap Ani sambil terbata-bata.


Agus menatap tajam wajah Ani.

__ADS_1


Ani tersenyum dan tak tahu harus berkata apa. Ani mengajak Agus menuju taman dan membantunya mendorong infus yang masih tertancap ditangannya.


"Duduk Mas. Mas dijaga siapa malam ini?," ucap Ani.


Agus masih terdiam sambil menatap tajam wajah Ani.


"Mas..... kamu masih ingat Aku kan?," ucap Ani.


"Entahlah, aku merasa pernah bertemu dan dekat sekali dengan kamu," jawab Agus


"Aku.....Ani, Mas. Dulu kita pernah akan bertunangan namun gagal karena kamu kecelakaan Mas. Kamu dijaga siapa malam ini Mas?"


"Hanya sama adikku yang laki-laki. Kenapa melihat kamu, Aku begitu merasa nyaman yah."


Ani terdiam sejenak, dia ingin sekali berkata jujur namun hatinya tidak begitu kuat untuk menjelaskan.


"Mas Agus ngapain disana?," teriak adik Mas Agus dari kejauhan


Ani berdiri karena takut ketahuan dengan Adiknya.


"Maaf Mas Aku pulang dulu yah," ucap Ani.


"Tunggu..... besok tolong temui aku lagi."


Ani menganggukkan kepalanya dan berjalan sambil meneteskan air matanya, dia sudah tidak kuat menahan lagi tangisannya.


"Ani tunggu........," teriak Mas Agus.


Ani berlari sambil menangis.


"Selamat tinggal Mas. semoga besok kita berjodoh."


Agus terus memandang wajah cantik Ani. namun apa daya setiap kali ingin mengingat. Agus selalu merasa kesakitan dikepalanya.


Ani mulai berjalan menuju ke loby dan menunggu ojek datang.


Setelah sampai dirumahnya. Ani sudah melihat mobil suaminya sudah parkir didepan rumah.


"ah pasti dia akan meminta jatah," ucap Ani


tok.... tok.....tok.... kreeekkk


"Baru pulang kamu? kemana saja."


"Kerumah sakit Mas, jenguk Ayah.

__ADS_1


"jenguk Ayah , apa jenguk mantan pacar."


"sudahlah Mas jangan mulai."


__ADS_2