Terpuruk Dalam Cinta

Terpuruk Dalam Cinta
Kedatangan Agus dirumah Ani


__ADS_3

Sebulan sudah berlalu, kini Ani sudah bisa melakukan aktivitasnya sendiri. Meskipun ingatannya masih belum pulih benar namun Diaz percaya jika Ani tidak akan kabur.


Pagi ini Diaz berangkat ke kantor, sebenarnya dia ingin mengajak Ani namun dia mengurungkan niatnya.


Diaz berpamitan kepada istrinya. Ani mulai mencium tangan suaminya. Ya.... semenjak Ani kecelakaan Dia lebih perduli dengan suaminya. Diaz juga tak lagi berlaku kasar kepada Ani.


Diaz mulai melajukan mobilnya, Ani melambaikan tangannya kepada Diaz dan mulai tersenyum. Diaz terlihat begitu bahagia.


Ani mulai masuk kedalam rumah dan mulai mengunci rumahnya karena dia hanya ingin istirahat.


Tok.... tok..... tok....


Ani mulai membuka pintu rumahnya, ternyata seorang perempuan yang Ani merasa lupa siapa dia.


"Minggir kamu," ucap Lia.


"Eh kamu siapa seenaknya masuk rumah orang, keluar," teriak Ani sambil mengejar Lia.


Tiba-tiba tangan Ani ditarik dari belkaang hingga membuat langkahnya terhenti.


"Ani tunggu...... kamu masih ingat kan denganku aku Agus kekasihmu yang dulu. Kita dulu sempat akan menikah namun digagalkan oleh Diaz suamimu yang sekarang," ucap Agus.


Ani mencoba melepaskan genggaman tangan Agus. Lia berhasil masuk kedalam rumah, Dia mencari berkas milik suaminya.


Sementara itu Diaz yang dalam perjalanan menuju ke kantor tiba-tiba berputar arah, Dia baru ingat jika laptopnya tertinggal dikamarnya.


Diaz melajukan mobilnya dengan cepat namun sesampainya dirumah, Dia mulai curiga ketika ada dua mobil yang terparkir dirumah.


Sial..... Ada Lia disini, gumam Diaz.


Diaz segera berlari menuju kedalam rumah namun dia sungguh kaget ketika dihadapannya sekarang ada Agus yang sedang menjelaskan kepada Ani tentang dirinya.


Hei............ lepas, teriak Diaz.


Diaz menghampirinya dan langsung menghantam tubuh Agus, namun Agus bisa menghindarinya. Mereka kini berkelahi didalam rumah. Sementara Lia mencoba mencari sesuatu dikamar Diaz.


Mas sudah hentikan.......


Ani berteriak dan mencoba melerai mereka berdua. Namun tubuhnya tak terlalu kuat untuk memisahkan mereka yang bertubuh kekar. Ani terus berusaha hingga akhirnya Ani mencoba memeluk Diaz agar menghentikannya namun usahanya itu malah jadi bomerang bagi Ani hingga Ani terkena satu pukulan dipelipisnya.


Ani terjatuh, tersungkur tak sadarkan diri. Mereka berdua akhirnya menghentikan perkelahiannya dan berebut untuk menolong Ani.


Diaz mencoba menggendong Ani dan meletakkannya disofa.

__ADS_1


"Ani..... Ani bangun......," ucap Diaz


"Ani..... bertahanlah untukku. Minggir kamu biar kubawa kerumah sakit saja," sahut Agus.


Agus mencoba menggendong Ani namun Diaz melarangnya. Diaz akhirnya menggendong Ani dan membawanya masuk kedalam mobil. Tak lama Diaz kembali lagi untuk mengunci pintu rumahnya.


Diaz melajukan mobilnya begitu cepat, sementara Agus masih mengikutinya dari belakang.


Sesampainya dirumah sakit, Ani segera ditangani oleh dokter. Beruntung dokter yang sebelumnya menangani Ani kini ada disana.


Setelah diperiksa dokter, Ani harus menjalani rawat inap untuk memastikan bekas pukulan itu tak mempengaruhi luka bekas kecelakaan yang lalu. Dokter dan perawat akhirnya memindahkan Ani ke ruang perawatan dan menunggu antrian untuk rotgen kepala.


Diaz mengikuti istrinya dari belakang sementara Agus juga terlihat masih mengikuti Ani namun sedikit jauh.


Sesampainya dikamar rawat, Diaz keluar lagi untuk menyuruh Agus pergi.


"Pergi kamu, mengpa masih disini," ucap Diaz.


"Ini semua salah kamu. sudah menghancurkan hidup Ani. Lepaskan dia biar dia kembali kepadaku," jawab Agus.


"Enak saja, Ani sekarang sedang mengandung anakku. Jadi tak mungkin aku meninggalkannya. Cepat pergi atau ku panggil security."


Agus terdiam sesaat, dia sangat syok mendengar perkataan Diaz barusan. Agus akhirnya pergi dan kembali menuju ke kantornya.


Kring.... kring..... kring.....


handphonenya berbunyi, namun Agus hanya melihat layar dihanphonenya. Lia berkali-kali menelponnya namun tak diangkat oleh Agus.


Lia kini masih berada dirumah Diaz, Dia terkunci didalam dan tidak bisa keluar dari sana.


Sementara Diaz kini masih menunggu Ani sadar, Dia akhirnya menyerahkan urusan kantor hari ini kepada Rendy.


Hingga sore hari Ani masih belum juga sadar. Diaz merebahkan dirinya disofa. Tiba-tiba dia teringat mobil kuning milik istri pertamanya.


Tadi aku melihat mobil Lia tapi kenapa dia tak keluar saat aku berkelahi tadi, gumam Diaz.


Diaz mencoba membuka rekaman CCTV dirumahnya. Dan benar Lia memang terlihat masuk kedalam rumahnya.


Saat ini Lia masih terkunci didalam rumah Diaz. Terlihat Lia bingung harus keluar lewat mana.


Dia terus melihat CCTV di seluruh rumahnya, ternyata Lia tadi masuk kedalam kamar miliknya.


Dasar wanita bodoh, mau saja diperdaya oleh Agus. Sebenarnya apa yang kamu cari disana Lia, gumam Diaz.

__ADS_1


Diaz akhirnya menelpon pengacaranya untuk mengurus perceraiannya dengan Lia. Dia membiarkan Lia terkunci didalam rumahnya.


Menjelang malam Ani mulai sadar, Dia melihat suaminya yang sedang tertidur disofa. Ani menatap langit-langit dan sekelilingnya.


Ani memegang pelipis dan kepalanya yang terasa begitu nyeri.


Ah.... ah..... teriak Ani kesakitan sambil memegang kepalanya.


Diaz mulai terbangun dan menghampiri istrinya.


"Sayang...... kamu kenapa, biar ku panggilkan dokter," ucap Diaz.


Diaz berlari keluar ruangan dan mencari dokter namun Dia hanya menemukan perawat yang sedang bertugas. Perawat itu memeriksa Ani dan memberinya sebuah suntikan pada cairan infusnya.


Ani mulai sedikit tenang. Dia kini menatap Diaz yang sedang dihadapannya.


"Kenapa sayang, kamu menatapku seperti itu," ucap Diaz.


"Mengapa kamu masih peduli terhadapku Mas, biarkan saja Aku mati," jawab Ani.


Diaz terdiam sejenak, Dia sempat berpikir jika ingatan Ani sudah mulai kembali lagi.


"Ani.... Apa kamu ingat kejadian tadi?"


"Bukankah kamu berkelahi Mas dengan Mas Agus. Tadi juga ada wanita masuk kedalam kamar kita. entah apa yang dicari disana."


"Apa wanita itu Lia?."


"Aku tidak tahu namanya Mas."


Diaz masih bertanya-tanya, apakah istrinya sudah mengingat semuanya atau belum.


Tak lama dokter datang untuk memeriksa Ani. Diaz mulai menanyakan tentang ingatan Ani.


"Seharusnya jika perkembangannya baik, Ani sudah bisa mengingat semuanya karena kemaren hanya gegar otak ringan. Konsumsi obat yang saya berikan kemaren juga membantu untuk mempercepat proses pemulihan otaknya. Nanti kita observasi lagi ya Pak," ucap Dokter.


Diaz tersenyum karena dia telah menukar obat yang diberikan oleh dokter dengan vitamin untuk ibu hamil.


Tak lama setelah dokter pergi, Ani mulai menanyakan tentang mengapa dia bisa sampai dirumah sakit ini. Diaz tersenyum dan mencoba mengalihkan pembicaraannya.


Perlahan Ani mulai menutup matanya karena efek obat yang diberikan perawat rumah sakit tadi.


Diaz akhirnya kembali merebahkan tubuhnya diatas sofa. Diaz kembali melihat kondisi didalam rumahnya. Dia membuka CCTV online dihanphonenya namun rekaman itu tiba-tiba gelap. Diaz akhirnya melihat beberapa rekaman sebelumnya, ternyata Lia berusaha menutup kamera CCTV dengan lakban.

__ADS_1


"Sial...... ternyata Lia pintar juga, tahu saja jika Aku sedang mengawasinya, gumam Diaz


__ADS_2