Terpuruk Dalam Cinta

Terpuruk Dalam Cinta
Malam Indah


__ADS_3

Malam ini Diaz menyiapkan kejutan romantis untuk Ani. Diaz menyiapkan makan malam yang indah di lantai dua rumahnya.


Rendy asistennya ikut membantu dalam rencana ini. Sudah hampir malam, Diaz bergegas mandi dan berdandan begitu tampan.


Tok.... tok.... tok....


Ani mengetuk pintu rumahnya, dan mulai masuk kedalam. Ani mulai mencari suaminya yang tak kelihatan batang hidungnya.


"Mas..... Mas....... Apa kamu dirumah?", ucap Ani.


Ani masih mencari Diaz dibeberapa ruangan rumahnya namun tak juga ketemu.


"Aku disini sayang," Bisik Diaz sambil memeluk Ani dari belakang.


Ani mencoba melepaskannya namun tak berhasil. Diaz lalu menc*** bibir istrinya dengan begitu mesra hingga membuat Ani tak mampu menolaknya.


Diaz akhirnya mengajak Ani untuk menuju ke balkon rumahnya. Ani mulai tersenyum saat melihat kejutan dari Diaz.


Diaz mempersilahkan istrinya duduk. Sementara itu Ani masih terlihat bahagia saat melihat hiasan bunga segar yang begitu cantik.


Ah tidak..... tidak...... sadar Ani. Kamu harus bisa lepas dari suamimu yang kejam ini, gumam Ani.


"Mas mengapa kamu mempersiapkan ini semua untukku, Bukankah kamu sudah mentalakku," ucap Ani.


"Kemaren hanya emosi sesaat, berilah kesempatan untukku kita masih bisa memperbaikinya," jawab Diaz.


"Maaf Mas, Aku menyerah. Lepaskan ikatanmu Mas, hiduplah bahagia dengan Mbak Lia."


Wajah Diaz seketika memerah, namun Dia tetap berusaha menahan amarahnya. Ani yang menatap wajah Diaz terlihat begitu takut.


"Aku pulang Mas, maafkan Aku. Aku akan tetap mencicil hutangku kepadamu," ucap Ani.

__ADS_1


Ani berdiri dan bersiap pergi namun langkah kakinya terhenti ketika tanganya dipegang Diaz.


"Tunggu, makanlah sejenak. Anggaplah ini yang terakhir kamu menjadi istriku." ucap Diaz.


Diaz berdiri dan memeluk Ani begitu erat namun tangan kanannya Tiba-tiba Diaz mengeluarkan sebuah serbuk dan dimasukkan ke minuman Ani.


Diaz mengajak Ani untuk duduk lagi dan menikmati makanan yang sudah disiapkan.


Ani memakannya tanpa rasa curiga. Masakannya begitu enak hingga membuat Ani menyantap habis makanannya.


"Malam ini tidurlah disini Ani," ucap Diaz.


"Tidak Mas, Aku tidak berhak atas rumah ini. Aku akan pulang kerumah Ibu malam ini."


Diaz tersenyum, Dia tak mau terlihat marah didepan Ani. Tak lama Ani mulai berpamitan kepada suaminya namun saat hendak berdiri tiba-tiba Ani mulai merasa seperti mimpi.


Ani tetap melanjutkan berjalan meskipun dengan sempoyongan namun baru beberapa langkah Ani terjatuh dipelukan Diaz.


Diaz mulai menggendong Ani dan membawanya ke kamarnya. Diaz bersiap menikmati tubuh Ani malam Ini.


Setelah menunggu dua jam, Diaz mulai membangunkan Ani. Diaz memang sengaja membangunkan Ani, agar Ani bisa menikmatinya juga namun tanpa perlawanan.


Ani terbangun dan menatap wajah suaminya samar-samar seperti sebuah mimpi. Sesekali Dia memejamkan matanya. Rasa kantuknya tak bisa dia tahan.


Diaz mulai melakukan itu, Ani yang setengah sadar mulai memegang bagian pribadinya. Dia mulai membuka matanya namun antara dia merasa antara nyata dan mimpi.


Diaz membuka seluruh baju milik Istrinya dan perlahan mulai menikmatinya.


Ani hanya mampu sesekali menatap wajah suaminya. Diaz begitu puas melihat istrinya yang tak berdaya. Dia terus memompanya hingga puas.


Diaz berbaring bersama istrinya dalam satu selimut. Mereka akhirnya tidur hingga pagi.

__ADS_1


Ani terbangun ketika alarm di handphonenya berbunyi. Dia mulai mematikannya. Dia begitu kaget saat melihat suaminya tidur nyenyak disampingnya.


Ani melihat isi didalam selimut, tak ada satu helai benangpun yang menempel ditubuh mereka.


Astaga..... apa yang kulakukan semalam. Seingatku semalam Aku pulang, gumam Ani.


Ani lekas berdiri dan mencari bajunya. Ani mencoba keluar dari kamarnya namun tak bisa. Pintu kamar itu terkunci. Ani mencari kuncinya hingga keseluruh ruangan namun dia tak menemukannya.


Diaz terbangun dan tersenyum melihat Ani yang sedang kebingungan.


"Sudahlah, tetaplah disini, kamu bisa hidup bahagia," ucap Diaz.


"Kenapa kamu melakukan itu Mas. Aku akan mengajukan perceraian kita," jawab Ani.


"Sudahlah kamu tak akan menang melawanku. Berikan Aku keturunan nanti Aku akan melepaskan kamu."


"Kamu memang sudah gila Mas. Kumohon Mas lepaskan Aku."


Diaz mulai terbangun dan menghampiri istrinya tanpa sehelai benang yang menempel ditubuhnya.


Ani mulai mundur beberapa langkah hingga membuatnya terpojok. Diaz memegang wajah Ani dan mulai menc***nya.


Ani menolaknya meskipun Dia tahu itu akan sia-sia saja. Namun Diaz hanya menggoda istrinya saja. Dia lekas pergi ke kamar mandi sambil terus tertawa.


Setelah Diaz selesai mandi, Ani terlihat masih berada dikamar. Diaz masih tersenyum melihat istrinya yang setia menunggunya.


Perlahan Diaz mulai membukakan pintu untuk Ani. Ani segera berlari dan berniat untuk pergi dari rumah namun semua sia-sia karena Diaz mengunci seluruh rumahnya.


"Sudahlah sayang..... buatkan saja kopi untukku," ucap Diaz.


Ani menangis dan berteriak histeris karena dia tak mampu untuk pergi dari rumahnya.

__ADS_1


__ADS_2