Terpuruk Dalam Cinta

Terpuruk Dalam Cinta
Dikantor


__ADS_3

POV Agus


Setelah mendapat pukulan dari Diaz, Agus begitu merasa kesakitan di bagian kepalanya. Pak Alex lekas membawa Agus ke sebuah rumah sakit namun Agus menolaknya. Dia hanya minta untuk diantarkan pulang kerumah.


Agus merasa begitu sakit dikepalanya. Agus seperti bermimpi jika menatap seseorang. Masa lalunya bersama Ani perlahan kembali meskipun hanya sedikit saja. Agus terus mencoba mengingat kenangan indah bersama Ani. Namun semakin mengingat dia semakin merasa begitu sakit hingga akhirnya dia pingsan dikamarnya.


Perlahan Agus melihat kenangan indah waktu dia melakukan itu pertama kali di sebuah hotel bersama Ani. Wajah Ani terlihat begitu cantik namun dia berjalan menjauhi Agus. Semakin Agus mengejarnya Ani semakin menjauh.


Agus mulai terbangun dari istirahatnya dan berteriak begitu kencang menyebut nama Ani.


...****************...


Pagi ini Ani duduk terdiam memikirkan keadaan Agus kemarin. Dia tak tahu harus menghubungi siapa. Ani merasa sangat bingung hari ini. Sementara itu dia juga merasa kesakitan pada seluruh tubuhnya.


Ani hanya mampu mengingat-ingat kejadian Semalam yang membuat seluruh tubuhnya kesakitan. semakin dia mengingat semakin perutnya terasa begitu sakit.


Saat istirahat kantor, Ani berjalan menghampiri Suaminya berharap jika suaminya akan mengantarkannya ke klinik. Namun setibanya di depan ruangan suaminya Ani melihat ada Mbak Lia di dalam. Ani mengurungkan niatnya itu dan kembali berjalan untuk mencari makan siang.


Ani berjalan kesebuah kafe diseberang jalan. Dia mencoba menghubungi Mbak Sulis untuk mengajaknya bertemu.


Tak lama Mbak Sulis datang menghampiri Ani.


"Hai An, ada apa nih. Tumben ngajakin kesini," ucap Mbak Sulis.


"Pengen ngobrol aja mbak, gimana keadaannya Mas Agus."

__ADS_1


Ani menceritakan kejadian semalam kepada Mbak Sulis. Karena tidak serumah Mbak Sulis tidak banyak tahu dengan kabar Agus.


Mbak Sulis akhirnya memberikan nomer telepon Agus yang baru kepada Ani.


Ani kembali ke kantor saat jam makan siang selesai. Dia mencoba mengirim pesan kepada Agus. Hingga lama pesannya tak kunjung dibalas.


Perut Ani semakin terasa begitu sakit. Ani mencoba menahannya hingga tak terasa sudah waktunya pulang.


Ani bergegas pulang kerumahnya, Dia tak tahan ingin sekali beristirahat dikamarnya.


Beruntung hingga malam hari suaminya tak juga pulang, setidaknya malam ini Ani bisa bernafas dengan lega.


Ani menatap langit-langit kamarnya dia tersenyum sendirian lebih baik daripada harus berdua. Memiliki suami adalah musibah bagi Ani, ingin rasanya Dia hidup sendiri tanpa seorangpun yang hadir dihidupnya.


Malam ini Ani tertidur begitu lelap hingga tak sadar malam begitu cepat berlalu.


Ahh...... setelah menikah ini pertama kalinya Aku menikmati pagi dengan Indah. Besok Aku pergi kepuncak, bisa bebas menikmati dunia tanpa gangguan Mas Diaz. Semoga malam ini dia juga tidak pulang, gumam Ani.


Setelah bersiap-siap Ani lekas berangkat ke kantor dengan menggunakan ojek online. pagi ini dia merasa begitu bahagia karena terbebas dari siksaan suaminya.


Ani merasa begitu sehat dan bersemangat dalam mengerjakan pekerjaannya hari ini. Ani mengerjakan semua pekerjaannya dengan cepat hingga membuat Mbak Citra begitu kagum.


"Kenapa kamu mbak, sepertinya hari ini kamu begitu bahagia sekali," ucap Mbak Citra.


"iyah Mbak rasanya hari ini tubuhku lebih sehat dan hatiku juga merasa senang,"

__ADS_1


Tak lama handphone Ani berbunyi. sebuah pesan masuk dari nomor yang tak dikenal.


Sebuah foto entah siapa. perlahan Ani mulai membukanya. Mood Ani tiba-tiba turun drastis.


Sebuah acara perkumpulan keluarga namun Ani sedikit tak memahami maksud dari foto yang dikirimkan kepadanya.


Ani terus mengamati foto itu. Setelah dizoom beberapa kali, Ani baru paham saat melihat sebuah jam tangan yang dipakai seseorang yang membelakangi kamera.


Ani mencoba menghubungi nomor pengirim foto itu namun tak juga diangkat.


Ani akhirnya mengirimkan foto itu kepada Agus. Namun Agus hingga lama membalas pesan itu.


Saat jam makan siang Ani segera berjalan menghampiri Mbak Sulis namun mbak Sulis sedang tidak berada ditempat.


Ani mencoba menghubunginya namun tak kunjung diangkat. Ani semakin penasaran hingga akhirnya dia mengirimkan sebuah pesan foto itu kepada Mbak Sulis.


Hingga sore Ani masih penasaran dengan maksud foto itu. Tak lama mbak Sulis membalas sebuah pesan yang dikirim Ani.


"Iyah itu Agus, itu saat pertemuan dengan keluarga wanita. Mereka sedang menjenguk Agus, dan membicarakannya rencana perjodohan."


Ani mengirimkan nomor telpon yang mengirimkan pesan gambar itu kepada Mbak Sulis.


"Itu nomor adiknya Agus, mungkin Dia mengirim itu karena disuruh ibunya," pesan Mbak Sulis.


Astaga begitu bencikah keluarga Mas Agus denganku, gumam Ani.

__ADS_1


Ani hanya mampu menghela nafas panjang sambil menjaga moodnya agar tetap membaik.


__ADS_2